
Bab 37 Kembali Kerumah Reot
Yunma nampak manggut-manggut, "Ohh gitu, kirain habis nangis" Kata Yunma.
Krokkkkk
Krokkkkk
Suara perut Yunma terdengar dengan jelas yang meronta-ronta sejak tadi meminta makan.
"Kamu lapar?" Tanya Buk Rosa dengan wajah sedikit mengerut.
"Iya Mi!" Jawab Yunma mengangguk pelan dengan wajah memelas.
Bagaimana tidak? Sejak pagi mereka sama sekali belum sempat makan. Keburu di usir sama pria bertubuh kekar tadi pagi di apartemen.
Uhuk uhuk
"Papi kenapa Mi?" Tanya Joni cepat kala mendengar suara batuk papinya.
"Papi mu kayaknya demam" Balas Buk Rosa.
Joni kembali diam. Dia benar-benar dilanda kebingungan.
"Apa yang harus aku lakukan? Sekarang aku harus meminta tolong sama siapa?" Batin Joni bingung.
Suasana menjadi hening seketika.
Tittt
Tittt
__ADS_1
Terdengar suara klakson mobil daru arah belakang Joni. Mobil itu berhenti tepat didekat pemberhentian Joni dan keluarganya.
Joni dan keluarganya menatap mobil itu dengan wajah mengerut penuh tanya.
Seorang pria keluar dari dalam mobil. Seorang pria yang tidak asing bagi Joni dan Yunma.
"Sekertaris itu" Lirik Yunma.
"Saya datang atas perintah tuan Wisnu. Ini uang untuk keperluan kalian sehari-hari" Tegas Wisnu dengan memberikan uang ke Tangan buk Rosa.
"Tuan memerintahkan kalian untuk tinggal dirumah almarhum ayahnya" Lanjut Rian.
"Kenapa kami harus kesana. Bukankah Wisnu sudah tinggal dirumah besar dan mewah?" Tegur Yunma.
Rian tersenyum miring, "Sudah ditolong masih saja ingin yang lebih" Sindir Rian. Yunma seketika terdiam dengan wajah yang merah padam.
"Terserah kalian saja mau tinggal disana atau tinggal di jalanan. Sesuai pesan Tuan Wisnu. Kalian boleh saja tinggal bersamanya setelah kalian bisa hidup mandiri dan berubah. Uang itu berjumlah 20 juta hanya untuk modal awal kalian untuk hidup. Aku harap kalian bisa menggunakan uang itu dengan sebaik-baiknya. Kegiatan kalian akan terus dipantau olehnya. Jika kalian tidak berubah dan terus seperti ini, maka jangan bermimpi untuk menjadi bagian keluarga Liu. Permisi" Ucap Rian tegas sebelum meninggalkan mereka semua disana.
Sementara itu, Buk Rosa beserta Joni masih menatap uang itu dengan wajah yang datar.
"Mi, udah ayuk kita pulang. Hari sudah mulai senja. Kita cari makanan juga ya" Ucap Yunma cepat.
Buk Rosa yang sempat terdiam pun kini sudah berdiri dan membantu suaminya untuk bangun.
Tidak berapa lama, buk Rosa beserta keluarga sudah sampai dirumah reot itu. Sebuah rumah yang mereka anggap adalah gubuk tua yang tidak layak untuk di tempati. Kini mereka kembali lagi dan harus tinggal dirumah itu.
Joni membuka pintu itu, lalu ia masuk setelah pintu terbuka dengan menopang tubuh ayahnya yang masih sakit.
"Jon. Beliin makanan dulu yang dekat-dekat sini aja" Titah buk Rosa seraya memberikan dua lembar uang seratus ribu.
Joni hanya mengangguk mengiyakan, lalu pergi untuk mencari makanan untuk mereka makan malam ini.
__ADS_1
Sesampainya di warung makan.
"Mbak, nasinya ya empat sama lauknya juga empat. Ditambahin aja sama sayurnya sedikit" Ucap Joni tanpa melihat wajah sang penjual.
"Iya mas. Eh, kamu bukannya Joni ya!" Tegur wanita itu ramah.
"Iya, mbak siapa ya?" Tanya Joni balik.
"Masak kamu lupa sama saya. Saya Sinta. Kita satu sekolahan loh waktu SMP" Balasnya mengingatkan.
Joni nampak diam seraya mengingat-ingat kembali sewaktu dia masih SMP.
"Ohh kamu Sinta yang cupu itu. Ehh maaf. Maksudnya yang gak suka bicara itu" Jawab Joni tergagap.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Jangan lupa ya! like dan komennya
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.
__ADS_1