
Bab 39 Mencari Pekerjaan
Tanpa sadar, seseorang sedang berdiri di balik pintu. Walaupun terdengar lirih, namun suara Joni masih dapat ia dengar dengan jelas.
Buk Rosa nampak mengusap pelan matanya. Suara isakkan pun kian terdengar.
Joni sedikit menoleh kebelakang dan segera menghampiri Buk Rosa yang mematung dibelakangnya itu.
"Mi kenapa?" Tanya Joni khawatir.
"Gak apa-apa. Mami hanya sedih aja. Kenapa hidup kita jadi kayak gini" Ucapnya yang sudah sensegukan.
Joni mengusap lembut air mata ibunya itu dan segera membawanya kedalam dekapan hangatnya.
"Mami jangan khawatir! Joni akan mencari pekerjaan yang layak. Dan Joni janji akan membawa Mami lagi kerumah kita" Kata Joni mencoba menenangkan ibunya.
Buk Rosa nampak manggut-manggut, lalu mengusap pelan air matanya yang sejak tadi sudah mengalir dengan deras.
"Sekarang mami istirahat. Jangan banyak pikiran"
Buk Rosa pun berlalu pergi setelah mendengar perkataan anaknya itu.
*****
Keesokan harinya.
Seperti yang sudah Joni katakan kepada ibunya semalam. Bahwa dirinya akan mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarganya dengan kehidupan yang layak.
__ADS_1
Joni bersiap dengan baju yang sudah rapi.
Namun sebelum itu, Joni ingin meminta restu dari kedua orang tuanya. Agar semuanya diperlancar. Sebagai anak lelaki satu-satunya, Joni berkewajiban untuk bertanggung jawab atas kedua orang tuanya.
"Mi, Aku berangkat ya. Doain semoga Joni mendapatkan pekerjaan secepatnya" Ucap Joni berpamitan seraya menyalami tangan ibunya, lalu setelah itu beralih kepada Ayahnya yang masih duduk di kursi panjang didekat dapur.
"Iya hati-hati ya nak" Balas buk Rosa.
Joni pun pergi dari sana untuk mencari pekerjaan. Sesuai pendidikan yang ia miliki, setidaknya ia masih bisa melamar pekerjaan di kantor-kantor besar di kotanya.
******
"Maaf pak. Kami belum bisa menerima bapak untuk bekerja disini" Ucap seorang HRD disana.
Joni hanya menghela nafas panjang, lalu berucap, "Apa alasannya pak? Semua berkas saya memenuhi syarat dan disini juga membutuhkan seorang pekerja seperti saya"
"Ini sudah menjadi keputusan perusahaan pak. Sebaiknya bapak segera pergi saja dan mencari pekerjaan ke perusahaan lain" Kata HRD itu dengan penuh penekanan.
"Apa ini semua rencana Wisnu? Dia yang membuat aku tidak diterima di perusahaan manapun?" Lirih Joni masih dengan pikiran buruknya.
Joni berjalan menyusuri jalanan setapak. Bajunya kini sudah terlihat semakin kusut, sama seperti wajahnya yang juga kusut karena merasa kesal.
"Hiyyya" Joni menendang sebuah botol yang ada di tanah dengan kasar tanpa melihat kemana arah botol itu melayang.
"Aduhhh" Terdengar suara seorang wanita merintih kesakitan.
Joni mengangkat wajahnya, dan mengedarkan pandangannya kepada seseorang yang ada didepannya itu yang sedang mengusap keningnya dengan wajah mengkerut sakit.
__ADS_1
"Sinta! Maaf aku tidak sengaja" Ucap Joni cepat penuh kekhawatiran dan langsung menghampiri Sinta dan membantunya untuk duduk disalah satu bangku disana.
"Tidak apa-apa! Hanya sakit sedikit kok" Balas Sinta dengan masih memegang keningnya yang sakit.
"Sini aku lihat dulu!" Joni langsung mengalihkan tangan Sinta dari keningnya. Lalu Joni menyibak rambut Sinta yang panjang sedikit ke belakang telinganya.
"Husss, Hussss" Terdengar Joni sedang meniup kening Sinta yang sedikit memerah.
Sinta nampak menatap Joni dengan penuh kekaguman, senyuman tipis terlukis di wajah Sinta.
"Apa masih sakit?" Tanya Joni lembut.
"Hah apa?" Tanya Sinta balik yang baru tersadar dari keterpana'annya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
__ADS_1
Jangan lupa ya! like dan komennya
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.