
Bab 14 Makan Malam
"Wisnu? Ayo makan!" Tawar Yunma Ramah.
Seketika Buk Rosa dan suaminya tercengang melihat tingkah anaknya.
"Yunma! Apa-apaan sih" Tegus buk Rosa tidak suka.
"Mi. udah! Mama gak boleh gitu" Balas Yunma yang juga mendelikkan matanya kepada ibunya.
Wisnu yang dipanggil pun akhirnya mendekat.
"Ayo makan bersama-sama!" Ajak Yunma Lagi.
Wisnu terkekeh, "Kakak lagi membuat drama ya. Sejak kapan kakak berubah baik seperti ini" Sindir Wisnu sinis.
Yunma menatap tajam kearah Wisnu. Lalu kembali tersenyum manis, menyembunyikan kemarahan yang bergejolak didalam benaknya.
"Kitakan keluarga! Jadi kenapa tidak?" Ucap Yunma dengan senyuman manisnya. Rasanya mau muntah jika harus berpura-pura baik kepada Wisnu. Namun ia lakukan itu demi harta yang dimiliki Wisnu.
"Yunma? Kamu kenapa sih? Jangan ajak-ajak dia makan disini. Mami jijik" Ucap Buk Rosa dengan sombongnya.
Yunma dan Joni melotot, menatap maminya sejenak lalu kemudian beralih kepada Wisnu.
Nampak Wisnu mengulas senyuman liciknya. Itu terlihat sama sewaktu dia mempermalukan Joni dan Yunma di Kantor Anatarna Grup.
__ADS_1
"Mi. Mami jangan begitu. Joni yakin, Wisnu adalah orang yang sangat anti kotor. Percayalah" Ucap Joni cepat.
"Silahkan duduk Wisnu. Kalau perlu, duduklah disampingku!" Tawarnya lagu dengan ramah.
Hal itu membuat buk Rosa dan suaminya semakin bingung melihat kedua anaknya ini. Bagaimana bisa? Dalan satu hari mereka langsung seakrab ini.
Wisnu duduk di samping Joni sesuai dengan apa yang Joni katakan. Tanpa harus membantah.
"Aku boleh makan sekarang" Ucap Wisnu dengan senyuman manisnya. Joni hanya mengangguk sedikit dengan senyuman kecut.
"Mami pergi saja. Mami tidak ingin makan bersama Wisnu" Ucap buk Rosa ketus. Lalu berdiri dari duduknya dan hendak pergi.
"Joni suruh ibumu duduk kembali" Tiba-tiba suara Wisnu berubah dingin. Auranya sangat berbeda saat ini.
"Kalian ini kenapa takut sama dia" Bentak Buk Rosa.
"Dia hanya seorang anak yatim-piatu dan pria termiskin di dunia. Aku tidak akan tunduk padanya" Bantah Buk Rosa lagi.
"Iya, kalian itu kenapa? Wisnu cepat pergi dari sini" Usir Pak Bristama kepada Wisnu.
"Hahahah? Siapa yang bisa mengusirku dari rumah ini?" Wisnu berdiri lalu berlenggang pergi dengan tawa yang mengiringi kepergian nya.
"Sudah gak waras tu anak" Celetus Buk Rosa yang masih tersulut oleh emosi.
Kini ia kembali duduk. Dengan sedikit mengatur nafas panjang. Lalu tatapannya beralih kepada kedua anaknya Yunma dan Joni yang masih tertunduk diam.
__ADS_1
"Kalian itu kenapa tiba-tiba baik sama Wisnu? Sudah di guna-guna sama tu anak?" Celetus buk Rosa. Wajahnya memerah karena menahan amarahnya sejak tadi.
"Mi. Wisnu itu adalah,,,,,,," Ucapan Joni terhenti disaat ibunya sudah lebih dulu menyalip.
"Adalah Presdir? Bener kayaknya anak-anak kita sudah di guna-guna sama tu anak" Potong buk Rosa.
"Mi, Joni benar. Kami pergi ke Kantor pusat Anatarna Grup sejak pagi tadi. Dan Presdir itu adalah Wisnu. Jika mami terus seperti ini dan membuat Wisnu semakin marah, semua harta kita akan dibekukan mi dan perusahaan kita juga akan bangkrut" Jelas Yunma serius. Nampak Joni mengangguk membenarkan semua perkataan kakaknya.
Buk Rosa nampak diam, begitupun dengan pak Bristama yang nampak terkejut akan penuturan anaknya itu.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Jangan lupa ya! like dan komen
__ADS_1