Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 72


__ADS_3

Bab 72


"Kalian cepatlah pergi!" Kata Bella setelah melepas semua tali yang terikat di tangan Joni dan Sinta.


"Tapi kakak bagaimana? Ayo kita pergi bersama-sama!" Ajak Sinta.


"Jangan khawatirkan kakak. Kalian pergilah dulu!" Ujar Bella.


"Cepat! Pergilah!" Sergah Bella cepat dengan sedikit mendorong tubuh Joni dan Sinta keluar dari gedung itu melalui pintu rahasia.


"Kakak!"


"Pergilah! Joni tolong jaga adikku!" Pinta Bella penuh harap.


Setelah kepergian Sinta dan Joni. Bella pun segera masuk dan menutup pintu.


Duarrrrrrrrr.


Seketika mata Joni dan Sinta langsung beralih ke arah suara tembakan.


"Genisa!" Ucap Joni tiba-tiba dengan wajah khawatirnya. Joni baru ingat bahwa di gedung itu masih ada Genisa yang harus ia selamatkan.


"Sinta! Kau pergilah dulu. Aku akan pergi menyelamatkan Genisa" Kata Joni dengan mantap.


"Tapi Jon. Disana berbahaya!" Lirih Sinta.


"Aku mohon jangan menahan ku. Adikku masih ada disana" Ujar Joni.


"Baiklah. Kamu hati-hati!" Balas Sinta pasrah.

__ADS_1


"Kamu juga hati-hati ya. Doakan aku! Aku janji akan kembali untuk mu"


Nampak Sinta hanya mengangguk mengiyakan, dengan langkah terpaksa Sinta pun berlalu pergi meninggalkan Joni disana.


Sementara itu, di dalam gedung.


Nampak Wisnu sudah tersungkur kelantai dengan wajah yang begitu serius. Mata Joni beralih kepada seorang pria yang sedang menodongkan pistol ke arah Wisnu. Joni pun secepat kilat berlari ke arah Wisnu di saat pria bernama Bram itu meluncurkan pelurunya dengan sempurna ke arah Wisnu.


"Akhhhhhhhhhh"


"Joni!" Teriak Wisnu lantang dengan wajah yang sangat khawatir.


Flashback off 🌺


"Sejak hari itulah aku melihat Herlangga berlari menjauhi gedung itu. Sialnya mereka menyadari keberadaan ku dan membawaku pergi juga dari sana" Ucap Sinta.


"Dan kakak ku juga di perintahkan hal yang sama olehnya untuk menggantikan aku. Semua ini adalah kesalahan ku. Kakak ku hanya ingin menyelamatkan aku. Maka hukum saja aku, dan bunuh saja aku ini" Pinta Sinta yang sudah berlutut di hadapan Rian dengan pasrah menerima hukuman dari Rian.


"Dari awal aku sudah curiga. Kalian berdua mempunyai maksud tersendiri untuk mendekati anggota keluarga ku"


Seketika mata mereka semua mengarah ke arah pintu. Nampak seorang pria tampan dengan setelan jaz mewah nya berdiri dengan tegap penuh wibawa ketampanan yang membahana di sana.


"Wisnu!" Lirih Bella.


Wisnu berjalan mendekati mereka bertiga dengan sedikit tersenyum tipis.


"Aku akan memaafkan kalian asalkan kalian mengatakan dimana Herlangga bersembunyi!" Kata Wisnu mencoba memberikan penawaran.


Mata Sinta pun langsung mengarah kepada Bella dengan penuh harap, bahwa kakaknya akan menyetujui penawaran yang Wisnu berikan kepada mereka.

__ADS_1


"Maaf saja tidak akan cukup!" Kata Bella membuka suara setelah sejenak terdiam.


"Kakak!" Lirih Sinta dengan sedikit mendelikkan matanya kepada Bella.


"Tidak Sinta. Kita juga butuh keamanan untuk diri kita. Siapa yang akan menjamin itu untuk kita jika kita mengatakan yang sebenarnya" Jelas Bella.


Pukkkkk pukkkk pukkkk.


Terdengar suara tepukan tangan disana, mata mereka kembali beralih ke arah suara.


"Aku selalu kagum akan kecerdasan mu Bella. Apa kau meragukan aku?" Kata Wisnu dengan senyuman menyeringai nya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author

__ADS_1


__ADS_2