Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 53 Permintaan Genisa


__ADS_3

Bab 53 Permintaan Genisa


Genisa menatap kedua kakaknya dengan dalam. Ada rasa haru sekaligus bahagia menyelimuti hatinya saat ini melihat kedua kakaknya sudah berubah.


"Mas. Kamu mau kan maafin kak Yunma dan kak Joni?" Tanya Genisa penuh harap.


Wisnu masih menatap kedua iparnya itu dengan tatapan menyelidik.


"Mas!" Seru Genisa sekali lagi dengan sedikit meninggikan volume suaranya.


"Tidak apa jika Wisnu belum bisa memaafkan kami Genisa! Kami akan menunggu kata maaf darinya. Setidaknya kami sudah meminta maaf padanya, masalah memaafkan atau tidak itu adalah hak dia karena dialah yang sudah tersakiti selama ini" Ucap Joni cepat. Sebenarnya sedikit rasa kecewa karena permintaan maafnya tidak dipedulikan oleh Wisnu.


"Sepertinya mereka memang benar-benar sudah berubah" Batin Wisnu.


"Baiklah. Karena kalian sudah menyesali perbuatan kalian selama ini, maka aku akan memaafkan kalian" Lanjut Wisnu sedikit dengan senyuman tipisnya.


Semua orang tersenyum sumringah, terkecuali Dokter Rifaldi dan Rian yang nampak hanya menatap datar.


"Terimakasih ya sayang!" Genisa langsung menghamburkan pelukannya kepada Wisnu.


Sementara itu Yunma dan Joni Hanya tersenyum senang, melihat kebahagiaan ini bisa kembali hadir ditengah-tengah keluarga mereka.


Keesokan harinya.


Sepulang dari rumah sakit, Wisnu merasakan kepalanya yang sedikit sakit karena bergadang sepanjang malam di rumah sakit tadi malam.


"Mas ini air jahenya!" Kata Genisa yang baru sampai dengan membawa secangkir air jahe di tangannya.


"Terimakasih sayang!" Ucap Wisnu seraya mengambil cangkir dari tangan Genisa.


Tanpa berpikir panjang, Wisnu pun langsung menyeruput air Jahe itu.


"Kamu gak kerumah sakit hari ini?" Tanya Wisnu.


"Gak mas, lagian kamu kan masih gak enak badan. Aku dirumah aja dulu" Balas Genisa.

__ADS_1


Wisnu tersenyum tipis, "Baiklah, jika kamu ingin kesana minta antar sama Rian aja!" Kata Wisnu menyarankan lalu kembali menyeruput air jahe yang ada ditangannya.


"Iya mas. Nanti sore aja sekalian mau antar makanan untuk kak Yunma!"


Hening.


"Mas!" Seru Genisa Ragu.


Wisnu sedikit menoleh, "Ada apa?" Tanya Wisnu.


"Setelah Papi sehat. Apa papi sama mami boleh tinggal disini?" Tanya Genisa balik dengan ragu. Wajahnya sedikit menunduk, takut jika suaminya marah atau menolak permintaannya.


"Jika kamu bahagia bersama dengan mereka. Maka mas akan selalu mendukungmu! Lagi pula rumah ini terlalu besar jika hanya kita berdua yang tinggal disini" Ucap Wisnu.


Genisa menatap suaminya dengan mata berbinar. Ada kebahagiaan yang terpancar dari wajah nya.


"Terimakasih mas!" Kata Genisa senang. lalu memeluk tubuh suaminya dengan erat.


******


Beberapa Hari kemudian.


"Iya tuan. Nona Genisa juga sering keluar akhir-akhir ini"


"Ini kesempatan aku untuk membawa Genisa kedalam pelukan ku!" Ucapnya menyeringai licik.


"Kita adakan pertemuan nanti siang untuk menyusun rencana!"


"Baik tuan"


*******


Dirumah sakit.


Joni memapah ayahnya menuju kursi Roda.

__ADS_1


Sudah beberapa hari ini Joni tidak lagi bekerja di Mebel milik Papinya Sinta. Mengingat papinya yang lagi sakit saat ini, mustahil baginya untuk meninggalkan kakaknya Yunma untuk mengurus papinya sendirian dirumah sakit.


"Selamat pagi!" Seru seseorang dari arah pintu. Joni sedikit menoleh lalu senyuman manisnya merekah di bibirnya.


"Kak Yunma bawa papi jalan-jalan keliling rumah sakit dulu ya!"


Tanpa menjawab, Yunma langsung mengambil alih kursi roda dan mendorong kursi roda itu menjauh dari sana.


"Hai Sin. Pagi amat kamu kesini!" Kata Joni.


"Hmmm, iya. Aku mau ngantar sarapan buat kamu dan keluarga!" Ucap Sinta malu-malu. Seraya memberikan rantang stainless berisikan makanan tangannya.


"Gak usah repot-repot loh Sin. Lagi pula aku bisa beli kok didepan" Jawab Joni tidak enak hati.


"Gak apa-apa Jon. Aku seneng kok bisa lakuin ini" Ucap Sinta.


"Terimakasih ya. Kamu memang wanita yang paling baik banget" Kata Joni memuji.


"Ah biasa aja kok Jon. Ya udah, kalau gitu aku pamit pergi dulu ya! Toko gak ada yang jagain soalnya!" Ucap Sinta berpamitan.


"Iya Sin. Sekali lagi terimakasih ya!"


Sinta pun berlalu pergi dari sana setelah urusannya selesai bersama joni.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2