
Bab 56 Menemukan Rian
Tidak berapa lama, suara Handphone Wisnu kembali berdering. Nampak nama Joni lah yang tertera di layar handphone nya.
"Hallo Jon" Kata Wisnu segera setelah mengangkat teleponnya.
"Kata Yunma Genisa sudah pulang sejak tadi sore" Ungkap Joni.
"Apa? Ini bahkan sudah hampir Isya. Lalu kemana Genisa?"
Melihat dari raut wajah Wisnu. Kakek menebak bahwa sesuatu sedang terjadi.
"Wisnu apa Genisa tidak ada disana?" Tanya kakek memastikan.
"Tidak ada kek!" Jawab Wisnu. Nampak mata Wisnu begitu kosong, memikirkan Genisa yang hilang sungguh membuatnya hampir tidak bernafas.
"Kita harus mencari Genisa sekarang Wisnu. Kakek curiga bahwa semua ini perbuatan Bram!" Kata Kakek cepat.
"Wisnu ayo" Teriak kakek lagi.
Wisnu yang tersadar pun langsung melangkah keluar bersama kakek Liu.
Kakek Liu mengeluarkan sebuah benda pipih dari saku celananya.
"Pardi? Cepat bawa orang-orang kita! cucu Menantu ku hilang, perintahkan kepada orang-orang kita untuk mencarinya ke seluruh kota" Kata kakek dengan nada khawatir di balik layar handphone nya.
Tittttt
Tanpa menunggu jawaban, Kakek Langsung mematikan telepon nya dan segera menyusul Wisnu yang sudah lebih dulu berada di dalam mobil.
4 buah mobil berlalu pergi dari sana.
"Sial, kenapa aku teledor seperti ini. Harusnya aku menjaga dengan ketat kemanapun Genisa pergi" Umpat Wisnu kesal kepada dirinya sendiri.
"Tenanglah Wisnu, jangan menyalahkan dirimu. Kita pasti bisa menemukan Genisa!" Kata Kakek mencoba menenangkan Wisnu yang terus menyalahkan dirinya saat ini.
Wisnu menyusuri jalanan yang mengarahkan menuju rumah sakit. Mencoba mencari petunjuk atas hilangnya Genisa dan Rian.
__ADS_1
Sampailah kepada jalanan yang sepi. Sebuah mobil yang begitu familiar. Yaitu sebuah mobil mewah bewarna hitam milik istrinya Genisa. Sebuah mobil yang sempat Wisnu hadiahkan sebagai hadiah Anniversary pernikahan mereka waktu itu.
"Stop Stop!" Ucap Wisnu cepat kepada sopirnya.
Wisnu langsung keluar kala mobilnya sudah berhenti. Ia berjalan mengelilingi mobil itu. Melihat apakah Rian dan Genisa ada didalam.
Wisnu seketika langsung membuka pintu mobil. Lalu mencari sosok sang istri didalam mobil.
Namun hasilnya nihil. Seketika pandangan Wisnu beralih kepada sebuah tas dan juga handphone milik Genisa yang masih ada didalam mobil.
"Sepertinya memang benar telah terjadi sesuatu kepada Genisa dan Rian" Batin Wisnu.
"Ayo kita pergi!" Titah Wisnu. Lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Wisnu langsung meraih benda pipih kesayangannya. Lalu menekan tombol kontak dan menscroll kebawah.
Disana tertulis sebuah nama Detektif Rio. Wisnu langsung menekan tombol memanggil pada kontak itu.
Tuttt
Tutt
"Baik tuan!" Segera seorang dibalik telepon itu menyetujui permintaan Wisnu.
Tittttt.
Wisnu langsung mematikan telepon setelah menyampaikan titahnya.
Tubuh Wisnu seketika gemetar, pikirannya melayang tanpa arah. Khawatir? Itulah yang ia rasakan.
"Aku Menyesal. Kenapa aku membiarkan Genisa sendirian hari ini!" Ucap Wisnu menyesali.
Kakek hanya bisa menghela nafas berat, berkata pun itu tidak akan bisa membuat Wisnu tenang sebelum menemukan keberadaan Genisa.
Wisnu terus menyusuri setiap tempat. Bahkan seluruh kota ia telusuri bersama para pengawal nya. Namun hingga waktu menunjukan waktu pukul 04.23 subuh, mereka belum menemukan petunjuk apapun dari keberadaan Genisa dan Rian.
Kringggg.
__ADS_1
Suara handphone berbunyi.
Wisnu langsung menekan tombol hijau pada layar handphone nya untuk mengangkat panggilan.
"Halo tuan. Saya sudah menemukan keberadaan sekertaris Rian. Dia ada di rumah sakit cempaka dan tidak jauh dari posisi mobil yang kita temukan" Ucap seorang pengawal dari seberang sana.
Ada seberkas harapan di hati Wisnu. Mungkin Genisa juga ada disana. Begitulah pikirnya.
"Apa istri ku juga ada disana?" Tanya Wisnu cepat.
"Maaf tuan. Nona Genisa tidak ada disini. Kami hanya menemukan sekertaris Rian disini" Ungkapnya.
Senyum itu pun seketika menghilang, "Baik saya akan kesana terlebih dahulu" Kata Wisnu dengan wajah kecewa.
"Apa sudah ketemu?" Tanya Kakek penasaran.
"Hanya Rian kek. Genisa gak ada disana. Sebaiknya kita kesana dulu" Jawab Wisnu. Kakek hanya mengangguk mengiyakan.
Tidak berapa lama. Mobil yang Wisnu tumpangi pun berhenti tepat di sebuah parkiran rumah sakit Cempaka. Rumah sakit yang terbilang untuk pasien kalangan bawah.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author
__ADS_1