Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 60 Ruang Operasi


__ADS_3

Bab 60 Ruang Operasi


"Baiklah. Sampai bertemu lagi!" Balas Rio dengan senyuman manisnya.


Rian pun kini berjalan menuju mobil dan segera masuk kesana.


Mobil ambulans pun segera melaju, lalu di susul juga oleh mobil yang di tumpangi oleh Wisnu dan Genisa.


Wisnu segera menarik Genisa kedalam pelukannya dengan erat, "Berhentilah menangis! Aku tidak sanggup melihat mu seperti ini" Kata Wisnu menenangkan istrinya.


"Mas, apa kak Joni akan baik-baik saja. Aku sangat menghawatirkan dia" Ucap Genisa yang masih terisak pilu. Memikirkan sang kakak yang tertembak sungguh membuat Genisa merasa sangat sesak. Panik, khawatir serta ketakutan bercampur jadi satu.


"Berdoalah, semoga dia akan baik-baik saja" Balas Wisnu yang masih memeluk istrinya. Tidak ingin melepaskannya walau hanya sekejap.


"Maafkan aku Genisa. Semua ini karena salah ku. Jika saja Joni tidak menghadang peluru itu, mungkin akulah yang berada di ambulans itu. Aku akan membalas berkali-kali lipat dari ini. Tunggu saja apa yang akan aku lakukan kepada mereka yang melukai keluarga ku" Batin Wisnu. Tatapannya begitu kosong, Rian yang melihat itu kenal betul bahwa tuannya saat ini sedang berpikir keras akan masalah yang dia hadapi saat ini.


"Tuan. Rio melaporkan bahwa Herlangga sudah kabur dari gedung itu!" Ucap Rian setelah Wisnu sudah sedikit santai.


"Tangkap dia dan bawa dia kehadapan ku" Ucap Wisnu datar. Rahang bawah nya mulai mengeras, mengingat nama itu sungguh membuat jiwa membunuh Wisnu meronta-ronta. Bagaikan seekor singa yang siap untuk mencabik-cabik mangsanya.


"Baik tuan" Jawab Rian tegas.


Sesampainya di rumah sakit.


Joni segera diberikan penanganan khusus oleh Dokter di sana.


Nampak seorang wanita berlari dengan kencang menuju ruang operasi.

__ADS_1


"Genisa, apa yang terjadi kepada Joni?" Tanya Yunma cepat kala baru sampai di sana.


Genisa menatap kakaknya dengan ragu, lalu beralih kepada Wisnu. Nampak Wisnu hanya mengangguk. Hal itu membuat Yunma semakin bingung.


"Kak Joni tertembak peluru Bram kak. Dia berusaha melindungi mas Wisnu dari tembakan itu dan akhirnya dialah yang menjadi korban nya" Jelas Genisa.


"Dia masih ditangani Dokter saat ini. Kita juga sedang menunggu kabar dari Dokter" Lanjut Genisa.


Yunma terdiam sejenak, lalu tubuhnya tiba-tiba terasa mulai Limpung.


Seketika dengan cepat, Rian menangkap tubuh Yunma dan membawanya kedalam pelukannya yang hampir terjatuh kelantai.


Dua pasang mata saling bertemu cukup lama, manik mata indah itu pun seketika menghipnotis Yunma.


"Berhati-hatilah. Jika ingin pingsan jangan di sini" Ucap Rian ketus. Seketika ucapan itu menyadarkan Yunma.


"Kak, ayo duduk dulu. Kakak pasti sangat syok mendengar kabar ini. Semoga saja kak Joni baik-baik saja" Ucap Genisa. lalu membawa Yunma untuk duduk di salah satu bangku yang ada di sana.


2 Jam pun berlalu.


Tiba-tiba seorang Dokter keluar dari ruangan operasi. Hal itu membuat perhatian Keluarga Joni beralih kepada Dokter itu.


"Dok bagaimana keadaan Joni?" Tanya Wisnu cepat.


Dibandingkan yang lainnya. Wisnu lah yang nampak sangat khawatir, dan gelisah memikirkan Joni. Bukan tanpa alasan, Wisnu merasa sangat bersalah karena hal ini.


Yunma dan Genisa mulai mendekat, dan juga ingin tau tentang keadaan Joni saat ini.

__ADS_1


"Joni banyak kehilangan darah saat ini. keadaan nya sangat kritis. Berdoalah semoga tuhan memberikan keajaiban untuknya" Ucap Dokter itu.


Seketika suara tangis Yunma dan Genisa pun pecah di sana.


"Kak Joni. Jangan meninggalkan kami!" Lirih Genisa dengan suara isakkan yang kian mengeras.


Wisnu semakin merasa bersalah, sesekali ia menyeka air matanya yang ingin tumpah.


"Joni. Dimana Joni?" Sebuah suara mengalihkan perhatian semua orang.


Bagaimana tidak? Seorang wanita dengan baju yang berlumur darah berlari seperti orang gila mulai mendekati ruang operasi.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.

__ADS_1


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2