Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 57 Sebuah Gedung Tua


__ADS_3

Bab 57 Sebuah Gedung Tua


Tidak berapa lama. Mobil yang Wisnu tumpangi pun berhenti tepat di sebuah parkiran rumah sakit Cempaka. Rumah sakit yang terbilang untuk pasien kalangan bawah.


Wisnu keluar dari dalam mobil, lalu disusul oleh kakek Liu dibelakangnya.


Mereka semua bergegas menuju kamar rawat yang sekarang sedang merawat Rian.


Wisnu berdiri tepat di samping Brankar dorong milik Rian.


Rian yang masih terlelap, seketika terbangun.


"Tu-Tuan!" Lirih Rian.


Wisnu menatap Rian dengan dalam, "Ma-maafkan a-aku Tu-tuan. Karena a-aku tidak bisa menjaga Nona dengan baik" Ucap Rian terbata-bata.


Dengan susah payah Rian mengungkapkan semua kejadiannya siang tadi Sewaktu mereka di hadang seseorang ditengah jalan.


"Kami di hadang oleh seseorang ditengah jalan. Aku berniat ingin memeriksa orang itu. Namun tidak disangka ternyata itu adalah jebakan dan mereka membawa Nona pergi. Semua ini adalah ulah Herlangga tuan"


"Begitulah ceritanya Tuan!" Kata Rian setelah selesai menceritakan semuanya kepada Wisnu.


"Jadi ini perbuatan Herlangga!" Kata Wisnu yang sudah mulai menggeram.


"Sepertinya dia ingin melawanku kali ini. Aku akan membuat perhitungan jika aku menemukan mu Herlangga" Lanjut Wisnu lagi dengan mengepal keras kedua tangannya yang sudah menggeram.


Pagi pun menyapa. Sinar mentari sudah menunjukan wujudnya.


Wisnu kembali bergegas untuk mencari Genisa. Semuanya ia tinggalkan demi untuk mencari Genisa.


Sementara itu dirumah sakit.


"Kamu jaga Papi ya! Aku mau mencari Genisa" Kata Joni memerintahkan Kakaknya Yunma.


"Iya. Semoga Genisa cepat ketemu. Kamu hati!"

__ADS_1


Joni pun berlalu pergi dari sana. Entah harus kemana ia mencari? Setidaknya ia berusaha untuk mencari Genisa kemanapun ia bisa melangkah.


Di parkiran.


"Jon disini!" Teriak Sinta seraya melambaikan tangannya.


Joni termangu menatap Sinta dengan heran lalu berjalan mendekat.


"Ayo naik!" Kata Sinta menawarkan tumpangan.


"Kemana? Aku sedang......"


"Udah naik aja. Kamu mau mencari adik mu kan? Ayo aku temani" Kata Sinta memotong perkataan Joni.


"Kamu tau dari mana?" Tanya Joni.


"Dari kak Yunma" Balas Sinta seraya tersenyum manis.


"Mau naik gak? Ayo kita cari Genisa sama-sama!" Lanjut Sinta lagi. Dengan langkah terpaksa Joni pun berjalan mendekat dan menaiki motor yang dikendarai Sinta.


"Kita mau cari kemana dulu nih?" Tanya Sinta sedikit berteriak. Karena keadaan masih dalam perjalan, Sinta terpaksa meninggikan suaranya karena dapat dipastikan suaranya tidak akan terdengar oleh Joni yang ada dibelakangnya.


"Aku juga gak tau Sin. Jika Genisa di culik itu, apa mungkin Genisa akan berkeliaran di kota ini" Balas Joni.


"Masuk akal sih. Menurut film-film di Tv. Biasanya jika seseorang di culik itu kadang di bawa ke tempat-tempat sepi atau di rumah kosong yang gak banyak penghuninya" Jawab Sinta.


"Apa kamu tau di daerah kota ini tempat-tempat yang seperti itu?" Tanya Joni.


"Ya ada sih yang menurut aku itu tempatnya yang rawan jadi tempat penyekapan seseorang. Kamu mau aku ajak mencari Genisa kesana?" Tanya Sinta.


"Boleh. Ayo kita kesana sekarang!" Kata Joni menyetujui.


Sinta pun sedikit mengangguk, lalu melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju tempat yang ia bicarakan tadi.


Hanya butuh setengah jam, mereka pun sampai di tempat tujuan.

__ADS_1


Sebuah gedung yang tidak berpenghuni. Tempatnya juga sudah kumuh dan di selimuti dengan tumbuhan merambat.


Sinta pun menghentikan motornya sedikit jauh dari gedung.


"Itu tempatnya!" Tunjuk Sinta.


Joni menatap Gedung itu, "Kamu yakin?" Tanya Joni memastikan. Sinta hanya mengangguk pelan.


"Menyeramkan juga ya tempat ini!" Lanjut Joni.


"Kamu takut?" Tanya Sinta.


Joni terkekeh kecut, "Gak dong. Masak aku takut" Jawabnya asal.


Seketika Joni dan Sinta terdiam kala melihat sebuah mobil melintas dan menuju gedung itu. Beruntung Sinta sedikit menyembunyikan tempat pemberhentian mereka jadi keberadaan mereka tidak mudah diketahui.


"Mobil siapa itu?" Tanya Sinta sedikit mengecilkan suaranya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author

__ADS_1


__ADS_2