
Bab 43 Seorang Penggoda
Keduanya pun menjadi kikuk, "Maaf Sin. Aku terlalu bersemangat" Ucap Joni kemudian.
"I-iya" Jawab Sinta singkat.
"Kalau gitu aku pergi dulu ya! Kirim aja alamat papi mu" Ucap Joni lalu pergi dari sana.
*******
Disebuah ruangan Kerja.
Wisnu seperti biasa masih sibuk dengan pekerjaannya, Sementara itu Rian pergi untuk menjalankan misinya hari ini untuk merekam segala kegiatan yang dilakukan keluarga Buana yang tidak lain adalah Mertua Wisnu sendiri.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu.
"Masuk!" Seru Wisnu dari dalam dengan masih fokus mengecek berkas-berkas perusahaan.
Krekkkk
"Siang Pak Bos. Ini aku bawain minum" Ucap seorang wanita yang baru masuk.
Wisnu mengangkat wajahnya, tatapannya begitu dingin.
"Letakan saja diatas meja!" Titah Wisnu.
Bella berjalan mendekat dengan gayanya yang anggun.
Tatapannya tidak lepas dari Wisnu, tiba-tiba, "Akhhhhhh"
Wisnu berdiri dengan sigap menangkap tubuh Bella yang hendak terjatuh didekatnya dan membawanya kedalam pelukannya.
Bella menatap wajah Wisnu dengan dalam, ada semacam hasrat yang tidak tertahankan darinya.
__ADS_1
Bella mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan wajah Wisnu.
Bahkan dua buah dadanya menempel bersamaan dengan dada Wisnu.
Bruakkkk.
Wisnu melepaskan pegangannya kepada Tubuh Bella. Membuat Bella kembali terjatuh kelantai.
"Akhhhh" Bella kembali meringis dengan memegang pinggangnya.
Wisnu berbalik, "Jaga sikapmu Bella, jika tidak aku tidak akan segan-segan memecat mu!" Tegas Wisnu seraya menduduki bokongnya di kursi singgasana nya.
Bella mendengus kesal, Lalu berdiri dan pergi dari sana membawa kekesalan.
Tidak lama setelah kepergian Bella, Rian pun datang seraya menatap Bella dengan heran. Nampak Bella hanya melengos dan malah menatap Rian dengan tatapan kesal. Hal itu membuat Rian semakin bingung akan wanita itu.
"Tuan!" Seru Rian. Matanya beralih kepada sebuah pecahan kaca gelas yang berserakan di lantai.
"Apa yang terjadi tuan?" Tanya Rian.
"Cari pengganti Bella segera. Aku muak bila terus diganggu oleh dia" Titah Wisnu.
"Baik tuan" Balas Rian menyetujui tanpa bertanya kembali. Rian tau betul bagaimana Bella menginginkan Wisnu, tentu Bella tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bila dirinya tidak ada di kantor.
******
Mobil yang Wisnu tumpangi sudah terparkir di depan rumah. Nampak beberapa pengawalnya menyapa disana.
Wisnu langsung masuk begitu saja, dan mencari sosok Genisa disana.
Nampak Genisa sedang duduk ditaman, dengan ditemani secangkir teh di atas meja.
Sebuah tangan tiba-tiba saja melingkar di leher Genisa dan memeluknya dengan mesra dari belakang.
"Lagi ngapain sayang!" Tanya Wisnu lembut.
"Lihat-lihat bunga aja mas. Duduk mas, dan minum teh bersamaku" Ajak Genisa.
Wisnu pun langsung menduduki bokongnya di kursi samping Genisa, tatapannya tidak beralih sedikit pun dari wajah wanita cantik didepannya itu.
__ADS_1
"Kenapa? Kok lihatnya gitu" Tanya Genisa.
"Kamu makin cantik aja" Ucap Wisnu memuji. Wajah Genisa seketika memerah, "Ah kamu bisa aja mas. Udah kayak gini terus setiap hari nya" Balas Genisa malu-malu.
Perbincangan hangat pun tejadi disana.
******
Sementara itu ditempat lain, lebih tepatnya Disebuah Rumah tua. Terdengar dua orang sedang berbincang dengan sangat Serius disana.
"Bagaimana? Apa kalian sudah membuat jebakan itu?"
"Sudah tuan" Balas pria bertubuh kekar itu.
"Bagus! Kita habisi saja Presdir baru itu. Aku tidak Rela jika dia yang akan menjadi Presdirnya"
"Baik tuan. Persiapan juga sudah siap, jadi kita tinggal menjalankan misi yang sudah kita rencanakan dari awal" Balasnya tegas.
"Bagus! Bagaimana kabar wanita itu? Apa dia sudah berhasil menjalankan misinya?"
"Sepertinya tidak Tuan. Belum ada perkembangan apapun darinya"
"Habisi saja wanita itu, kita carikan wanita lain saja" Ucapnya tegas.
"Baik tuan!"
Pria bertubuh kekar itu pun pergi setelah berbincang-bincang sejenak.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author