Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 42 Diterima Bekerja


__ADS_3

Bab 42 Diterima Bekerja


Rian pun kembali fokus menyetir, dan sedikit menambah kecepatan mobilnya menuju kantor.


Tidak berapa lama mobil yang Rian kendarai pun terparkir didepan halaman Kantor Anatarna Grup.


Wisnu turun dari mobil setelah Rian membukakan pintu mobilnya. Sebenarnya Wisnu tidak ingin memperlakukan Rian seperti seorang pelayan atau pengawal. Namun Rian bersikeras untuk melakukan segala kewajibannya sebagai sekertaris pribadi Wisnu dengan melayani Wisnu dengan sebaik mungkin.


Beruntung Kakek Liu memilih orang yang tepat untuk menemani Wisnu sepanjang waktu dalam mengelola bisnis perusahaan.


Wisnu berjalan memasuki kantor dengan santai. Seperti biasa, Wisnu selalu di sapa beberapa wanita cantik disana yang sudah berstatus sebagai pegawai Anatarna Grup, bahkan lebih cantik dari Istrinya Genisa.


"Pagi pak Bos" Sapa Bella, yang merupakan sekertaris kedua setelah Rian untuk menemani Wisnu di kantor. Namun sayangnya Bella tidak pernah ada kesempatan untuk menggantikan Rian, karena Rian selalu ada untuk Wisnu dan menemani Wisnu dalam menjalankan proyek lama atau pun proyek baru di kantor.


"Pagi!" Balas Rian cepat sedikit terkekeh kecil. Karena Wisnu pasti tidak akan menjawab sapaan Bella. Karena bukan hanya tidak suka dengan sikap Bella yang genit, namun juga tidak menyukai cara berpakaian Bella yang terlalu minim bagi Wisnu.


"Dasar sekertaris kurang ajar" Gerutu Bella tidak suka.


Jika bukan karena Bella pintar dalam mengelola bisnis perusahaan dengan ide-ide cemerlangnya dalam perencanaan. Mungkin Bella sudah dipecat dari sana oleh Wisnu.


Sementara itu ditempat lain.


Joni dan Sinta nampak sedang duduk disalah satu meja kosong yang ada di warung makan seraya berbincang-bincang disana.


"Sin, sekarang aku bisa ngerjain apa aja?" Tanya Joni.


Sinta nampak melongo tidak mengerti, "Maksud kamu mau ngerjain apa?" Tanya Sinta balik.


"Ya pekerjaan disini. Bukannya kamu sudah menerima aku untuk bekerja disini?" Kata Joni mengingatkan.

__ADS_1


"Kamu benar-benar lagi butuh pekerjaan ya? Disini itu selain masak-masak hanya palingan cuci piring sama bantu beres-beres" Jelas Sinta.


"Aku bisa kok mengerjakan semuanya. Terkecuali masak" Jawab Joni mantap.


Sinta nampak terkekeh kecil, "Kalau kamu butuh pekerjaan nanti aku nelpon Papi aku dulu ya!" Ucap Sinta.


"Memangnya papi kamu punya usaha apa?" Tanya Joni penasaran.


Sinta nampak menatap Joni sejenak, "Usaha Mebel. Kamu bisa kan jadi kepala marketing disana? Setahu ku kamu juga kuliah di bidang manajemen jadi cocok lah jadi kepala merketingnya" Jelas Sinta.


"Kok kamu tau aku kuliah di jurusan manajemen?" Tanya Joni penasaran.


"Heheh, tau dari akun sosmed kamu. Kita kan berteman disana" Jelas Sinta.


"Oh gitu. Pantesan"


"Kamu mau kan kerja ditempat papi aku?" Tanya Sinta lagi.


"Ok. Aku telepon Papiku dulu"


*****..


Setelah beberapa saat menelpon.


Sinta pun nampak tersenyum sumringah. Joni menatap Sinta dengan penuh tanya namun belum berani berbicara karena Sinta belum selesai Menelpon papinya itu.


Tiittt


Sinta berjalan mendekati Joni, "Gimana?" Tanya Joni cepat kala Sinta sudah duduk di kursi depannya.

__ADS_1


"Papi suruh kamu kesana. Nanti di arahkan sama dia untuk Masalah kerjaannya" Jelas Sinta.


"Jadi aku diterima nih kerja disana?" Tanya Joni memastikan.


Sinta hanya membalas dengan anggukan seraya tersenyum manis.


"Wahhh, terimakasih ya! Kamu memang baik banget sama aku" Ucap Joni senang yang langsung memeluk tubuh Sinta erat.


Sinta tertegun, tubuhnya mematung. Serta suara irama jantung nya saling bersahutan satu sama lain.


Sinta sedikit mengedarkan pandangannya, nampak semua mata tengah menatap dirinya dan Joni yang sedang berpelukan.


Sinta dengan cepat melepaskan pelukan Joni, pipinya nampak merah merona. Sudah seperti udang rebus saja.


Keduanya pun menjadi kikuk, "Maaf Sin. Aku terlalu bersemangat" Ucap Joni kemudian.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.

__ADS_1


Jangan lupa ya! like dan komennya


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author


__ADS_2