Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 50 Biaya Pengobatan 2


__ADS_3

Bab 50 Biaya Pengobatan 2


"Aku, aku mau" Joni sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku apa?" Tanya Sinta penasaran.


"Aku lagi cari pinjaman untuk membayar pengobatan Papi ku dan mami ku!" Balas Joni.


"Orang tua mu sakit? Sakit apa?" Tanya Sinta cepat.


"Panjang ceritanya Sin. Yang jelas aku lagi butuh biaya banyak saat ini" Jawab Joni dengan wajah bingungnya.


"Memangnya kamu butuh biaya berapa?" Tanya Sinta lagi.


"Pengobatan Papiku 45 juta dan mami ku sekali pertemuan aja tarifnya satu juta dan dia butuh 3 bulan pengobatan dan 4 kali pertemuan dalam sebulan" Jelas Joni.


"Sekarang kamu mau cari pinjaman kemana?" Tanya Sinta.


"Gak tau Sin. Aku juga bingung, keluarga ku gak ada yang perduli sama kami" Ucap Joni putus asa.


Sinta menatap Joni dengan iba, "Kasian kamu Jon. Udah bangkrut ditimpa masalah lagi" Batin Sinta.


"Jon!" Seru Sinta lirih.


"Iya" Jawab Joni singkat.


"Aku ada uang sedikit. Siapa tau bisa bantu kamu, awalnya aku mau setor ke bank tapi aku pikir kamu lebih membutuhkan. Didalam amplop ini ada 25 juta, kamu bisa pinjam dulu" Kata Sinta seraya menyerahkan amplop kuning berisi uang ke tangan Joni.


"Kamu serius Sin?" Tanya Joni memastikan.


"Iya aku serius. Kamu pake aja dulu!" Balas Sinta.


"Terimakasih ya. Kamu selalu aja bantuin masalah aku!" Ucap Joni senang.

__ADS_1


"Gak apa-apa. Udah yuk kita kerumah sakit! Sekalian aku mau lihat keadaan kedua orang tua mu" Ajak Sinta.


"Iya ayuk" Balas Joni menyetujui.


"Kamu yakin mau pakai ini" Tanya Joni lagi yang baru menyadari bahwa kendaraan Yang mau dia pakai adalah sepeda motor.


"Iya kenapa?" Tanya Sinta balik.


"Aku gak bisa bawa motor Sin!" Jawab Joni sekenanya dengan raut wajah malu.


"Gak apa-apa. Aku kan bisa. Udah ayuk jangan mikir-mikir lagi!"


Mendengar itu Joni pun terpaksa mengikuti Sinta dengan keadaan dirinya lah yang di bonceng.


Joni dan Sinta pun kembali kerumah sakit dengan menggunakan motor yang sempat Sinta bawa tadi.


Sesampainya dirumah sakit, tidak lupa Sinta memarkirkan motornya di parkiran khusus motor. Lalu setelah itu berjalan memasuki rumah sakit bersama Joni.


Di ruang administrasi.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita itu balik.


"Saya ingin membayar sebagian biaya pengobatan atas nama Bristama dan juga Rosa" Jawab Joni.


"Sebentar ya. Saya cek dulu!"


"Atas nama Pak Bristama dan juga Buk Rosa biaya pengobatan nya sudah lunas mas. Jadi tidak ada yang harus dibayar lagi" Lanjut wanita itu setelah selesai mengecek.


"Apa? Lunas?" Tanya Joni bingung.


"Iya mas. Biaya pengobatan sudah lunas!" Jawab Wanita itu lagi.


"Kalau boleh tau siapa ya yang membayarnya?" Tanya Joni lagi.

__ADS_1


"Disini tidak dituliskan namanya mas"


"Ciri-ciri orang yang membayar itu seperti apa?" Tanya Joni kembali.


"Seorang pria, dia pakai jaz dan sedikit tinggi"


"Apa itu Wisnu" Gumam Joni yang sempat berpikir.


"Siapa Jon?" Tanya Sinta penasaran.


"Gak tau! Ya udah yuk kita keruangan papi ku dulu" Ucap Joni.


Sinta hanya mengangguk lalu mengikuti Joni menuju ruangan ayahnya.


"Siapa ya yang sudah bayar pengobatan Papi nya Joni? Baik banget orang itu" Batin Sinta seraya menatap Joni yang nampak masih sedang berpikir. Sinta memilih diam dan tidak ingin bertanya lagi, sepatutnya dia tidak bisa ikut campur terlalu jauh akan masalah ini. Begitulah pikir nya.


Sesampainya di ruang rawat.


Nampak sosok Yunma sudah tertidur disana.


Joni tidak membangunkan Yunma, dan hanya berjalan mendekati ranjang tempat ayahnya berbaring.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2