
Bab 83
"Hahhh. Kenapa Wisnu? Kenapa kamu malah mencintai Dia?" Teriak Clara dengan geram serta di temani dengan suara isakkan tangisnya yang sudah tidak bisa ia tahan.
"Clara? Clara? Kamu kenapa sayang?" Seru Buk Sonia dari luar dengan penuh kekhawatiran.
Clara sama sekali tidak menggubris teriakan ibunya dari luar. Ia hanya menangis di sudut dinding dengan membenamkan wajahnya di balik bantal yang ia pegang.
"Aku bersumpah. Aku akan membuat kalian berpisah" Ucap Clara dengan geram.
Malam semakin larut.
Namun Wisnu juga tidak kembali. Begitu pun dengan Genisa. Hal itu tentu membuat Clara semakin membenci Genisa.
"Jika aku tidak bisa memiliki mu Wisnu, maka Genisa juga tidak akan memiliki mu" Ujar Clara lagi dengan kesal.
Clara yang semula berada di balkon atas, kini kembali ke kamar miliknya yang tempatnya tidak terlalu jauh dari sana.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Wisnu dan Genisa sudah pulang ke rumah kediaman mereka.
Mobil yang Wisnu bawa pun sudah terparkir tepat di depan halaman rumah.
Seperti biasa, Genisa berjalan berdampingan bersama Wisnu dengan sebelah tangannya menggandeng mesra lengan Wisnu seraya berjalan masuk kedalam rumah.
Clara yang sudah berada di ruang dapur menatap tidak suka kepada Wisnu dan Genisa.
__ADS_1
"Tenangkan perasaan mu Clara. Jangan terpancing semudah ini" Ucap Clara di dalam hatinya. Clara sedikit menarik nafas dalam, lalu menghembuskan nya perlahan sebelum berjalan menghampiri Wisnu dan Genisa.
"Kalian baru pulang? Aku khawatir banget karena kalian gak memberi kabar sama sekali" Ucap Clara yang langsung menghentikan langkah Wisnu dan Genisa.
"Eh kamu Clara. Maaf, semalam kita tidur di hotel di dekat rumah sakit. Seharusnya kamu jangan terlalu sibuk untuk menunggu kami!" Jawab Wisnu.
"Oh begitu. Ya sudah, yang penting kalian sudah kembali. Oh ya Genisa, jika kalian mau sarapan, aku sudah menyiapkan sarapannya" Ucap Clara lagi dengan sedikit tersenyum tipis. Lalu pergi begitu saja.
"Tumben dia perhatian banget. Selama Wisnu pergi dari rumah, sikap Clara tidak semanis ini" Batin Genisa Curiga.
"Sayang! Kenapa?" Tanya Wisnu.
Seketika Genisa terbuyar dari lamunannya.
"Ah tidak mas. Aku baik-baik saja kok" Ucap Genisa cepat.
"Iya mas hati-hati" Balas Genisa tersenyum manis.
"Kamu juga. Baik-baik lah di rumah. Mas akan segera kembali" Ujar Wisnu dengan mencium pucuk kening Genisa dengan lembut.
"Iya mas" Jawab Genisa. Lalu mencium punggung tangan suaminya.
Wisnu pun pergi dari sana setelah berpamitan kepada Genisa.
Sementara itu, Genisa langsung beranjak dari sana setelah Wisnu pergi.
Tiba-tiba, langkah kaki Genisa terhenti. Seseorang menghentikannya dengan begitu saja.
__ADS_1
"Jangan mentang-mentang kamu istrinya Wisnu, kamu berhak mengatur semua pengawal di sini ya! Kamu dan keluargamu itu hanya sebutir sampah yang menumpang di rumah ayah ku" Ucap Buk Sonia dengan sombongnya.
Mendengar itu, Genisa menatap wanita yang ada di depannya ini dengan tajam.
Genisa dengan cepat menetralkan perasaan nya, ia nampak mengambil nafas panjang sebelum menjawab perkataan wanita yang ada di depannya ini.
"Lalu apa bedanya dengan tante? Bukankah tante juga menumpang di rumah ini? Bukankah sudah Tante ketahui bahwa pewaris tunggal keluarga Liu adalah Wisnu? Bukankah tante juga sebuah sampah yang tidak berharga yang menumpang di rumah suamiku?" Balas Genisa.
"Kamu,,,,,,,,,"
"Ada apa ini?" Potong Wisnu yang sudah kembali ke sana.
"Wisnu!" Ucap buk Sonia yang nampak ketakutan.
Genisa menoleh ke arah suara, "Sayang! kenapa kembali?" Tanya Genisa.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
__ADS_1
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu.