Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 93 Tamat


__ADS_3

Bab 93


Setelah semuanya menyetujui. Mereka semua pun mulai mempersiapkan segala sesuatu nya untuk acara syukuran besok pagi.


Keesokan paginya.


Pagi-pagi sekali semua orang sudah bangun dari tidurnya. Dan mulai bersiap-siap untuk acara syukuran yang di adakan pagi ini.


Walaupun terkesan dadakan. Namun mereka tetap antusias dan menjalani semuanya dengan sungguh-sungguh.


Acara pun di mulai.


Seorang ustad yang sengaja Wisnu undang pun mulai membacakan doa.


Para anak yatim-piatu juga ikut andil dalam acara ini. Selain untuk merayakan syukuran, Wisnu juga berniat untuk memberikan sedekah kepada anak yatim-piatu untuk mendoakan keluarganya senantiasa selalu didalam kesehatan dan keselamatan. Selain itu juga, Wisnu ingin mengirimkan doa untuk kedua orang tuanya yang sudah meninggal, serta kakek Liu yang juga sudah lebih dulu meninggalkan nya di dunia ini.


Setelah Doa selesai di panjatkan. Acara makan-makan pun di mulai.


Wisnu menatap semua orang dengan wajah yang begitu bahagia. Ia begitu bersyukur, dari kepedihan yang ia rasa di masalalu kini berbuah manis.


Semuanya pun menikmati makanan yang terhidang dengan penuh suka cita.


"Assalamualaikum"


Seketika semua orang menatap kearah suara.


"Sinta? Kau datang! Silahkan duduk!" Ucap Genisa ramah.


Sinta mengangguk pelan, sejenak pandangannya mengarah kepada Joni yang sedang duduk di samping Wisnu.


"Terimakasih" Ucap Sinta kemudian. Lalu ia mengikuti Genisa dan ikut duduk disana.


Acar pun kembali di mulai. Setelah acara makan-makan, kini giliran ustadz menyampaikan tausiyah nya.

__ADS_1


1 Jam berlalu. Acara syukuran pun selesai. Semua orang pun kembali di sibukkan dengan membersihkan sisa-sisa acara.


Di sebuah taman.


Bunga-bunga indah yang bermekaran pagi ini pun menambah kesan yang begitu membahagiakan bagi keluarga Wisnu.


Nampak dua sejoli sedang berdiri seraya menatap kolam ikan disana.


Keheningan pun terasa begitu membosankan, sebab tidak ada satu pun di antara mereka yang mau berbicara.


"Sinta!" Seru Sinta.


"Joni!" Seru Joni.


"Aku mau bicara!" Ucap Joni dan Sinta serempak.


Mereka berdua pun kembali terdiam dengan begitu gugupnya.


Sinta sedikit menoleh kepada Joni dengan ragu.


"Aku minta maaf karena aku, kamu menjadi seperti ini" Ucap Sinta.


"Aku sudah memaafkan mu Sinta" Jawab Joni.


"Apa kamu tidak marah jika seandainya aku melukai mu?" Tanya Sinta.


Joni menatap Sinta dengan dalam, "Mati di tanganmu aku rela. Aku tau, kamu melakukan semua itu karena terpaksa. Aku tidak akan marah jika itu untuk keselamatan mu. Hanya saja, aku akan marah jika kamu tidak terus terang kepadaku" Jawab Joni.


"Aku harap kamu tidak membenci ku"


"Bagaimana mungkin aku membenci mu? Aku sangat mencintai mu Sinta. Mau kah kamu menikah dengan ku?" Ucap Joni langsung to the poin.


Nampak Sinta menatap Joni dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Aku mau" Ucap Sinta yang sudah mengeluarkan air mata kebahagiaan nya.


Joni pun tersenyum bahagia, tanpa menunggu lama ia segera memeluk Sinta dengan erat.


"Yeiiii. Selamat" Teriak semua orang. Wisnu dan keluarga nya berjalan mendekati Joni dan Sinta dengan senyum kebahagiaan.


Seketika kedua sejoli itu tersenyum malu. Lalu melepaskan pelukan mereka masing-masing.


Ternyata, sejak tadi mereka semua sedang mengintip di balik pintu dekat taman dan menguping pembicaraan Joni dan Sinta.


Semuanya pun saling berpelukan dan mengucapkan selamat.


.


.


.


.


...๐ŸŒบTAMAT๐ŸŒบ...


๐ŸŒผHai Hai Hai.


Akhirnya cerita ini tamat juga. Author sangat berterimakasih kepada seluruh pembaca setia Rafizqi yang telah mendukung Author sehingga Author bisa menyelesaikan cerita ini. Walaupun karya ini jauh dari kata sempurna, namun author sangat berterimakasih atas apresiasi kalian yang selalu mensupport Author untuk terus maju. Berkat dukungan kalian juga, karya ini di nobatkan sebagai juara ketiga di event Mengubah Takdir (Pria). Jangan lupa mampir ke karya Rafizqi yang lainnya juga ya. Semoga cerita yang Author buat bisa menginspirasi kalian.


Pesan: Melalui cerita ini, kita belajar bahwa harta dan kekayaan bukanlah sesuatu yang harus kita sombongkan. dan yang paling penting, jangan menghina derajat seseorang hanya karena seseorang itu miskin. Kalian tau istilah roda kehidupan pasti berputar . Jadi, tetaplah rendah hati walaupun engkau memiliki banyak harta. Semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan. Jangankan Harta. Nyawa yang kita miliki saja adalah sebuah titipan.


Sekian dari author. Author ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya.

__ADS_1


__ADS_2