Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 33 Peringatan


__ADS_3

Bab 33 Peringatan


"Sudah. Kalian bisa masuk sekarang" Potong Rian cepat. Jika tidak pertengkaran akan terus terjadi disana.


Buk Rosa nampak melengos, menatap Satpam itu dengan penuh kemenangan.


Diruang kerja Wisnu.


"Tuan!" Seru Rian kepada Wisnu yang masih membelakangi mereka.


Wisnu yang sedang asyik menatap pemandangan diluar dari balik dinding kaca itu pun segera berbalik badan.


"Wisnu. Mami membawakan kamu makan siang" Ucap buk Rosa cepat.


Wisnu menatap rantang susun yang ada di tangan mertuanya itu sejenak, nampak Wisnu hanya tersenyum miring.


"Aku sudah makan siang. Sebaiknya bawa pulang saja makanan itu" Tolak Wisnu.


Buk Rosa nampak tersenyum kecut, ada sedikit kekesalan di hatinya namun ia urungkan itu, mengingat dirinya yang ingin meminta maaf kepada Wisnu.


"Mami kesini sebenarnya ingin meminta maaf sama kamu. Seharusnya kami tidak pergi meninggalkan Genisa dirumah mu itu" Ujar Buk Rosa dengan wajah memelas.


"Kenapa kalian datang lagi? Bukankah kalian sudah bahagia dan nyaman tinggal di apartemen yang Herlangga miliki itu. Rumahnya jauh lebih bagus dari rumahku" Sindir Wisnu.


"Tidak, tidak. Kami tidak membandingkan rumah mu dengan Herlangga kok" Elak buk Rosa.

__ADS_1


Wisnu kembali terkekeh geli, "Apa kalian pikir aku sudah pikun begitu? sehingga melupakan perkataan kalian waktu itu" Ucap Wisnu.


Buk Rosa menjadi serba salah, harus dengan alasan apa lagi ia menjelaskan semuanya kepada Wisnu. Karena apa yang Wisnu kata kan memang benar adanya bahwa dirinya sempat menghina rumah yang Wisnu miliki dan membandingkannya dengan Apartemen Herlangga.


"Bukan begitu maksudnya. Tapi,,, Tapi"


"Tapi apa? tapi kalian yang pikun begitu?" Potong Wisnu cepat.


"Kami benar-benar minta maaf Wisnu. Kami menyesal" Balas Buk Rosa.


"Sebelum kalian berubah. Aku tidak akan memaafkan kalian"


"Pergilah sebelum aku mengusir kalian" Lanjut Wisnu lagi. Lalu kembali membelakangi Mertuanya itu.


"Tolong pergi sekarang. Tuan sedang tidak ingin diganggu sekarang" Tegas Rian, dan langsung membawa Buk Rosa dan Yunma keluar.


*******


Disebuah kantor keluarga Abimanyu.


Herlangga dengan amarah yang menggebu, ia melempar semua barangnya dengan tatapan tajam. Matanya memerah karena menahan amarahnya sejak tadi.


Tangannya mengepal geram, sehingga membuat kertas yang ada ditangannya menjadi bonyok tidak beraturan.


Sebuah surat peringatan resmi dari seorang presdir Anatarna Grup. Bahwa yang bersangkutan dilarang keras untuk menyuplai barang ke Anatarna Grup lagi.

__ADS_1


"Hahhhhhh kurang ajar. Berani-berani nya dia mengancam ku seperti ini" Teriak Herlangga menggema disana.


Bukan hanya sekedar surat peringatan dari perusahaan, Herlangga juga diberi peringatan oleh Wisnu untuk tidak mengganggu Genisa lagi, selaku istri dari seorang Presdir Anatarna Grup. Jika diketahui bahwa yang bersangkutan melanggar peringatan itu, maka konsekuensi nya akan ditanggung sendiri nantinya.


Walaupun tidak disebutkan apa yang akan terjadi selanjutnya jika Herlangga melanggar, namun rasa takut akan presdir yang berkuasa itu tentu saja ada. mengingat bahwa memang Anatarna Grup adalah perusahaan ditingkat tertinggi di kotanya.


Perusahaan yang Herlangga miliki hanyalah sebagian kecil dari perusahaan Anatarna Grup yang ada. Mereka juga diketahui sudah melakukan tanda tangan kerja sama bersama Anatarna Grup. Jadi perusahaan itu sudah berada dibawah kendali Wisnu.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Jangan lupa ya! like dan komennya


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author.

__ADS_1


__ADS_2