
Bab 74
"Kenapa Wisnu tidak pernah bercerita tentang Clara? Apa mereka sedekat itu, sehingga Clara mengetahui sifat-sifat Wisnu?" Ucap Genisa dengan mata yang mulai berkaca-kaca ingin menangis.
Sementara itu, Clara yang sudah berada di dalam rumah sedikit menoleh kebelakang dengan tersenyum licik.
"Aku akan membuat kamu berpisah bersama Wisnu" Batin Clara.
**
Ditempat lain.
Lebih tepatnya sebuah rumah sederhana yang terlihat sedikit kumuh dengan rumput liar yang menjalar menyusuri dinding-dinding yang sudah berlumut.
Nampak dua buah mobil terparkir sedikit jauh dari rumah itu.
"Kamu yakin Herlangga ada di sini?" Tanya Rian ragu dengan tatapan lurus kedepan.
"Tentu saja dia ada di sana" Jawab Bella ketus.
"Tidak ada penjaga di sana. Bagaimana aku bisa percaya padamu" Ucap Rian lagi yang nampak ragu akan rumah itu.
"Penjaga?"
"Herlangga sudah bangkrut. Apa kau lupa kalian sudah mengambil aset keluarganya? Bagaimana bisa dia membayar seorang pengawal?" Lanjut Bella yang juga merasa sedikit kesal.
"Lalu kenapa kau takut padanya dan menyetujui permintaan nya untuk membunuh tuan Joni?" Tanya Rian yang juga terlihat kesal.
"A-aku. Ahh tidak. Maksud ku, aku tidak takut padanya. Hanya saja sekarang ayahku juga ada di tangan nya. Dan aku kenal betul siapa Herlangga, dia akan melakukan apa yang dia katakan. Jadi aku hanya tidak ingin mengorbankan nyawa keluargaku hanya karena ke egoisan ku" Ujar Bella dengan sedikit terbata-bata.
__ADS_1
"Terimakasih kak!" Ucap Sinta haru dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ok. Sebaiknya kita cepat keluar! Tuan Wisnu pasti sudah menunggu kita" Ucap Rian kemudian. Lalu turun dari dalam mobil.
Mereka semua pun keluar dari dalam mobil itu, "Berpencar, kita kepung rumah ini" Titah Wisnu.
Mereka pun mulai berpencar sesuai dengan instruksi Wisnu.
"Kalian berdua ikuti aku dari belakang! Dan ingat untuk tidak melakukan hal yang tidak aku perintahkan" Ucap Rian tegas kepada Bella dan Sinta.
Wisnu pun berjalan menuju rumah itu melalui halaman depan rumah dengan di temani Rian dan beberapa pengawalnya.
Sementara pengawalnya yang lain melalui arah yang berbeda, menutup segala akses keluar dari rumah itu.
Tanpa di perintah, Rian langsung mendobrak pintu itu dengan sekali tendangan saja.
Pintu itu pun terbuka lebar, seakan mempersilahkan mereka untuk masuk tanpa hambatan sekalipun.
"Apa kau yakin Herlangga ada di sini?" Tanya Wisnu ragu kepada Bella dengan sedikit mengecilkan volume suaranya.
"Aku yakin dia ada disini. Dia pasti sedang bersembunyi. Ayo ikuti aku!" Ucap Bella mantap, lalu berjalan ke depan.
Tanpa ragu, Wisnu pun mengikuti Bella dari belakang.
"Tuan! Apa kau yakin mempercayai dia?" Cegah Rian yang langsung menghentikan langkah Wisnu.
"Ikuti saja dia sekarang" Jawab Wisnu.
Wisnu lalu kembali melanjutkan perjalanan nya mengikuti Bella yang sudah ada di depannya.
__ADS_1
"Syuttttttttt" Bella meletakan jari telunjuknya di depan mulutnya dengan sedikit suara, sebagai isyarat kepada yang lainnya untuk diam.
Mereka semua pun langsung diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Di sini!" Kata Bella dengan menunjukan ke bawah kakinya.
"Di bawah lantai?" Tanya Rian penasaran.
Tanpa menjawab, Bella langsung berjongkok, lalu menepikan sebagian daun-daun yang menutupi lantai itu.
Nampak sebuah pintu masuk yang berukuran kecil, sekitaran kurang dari 50 cmΒ² setiap sudutnya.
"Sekarang kita masuk!" Ujar Wisnu. Tanpa menunggu lagi, Rian langsung membuka pintu ruangan bawah tanah itu.
Sebuah tangga yang begitu panjang. Persis sebuah terowongan bawah tanah. Itulah yang tergambar Di mata mereka saat ini.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author