
Bab 63 Serangan Jntung
"Masih di perjalanan menuju rumah sakit ini tuan. Aku mendapat telepon dari kepala pelayan di rumah" Jelas Rian.
"Baik, persiapkan semuanya! Berikan Dokter terbaik yang ada disini dan persiapkan semuanya dengan baik. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kakek" Titah Wisnu.
"Baik tuan" Balas Rian. Rian sedikit menunduk memberi hormat sebelum ia benar-benar meninggalkan Wisnu disana.
Setelah kepergian Rian, Wisnu mengedarkan pandangannya menatap ke seluruh tempat.
"Dimana Genisa?" Lirih Wisnu.
Wisnu sedikit menoleh kebelakang nya menatap Sinta sejenak. Lalu langkah kakinya beranjak pergi dari sana setelahnya.
Mencari keberadaan Genisa sekarang.
Di taman.
"Sayang kamu disini?" Ucap Wisnu.
"Sudah selesai bicaranya?" Tanya Genisa Balik.
"Belum. Kakek serangan jantung dan akan segera kesini" Ungkap Wisnu.
"Apa? Kakek serangan jantung?" Ucap Genisa panik.
"Ayo cepat mas" Genisa segera menarik tangan Wisnu dan menuju ruangan UGD.
Tidak berapa lama, ambulans yang membawa Kakek Liu pun datang.
Wisnu berdiri tepat di samping Genisa. Menatap mobil ambulans dengan wajah yang begitu khawatir.
Beberapa perawat pun mendekati mobil dan membuka pintu belakang mobil.
__ADS_1
Brankar dorong itu pun di tarik keluar, lalu salah satu perawat itu pun memasang roda kaki Brankar dorong tersebut.
"Kakek!" Seru Wisnu khawatir.
Nampak kakek sudah tidak sadarkan diri dengan mulut yang sudah terpasang oleh oksigen yang sengaja di bawa dari rumah tadi.
"Tuan mohon tunggu di luar dulu. Dokter akan memeriksa Tuan Liu terlebih dahulu" Ucap Salah satu perawat yang menghentikan Wisnu yang juga ingin masuk kedalam ruangan.
Dengan hati yang terpaksa, Wisnu menghentikan langkahnya dan menunggu di luar.
Lagi-lagi sesuatu yang buruk terjadi. Orang-orang tersayang selalu berakhir di rumah sakit.
Wisnu duduk dengan wajah tertunduk seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang bertumpu di lutut.
Masalah begitu datang tiba-tiba. Wisnu benar-benar berada diambang kebingungan.
"Mas! Apa kau baik-baik saja?" Tanya Genisa ragu.
Wisnu mengangkat wajahnya lalu menatap istrinya yang juga duduk di sampingnya.
"Apa kau lelah? Berbaringlah di pangkuan ku, tidurlah sejenak" Lanjut Wisnu.
Ya, sejak dari pertempuran di markas Bram itu, mereka sama sekali belum pulang kerumah.
"Tidak mas. Perutku hanya lapar. Sejak pagi aku belum makan, tapi aku gak mau kemana-mana selagi Dokter yang menangani kakek belum keluar" Tutur Genisa.
Wisnu diam sejenak, lalu matanya beralih kepada Rian yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Rian!" Seru Wisnu.
Rian yang merasa di panggil, berjalan mendekati Wisnu.
"Telepon beberapa pengawal untuk berjaga disini. Kamu juga harus beristirahat! Dan jangan lupa untuk mengatakan kepada mereka untuk membelikan makanan" Titah Wisnu.
__ADS_1
"Baik tuan" Jawab Rian.
Tidak berapa lama, beberapa pengawal pun datang dengan membawa makanan yang Wisnu minta.
"Ini makanannya tuan" Kata pengawal itu seraya memberikan makanannya kepada Rian. Rian pun berjalan mendekati Wisnu, lalu menyerahkan makanan itu kepada Wisnu.
Dua kotak nasi lengkap dengan lauk pauknya.
"Ini sayang makanlah!" Ujar Wisnu. Lalu menyuapi istrinya.
Suapan demi suapan pun Wisnu berikan.
"Sayang kenapa kau tidak makan?" Tanya Genisa.
"Aku belum lapar sayang, kau saja!" Tegas Wisnu.
"Tidak. Kamu juga harus makan. Sini! kini giliran aku yang menyuapi mu" Kata Genisa. Lalu mengambil nasi kotak yang masih baru dan mulai menyuapi Wisnu.
Mau tidak mau, Wisnu pun penyetujui untuk makan di sana.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author