
"Rian siapkan mobil. Aku akan membawa Genisa ke rumah sakit" Ujar Wisnu memerintahkan Rian setelah mendengar penjelasan dari Dokter.
"Baik tuan" Jawab Rian seraya menunduk hormat kepada Wisnu. Lalu pergi untuk menyiapkan mobil yang di perintahkan oleh Wisnu kepadanya.
*****
Di rumah sakit.
Terdengar suara derup langkah kaki beberapa orang mendekat dengan wajah penuh kecemasan.
"Wisnu! Gimana keadaan Genisa?" Tanya Buk Rosa cepat yang nampak begitu khawatir.
"Masih di tangani oleh Dokter Mi. Kata Dokter, Genisa hanya perlu beristirahat, janin di dalam tubuhnya sangat lemah dan harus di transfusi darah karena Hemoglobin di dalam tubuhnya terlalu sedikit. Selain itu tidak ada yang lebih serius" Jelas Wisnu.
"Ya Allah. Semoga anakku bisa melewati ini semua" Doa Buk Rosa dengan penuh harap.
Tidak berapa lama, seorang Dokter pun keluar dari ruangan. Nampak semua keluarga Genisa mengalihkan pandangan mereka kepada Dokter kandungan itu.
"Dok! Gimana keadaan istri saya?" Tanya Wisnu cepat.
"Nona Genisa sudah kami tangani saat ini. Dan saya harap beliau bisa beristirahat dengan cukup, dukungan dari seorang suami sangat berperan penting di dalam masa kehamilan seperti ini. Untuk perkembangan dari Nona sendiri, mungkin nanti sore saya akan periksa kembali keadaan nya, dan saat ini masih dalam tahap transfusi darah" Jelas Dokter Heru.
"Terimakasih Dok. Apa istri saya sudah boleh di jenguk sekarang? Mertua saya ingin melihat keadaannya?" Tanya Wisnu lagi.
"Tentu saja boleh. Namun tidak boleh terlalu lama mengajaknya mengobrol ya! Karena Nona Genisa harus beristirahat dengan cukup"
Setelah mendengar jawaban Dokter, Wisnu hanya tersenyum senang.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi dulu. Mari"
Setelah kepergian Dokter Heru, Wisnu beserta keluarganya masuk kedalam Ruangan rawat. Genisa yang masih terbaring dengan selang infus di tangan kanannya, menatap dengan lemah kearah keluarganya. Senyuman tipis ia berikan kepada mereka.
"Bagaimana perasaan mu sayang? Apa masih ada yang sakit?" Tanya Wisnu kala sudah berada di dekat istrinya dengan penuh kasih sayang.
Genisa tidak menjawab, hanya anggukan kepalanya yang terlihat.
"Sayang! Anakku! Kamu harus kuat ya Nak! Jangan terlalu capek, dan harus makan yang banyak! Anak mu di dalam kandungan juga perlu asupan makanan, kamu harus pikirkan itu" Ucap Buk Rosa dengan wajah yang sudah berkaca-kaca.
Lagi-lagi Genisa hanya membalasnya dengan anggukan seraya tersenyum tipis. Tenaganya benar-benar sudah habis, bahkan untuk bicara pun ia merasa tidak mampu.
"Wisnu! Mami titip Genisa ya! Mungkin Genisa perlu beristirahat, mami akan pulang sebentar lagi"
"Genisa! Kamu harus banyak makan. Buah-buahan juga bagus untuk ibu hamil. Setelah kamu agak baikan, nanti mami kesini lagi jenguk kamu dan calon cucu Mami. Kalau begitu mami akan pulang dulu"
*****
Kringggg
Kringggg
Suara Dering handphone.
Buk Rosa yang sudah berada di parkiran menghentikan langkahnya kala mendengar suara dering handphone nya.
"Hallo Joni!"
__ADS_1
"Mi, Genisa masuk rumah sakit? Gimana keadaannya sekarang?" Tanya Joni dari seberang sana yang terdengar begitu khawatir
"Genisa masih di rawat Jon. Dia kekurangan Darah Hemoglobin dan janin nya juga lemah. Jadi sekarang dia harus perlu istirahat dan masih di pantau oleh Dokter" Jelas Buk Rosa.
"Lalu gimana keadaan Genisa sekarang? Apa keadaannya masih sangat menghawatirkan?" Tanya Joni lagi.
"Sudah agak baikan kok. Cuma perlu istirahat total untuk memulihkan keadaan nya aja. Kamu jangan khawatir, dan sebaiknya jangan menjenguk dulu karena Genisa msih perlu beristirahat. Nanti mami kabari jika Genisa sudah bisa di jenguk"
"Oh ya! Gimana keadaan kalian, apa sudah sampai di rumah barunya? Apa rumah barunya nyaman?" Tanya Buk Rosa beruntun dengan penuh rasa penasaran.
"Alhamdulillah mi. Rumahnya nyaman kok, cuma tadi itu kami bertemu Anis disini dan ternyata dia juga tinggal di komplek yang sama dengan kami" Ujar Joni.
Buk Rosa sejenak terdiam, mendengar nama Anis, tentu tidaklah asing baginya.
"Apa dia disana bersama suami barunya?" Tanya Buk Rosa kemudian.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung