
Bab 69
Tidak lama setelah para pengawal itu membawa Bella pergi. Wisnu pun masuk ke dalam ruangan rawat Joni.
"Aku tidak tau jika kamu sangat mengenal Bella. Sehingga kamu begitu hapal akan Fobia yang ia derita" Ucap Wisnu yang baru sampai.
Seketika Rian menoleh ke belakang, "Tuan!" Rian langsung menunduk seraya memberi hormat.
"Saya hanya pernah melihatnya saja tuan. Jadi saya berasumsi bahwa Bella memiliki Fobia waktu itu. Karena dugaan kita benar bahwa Bella adalah dalang dari ini semua, jadi saya hanya bersiap-siap saja jika itu benar adalah Bella" jelas Rian.
" Ternyata Kau begitu memperhatikan Bella"Β
"Tidak tuan. Ini hanya kebetulan saja" Jelas Rian.
Wisnu hanya tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalanya pelan seraya berjalan mendekati Joni.
"Apa sebenarnya hubungan antara Bella dan Joni sehingga Bella sangat ingin membunuh Joni? Lalu kenapa aku merasa masalah ini semua berhubungan dengan ku" Kata Wisnu dengan kening yang mengkerut memikirkan masalah yang ia hadapi saat ini.
Rian yang mendengar itu pun segera menjawab.
"Sebaiknya kita segera menemui wanita itu tuan. Agar kita mengetahui jawaban nya" Ujar Rian.
Wisnu beralih menatap Rian yang berada di belakang nya.
"Baik. Ayo kita pergi sekarang! Namun kamu tugaskan dulu beberapa pengawak untuk menjaga ruangan ini. Aku takut akan ada orang lain lagi yang mencoba kesini untuk membunuh Joni" Titah Wisnu.Β
Tanpa menjawab, Rian hanya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Wisnu kembali menatap Joni dengan dalam, "Bertahanlah! Aku akan menyelesaikan semua ini" Ucap Wisnu sebelum ia benar-benar pergi dari sana.
Rian pun langsung menyusul Wisnu yang sudah lebih dulu berjalan menjauhi ruangan Joni.
*****
Di sebuah ruangan kosong. Seorang wanita yang hanya berteman kan sebuah kursi yang sekarang sedang terikat bersama dirinya.
Gyurrrrrrrrrrrr.
Seketika Bella yang masih pingsan merasakan sesuatu menghantam wajahnya. Nafasnya seakan tertahan sehingga mengharuskan ia untuk terbangun dari pingsannya.
Bella menggeliat, matanya mulai membuka perlahan.
Ia melihat di sekeliling, nampak dua orang pria sedang berdiri di depannya. Dengan seorang pria sedang memegang sebuah ember kosong, lalu Bella beralih kepada tubuhnya yang sudah basah kuyup.
Ternyata, dengan sengaja pengawal itu menyiram wajah Bella dengan air sesuai dengan perintah Rian.
Rian seketika masuk ke dalam ruangan. Mata Bella beralih kepada Rian dengan tatapan tajam.
"Syukurlah kau sudah bangun. Aku ada beberapa pertanyaan untuk mu" Ucap Rian dengan sedikit melonggarkan dasinya. Seraya tangan sebelah kirinya mengambil sebuah kursi lalu mensejajarkan kursi itu dengan kursi Bella dan duduk dengan menghadap Bella yang masih terikat di Kursi itu.
Nampak Bella tidak menjawab dan hanya melayangkan tatapan tajam penuh kebencian.
"Sangat di sayangkan. Wajahmu begitu cantik, penuh dengan prestasi yang tidak semua orang bisa mendapatkannya, lalu kenapa kau ingin membunuh seseorang?" Ucap Rian membuka suara.
"Itu bukan urusan mu" Jawab Bella ketus.
__ADS_1
"Tentu saja itu adalah urusan ku. Karena ini menyangkut keluarga Liu" Ujar Rian tegas.
"Aku tidak akan mengatakan apapun kepadamu" Kata Bella dengan mendelikkan matanya tidak suka.
"Jangan memaksaku untuk melakukan hal yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya" Ancam Rian.
Rian langsung berdiri, hal itu membuat perhatian Bella tidak berhenti memperhatikan Rian. Yang paling penting, apa yang ingin Rian lakukan? Itulah yang Bella pikirkan.
Tiga orang berseragam polisi tadi pun kembali masuk ke dalam ruangan sesuai perintah Rian.
Bella kembali merasakan tubuhnya yang gemetar ketakutan. Matanya melotot sempurna, nafasnya seakan memburu.
"Pergi! Pergi!" Usir Bella dengan wajah yang sudah di basahi keringat dingin.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author