Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 62 Kekhawatiran


__ADS_3

Bab 62 Kekhawatiran


Setelah mengetikkan beberapa kata itu, Wisnu langsung menuju ruangan Sinta yang letaknya tidak terlalu jauh.


"Sayang! Apa kau ingin pulang dulu? Aku masih ada urusan penting" Ucap Wisnu setelah sampai disana.


Genisa yang sedang asyik berbicara bersama Yunma dan Sinta seketika menoleh kepada suaminya.


"Sebentar ya! Aku mau bicara dulu sama Mas Wisnu" Kata Genisa kepada kedua wanita itu.


Mereka hanya mengangguk, lalu Genisa berlalu menghampiri Wisnu yang berada di ambang pintu.


Di luar ruangan.


"Sayang! Kata kak Yunma Mami sama Papi sudah bisa pulang sore ini. Apa gak sekalian aja kita tunggu mereka?" Kata Genisa setelah berada di luar.


Wisnu diam sejenak, menatap istrinya dengan sangat dalam.


"Apa Dokter sudah mengatakan bahwa mereka akan pulang hari ini?" Tanya Wisnu.


"Kak Yunma bilang sudah" Balas Genisa meyakinkan suaminya.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggumu" Ucap Wisnu. Senyum Genisa seketika melebar, lalu memeluk Wisnu dengan erat.


"Terimakasih ya" Ucap Genisa.


"Hmmm"


"Bagaimana keadaan Sinta? Apa yang dia bicarakan sama kamu?" Tanya Wisnu. Seketika, Genisa melepaskan pelukannya.


"Sudah membaik. Dia bilang, dia juga disekap oleh anak buah Bram bersama kak Joni. Entah kenapa, setelah sadar dia sudah berada di tempat lain, dan wajahnya sudah seperti itu" Jelas Genisa.


Wisnu sedikit diam, mencerna setiap kata yang istrinya ucapkan.


"Aneh sekali. Kenapa Sinta dan Joni bisa ada disana? Tempat itu tidaklah mudah bagi orang awam untuk menemukannya. Lalu kenapa Sinta terluka dan berada di tempat lain, dengan keadaan sudah seperti ini? Apa dia dilepaskan penjahat itu begitu saja?" Batin Wisnu. Berbagai pertanyaan bermunculan di kepala Wisnu. Seingatnya, selama dia berada di markas itu tidak ada wanita lain disana selain istrinya Genisa. Lalu kemana Sinta berada? Dan kenapa dia tau Joni di rawat di sini?.


"Sayang! Sayang!" Seru Genisa beberapa kali.

__ADS_1


Wisnu yang melamun seketika terperanjat, "Mikirin apa?" Tanya Genisa cepat kala suaminya tersadar.


"Tidak. Tidak ada. Aku ingin melihat keadaan Sinta!" Pinta Wisnu.


Tanpa menunggu, Genisa langsung menarik tangan suaminya dan membawanya masuk kedalam ruangan.


Nampak Sinta sedang berbincang dengan begitu akrab bersama Yunma.


Sinta sedikit menoleh ke arah pintu setelah menyadari seseorang masuk ke ruangannya.


Senyumnya seketika melebar dengan sempurna.


"Genisa! Wisnu! Kemari lah" Seru Sinta ramah.


Wisnu terus mengikuti Genisa, namun tatapannya tidak beralih dari Sinta.


Sinta yang menyadari tatapan Wisnu yang begitu mengintimidasi, merasa tidak enak hati.


"Sayang! Bolehkah aku bicara bersama Sinta?" Tanya Wisnu.


"Hanya berdua saja"


Raut wajah Genisa seketika berubah, mendengar kata hanya berdua membuat hatinya sedikit terganggu. Entah kenapa perkataan itu membuat hatinya terasa tergores.


"Boleh" Dengan berat hati, ia menyetujui permintaan suaminya. Walaupun permintaan seperti ini tidak pernah Wisnu inginkan, namun Genisa merasa sedikit merasa sesuatu yang aneh telah terjadi.


Genisa dan Yunma pun berlalu pergi meninggalkan Wisnu dan Sinta didalam ruangan itu.


Setelah kepergian Genisa dan Yunma, suasana seketika menjadi hening.


Sinta Hanya menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Wisnu.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" Kata Wisnu memecah keheningan.


"Bertanya apa?" Kata Sinta dengan ragu.


"Kapan terakhir kali kamu bersama Joni? Ceritakan kenapa kalian bisa berada disana!" Pinta Wisnu.

__ADS_1


"Kami....."


Tok


Tok


Tok


Seketika Sinta menghentikan ucapannya, kala seseorang mengetuk pintu ruangannya.


Pintu segera di buka, dan Rian langsung menatap Sinta lalu beralih kepada Wisnu.


"Tuan, hal buruk telah terjadi. Tuan Liu mengalami serangan jantung!"


Mendengar itu, Wisnu langsung mendekati Rian dengan wajah khawatir.


"Dimana kakek sekarang?" Tanya Wisnu cepat.


"Masih di perjalanan menuju rumah sakit ini tuan. Aku mendapat telepon dari kepala pelayan di rumah" Jelas Rian.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author

__ADS_1


__ADS_2