Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 38 Penyesalan


__ADS_3

Bab 38 Penyesalan


"Ohh kamu Sinta yang cupu itu. Ehh maaf. Maksudnya yang gak suka bicara itu" Jawab Joni tergagap.


Wanita itu hanya tersenyum tipis, "Iya. Bagaimana kabar mu sekarang?" Tanya Wanita itu kemudian.


"Aku baik. Kamu sudah banyak berubah ya sekarang? Lebih cantik dan gak pendiam lagi kayak dulu" Kata Joni memuji.


"Kamu bisa aja. Aku masih kayak dulu kok" Balasnya malu-malu.


"Oh ya! Ini warung makan punya kamu? Atau kamu bekerja disini?" Tanya Joni kembali.


"Ini warung makan punya aku kok. Yah, lumayan lah hitung-hitung sambil buka catering juga"


"Oh ya. Ini makanannya, sampai lupa" Lanjut Sinta seraya menyodorkan kantung kresek berisikan makanan.


"Makasih ya. Ini uangnya" Kata Joni dengan memberikan uang kepada Sinta.


"Gak usah dibayar. Ambil aja, ini gratis kok buat kamu" Tolak Sinta.


"Tapi kan...."


"Udah gak usah tapi-tapian. Ambil aja, aku ikhlas kok. Nanti kapan-kapan mampir ya! Kamu tinggal dimana sekarang?" Tanya Sinta antusias.


"Aku tinggal di ujung jalan itu" Kata Joni seraya menunjuk jalan gang rumahnya.

__ADS_1


"Oh ya. Terimakasih ya makanannya. Aku pergi dulu" Lanjut Joni. Sinta hanya tersenyum manis seraya menatap punggung Joni yang semakin menjauh.


"Ternyata dia gak sesombong dulu lagi. Syukurlah, setidaknya aku bisa berteman dengannya" Lirih Sinta, laku kembali melanjutkan kegiatannya.


*****


"Aku pulang!" Seru Joni dari arah luar.


"Dari mana saja sih? Kok lama?" Tanya Buk Rosa sedikit ketus.


"Beli makanan Mi! Tadi tu antrian juga beli di warung makan di ujung jalan ini" Jelas Joni lalu meletakan makanan itu ke atas meja.


Buk Rosa mengambil makanan itu, dan menatanya dipiring.


Mereka langsung makan begitu saja, walaupun makanan dengan seadanya. Setidaknya bersyukur karena masih bisa makan hari ini.


"Kamu beli makanan dimana Mas? Makanannya enak banget walau hanya lauk seperti ini" Tanya Yunma penasaran.


"Di warungnya Sinta. Ternyata dia jualan di jalan depan gang kita" Kata Joni.


"Sinta mana sih?" Tanya Yunma lagu yang memang tidak mengenal nama Sinta.


"Teman SMP dulu" Jawab Joni.


"Ohhh" Hanya itu kata yang keluar dari mulut Yunma.

__ADS_1


Hari sudah mulai larut.


Joni duduk di bangku teras rumah sembari menatap langit yang di hiasi oleh terangnya bulan.


Matanya begitu sayu, dan tatapannya begitu kosong. Ada rasa penyesalan yang ia rasakan.


"Mungkin benar. Rasa tinggi hati itu adalah sesuatu yang sangat dilarang. sehingga, apa yang aku banggakan dahulu kini sudah lenyap tanpa sisa dan orang-orang yang aku sayang kini pergi meninggalkan aku serta orang yang sering aku hina kini dia jauh berada di atas ku. Apakah istilah roda itu berputar memang benar adanya? Seandainya saja waktu bisa di ulang kembali, aku tidak akan pernah mau melakukan kesalahan itu lagi" Lirih Joni dengan penuh penyesalan.


Tanpa sadar, seseorang sedang berdiri di balik pintu. Walaupun terdengar lirih, namun suara Joni masih dapat ia dengar dengan jelas.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Jangan lupa ya! like dan komennya

__ADS_1


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.


__ADS_2