
Bab 87
"Sudahlah. Aku akan membereskan mereka. Kamu jangan khawatir lagi" Balas Wisnu dengan sudah memeluk erat tubuh Genisa.
Di ruangan lain.
Nampak dua wanita menggedor-gedor pintu itu dengan kasar.
"Hei buka pintunya! Berani sekali kalian mengurung anak dari keluarga Liu" Teriak Buk Sonia tidak terima.
"Jika saja ayah ku masih hidup. Kalian tidak akan aku maafkan" Teriak Buk Sonia lagi ketika tidak mendapat jawaban dari luar.
Buk Sonia terduduk dengan wajah yang frustasi.
"Bagaimana ini ma?" Tanya Clara.
Buk Sonia berdiri dengan menatap tajam kearah anaknya.
"Ini semua gara-gara kamu. Kalau saja kamu tidak membuat ide untuk mengusir Genisa, kita tidak akan seperti ini"
"Tapi ma. Aku benci banget sama dia" Rengek Clara tidak terima.
Krekkkkkk.
Clara dan buk Sonia terdiam kala mendengar suara pintu di buka dari luar seraya menatap pintu itu dengan penuh harap.
"Wisnu!" Seru Clara dengan memasang wajah memelas kala mendapati siapa yang telah membuka pintu itu.
__ADS_1
"Wisnu maafkan aku. Aku benar-benar menyesal. Apa kau tega mengurung saudara mu sendiri di dalam gudang ini?" Rengek Clara dengan wajah penuh harap.
"Benar Wisnu. Kami sudah menyesal sekarang, dan kami tidak akan mengulanginya lagi" Timpal Buk Sonia.
Wisnu menatap kedua wanita itu dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.
"Kalian tau? Aku datang ke sini bukan untuk memaafkan kalian, atau pun ingin kalian tinggal bersama ku lagi. Aku akan memperjelas kan semua kepada Tante dan juga Clara. Terutama kamu Clara" Ujar Wisnu.
"Aku tidak pernah mencintai kamu sedikit pun. Itu sudah aku katakan sewaktu kita di rumah sakit waktu itu. Aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku sendiri. Begitu pun dengan Tante yang sudah aku anggap sebagai ibu ku sendiri. Namun melihat cara kalian memperlakukan istriku seperti ini, maka dengan terpaksa aku akan mengusir kalian dari rumah ini. Dan tidak akan pernah mengijinkan kalian untuk kembali lagi kesini" Lanjut Wisnu dengan tegas.
"Tidak Wisnu. Aku ingin di sini bersama mu" Tolak Clara cepat kala mendengar penuturan Wisnu.
Wisnu hanya tersenyum miring, "Itu tidak akan terulang lagi Clara. Jangan menjadi wanita rendahan yang menginginkan suami orang lain" Ucap Wisnu dengan senyuman meremehkan.
Mendengar itu, Clara tersentak. Tatapan matanya seakan tidak percaya mendengar perkataan itu keluar dari mulut Wisnu.
"Melihat wanita seperti mu, aku merasa sangat jijik. Mulai sekarang jangan pernah kembali di kehidupan ku lagi" Bentak Wisnu. Clara merasakan hatinya begitu hancur berkeping-keping.
"Ayo Ma kita pergi dari sini" Ucap Clara. Ia segera meraih tangan ibunya dan membawanya pergi dari sana.
"Tunggu Clara!"
Clara yang sudah hendak pergi, seketika menghentikan langkahnya. Sejenak, nampak Ia tersenyum tipis. Lalu kembali memasang wajah sedihnya sebelum berbalik menghadap kepada Wisnu.
"Aku tau kau tidak akan setega ini mengusir ku Wisnu" Ucap Clara dengan penuh percaya diri.
Wisnu mendecah, "Percaya diri mu terlalu besar Clara. Aku hanya ingin menyampaikan, bahwa seterusnya kau dan ibu mu tidak lagi di ijinkan untuk menempati rumah utama keluarga Liu. Serta aset-aset yang mengatas namakan Keluarga Liu akan segera aku sita. Jadi pergilah sejauh mungkin dari hidup ku" Ucap Wisnu dengan senyuman tipisnya.
__ADS_1
Clara kembali di buat geram, "Dasar laki-laki brengsek" Umpat Clara.
"Pengawal! Usir mereka!" Teriak Wisnu.
Dua orang pengawal pun menghampiri Clara dan Buk Sonia. Dan siap untuk mengusir mereka ke jalanan.
"Aku bisa pergi sendiri" Bentak Clara tidak terima. Lalu ia pun segera pergi dari sana dengan membawa kekesalan yang begitu dalam.
Di depan sebuah pagar besi rumah Wisnu.
Nampak Mata Clara menatap sebuah koridor atas dengan tatapan tajam.
"Aku akan membuat perhitungan kepada mu Genisa" Batin Clara geram.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu
__ADS_1