Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 17 Sakit perut


__ADS_3

Bab 17 Sakit perut


"Hahahha. Kakek bercanda nak. Kakek tau kamu sibuk. Jadi karena itu kakek pergi kesini menghampiri mu" Balasnya dengan senyuman manisnya.


Setelah berbincang-bincang sejenak. Kakek kembali kerumahnya dengan ditemani ajudannya. Ternyata pria yang sudah tidak muda lagi itu yang biasa Wisnu panggil dengan sebutan kakek hanya merindukan dirinya. Seperti layaknya seorang kakek dan cucu.


Wisnu begitu senang. Ternyata kakeknya begitu perhatian kepadanya.


Sore harinya.


Wisnu sudah berada dihalaman rumah mertuanya.


"Tu dia anak gak tau diri itu ma" Ucap Anis menunjuk Wisnu yang baru datang.


Wisnu terlihat santai. Dia sudah tau kalau ini pasti akan terjadi setelah ibu mertuanya melihat dirinya di kantor Anatarna Grup tadi.


Buk Rosa nampak berdiri dengan wajah yang menggeram.


"Kamu itu memang pembohong nomor satu ya! Kamu apakan anak-anak ku sehingga mempercayai perkataan mu. Sudah jadi pecundang tetap saja pecundang. Mengaku sebagai Presdir perusahaan Anatarna Grup? Sungguh memalukan jika kamu kenyataannya hanya seorang OB" Ucap Buk Rosa ketus.


"Iya benar. Dasar pecundang" Timpal Anis.


"Yang mengatakan aku Presdir siapa Mi?" Tanya Wisnu dengan wajah tanpa dosa.


Buk Rosa nampak diam sejenak.


"Bukannya kamu yang bicara sama Yunma dan Joni. Sehingga mereka begitu mempercayai perkataan mu itu" Jawab mertuanya lagi.


"Itu kan kata mereka Mi, bukan kata aku. Jadi bukan salah aku dong" Balas Wisnu lagi.


"Berani ya kamu menjawab seperti itu" Ujar buk Rosa kesal.

__ADS_1


"Aku hanya bicara apa adanya mi. Aku tidak mengaku-ngaku sebagai presdir. dan aku tidak tau apa-apa" Jawabnya tegas. Lalu pergi meninggalkan mertua dan kakak iparnya begitu saja diteras rumah.


"Wisnu sudah berani kurang ajar mi sama kita. Sebaiknya kita buat pelajaran untuk dia" Ucap Anis dengan ide liciknya.


"Apa?" Tanya buk Rosa.


"Kita beri dia obat mencret biar kapok tuh orang" Balas Anis dengan senyuman liciknya.


"Boleh juga" Jawab buk Rosa.


Malam harinya.


Makan malam kali ini, buk Rosa sengaja mengajak Wisnu dan Genisa untuk makan bersama di meja makan.


Nampak Anis dan Buk Rosa tersenyum tipis.


"Ini, mami bikin kan kamu air jus" Ucap buk Rosa ramah. Lalu memberikan segelas air jus jeruk kepada Wisnu.


Wisnu tersenyum manis. Lalu mengambil air itu dari tangan mertuanya.


Ternyata, untuk menghindari kecurigaan semua orang, Buk Rosa sengaja membuat jus untuk semua orang. Namun untuk yang punya Wisnu dibuat dengan spesial darinya.


"Hanya butuh dua menit, kamu akan merasakan sakitnya" Batin Buk Rosa tersenyum licik.


Dua menit kemudian.


Kroookkkk


Kriuukkkk


Tiba-tiba, perut terasa melilit.

__ADS_1


Prottttttt


Prottttttt


Sebuah gas yang sangat busuk menghembus keluar dari sesuatu yang tidak terpikirkan.


Wajah buk Rosa memerah.


Prottttttt


Prottttttt


Wajah Anis juga memerah karena merasa malu.


Buk Rosa dan Anis berlari sekencang mungkin menuju WC. Keduanya merasakan sakit perut yang hebat.


"Mami dulu Anis. kamu cari WC lain saja" Teriak mami tidak terima disaat Menantu nya Anis sudah lebih dulu masuk kedalam WC yang ada didekat dapur.


Sementara itu, Wisnu tersenyum tipis. menatap kedua orang itu dengan senyuman kemenangan.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan lkomen karya ini ya.


Jangan lupa ya! like dan komennya


__ADS_2