
Bab 55 Kehilangan Genisa
"Jangan kurang ajar ya!" Sergah pria itu. Bukannya takut, Joni malah tersenyum manis layaknya seorang yang sudah siap untuk di terkam.
"Hahahha, bukankah itu kenyataannya? Oh ya Anis! Saya peringatkan, saya sudah tidak sudi untuk bersama kamu lagi. Jadi jika kamu ingin mengurus surat perpisahan, uruskan saja sendiri" Ucap Joni tegas.
"Cih. Siapa juga yang mau sama kamu yang sudah hidup miskin seperti ini" Hina Anis.
"Ayo sayang kita pergi! Percuma juga kita bicara sama orang seperti itu. Menghabiskan waktu kita aja" Lanjut Anis lalu menggandeng tangan pacarnya dan membawanya pergi dari sana.
Joni hanya tersenyum miring melihat kepergian Anis. Lalu kembali bekerja dan tidak ingin memikirkan wanita itu.
Ditempat lain.
Diperjalanan pulang. Genisa dan Rian dikejutkan dengan seseorang yang sedang terbaring di tengah jalan.
Rian menghentikan mobilnya.
"Siapa itu Rian? Apa ada kecelakaan?" Tanya Genisa penasaran.
"Nona tunggu saja di Mobil. Biar saya memeriksanya keluar!" Ucap Rian.
Genisa hanya mengangguk menyetujui tanpa menjawab perkataan Rian.
Rian pun turun dari mobil, sementara itu Genisa tetap fokus memperhatikan Rian yang sudah berada di luar mobil.
Rian mulai berjalan mendekati seseorang yang tergeletak di tepi jalan itu.
Baru saja Rian ingin menyentuh bahu orang itu, dua orang bertubuh kekar mendekati Rian dengan mendaratkan pukulan keras di pundak Rian.
"Rian?" Teriak Genisa. Namun karena didalam mobil itu kedap suara. Jadi suara Genisa sama sekali tidak Rian dengar sehingga membuat Rian tidak sadar jika ada seseorang dibelakangnya.
Bruakkkk.
Rian tersungkur dengan keras ke tanah.
Beberapa orang lagi nampak menuju mobil yang di dalamnya ada Genisa.
"Nona Genisa" Gumam Rian seraya berdiri dengan pandangan yang sudah mengabur.
"Habisi dia!" Titah seorang pria disana.
Dua orang bertubuh kekar itu pun memukul tubuh Rian tanpa ampun. Sehingga Rian sudah babak belur dan tidak sadarkan diri.
"Sudah beres tuan!" Lapor dua orang itu.
"Ayo kita bawa perempuan itu!" Ucapnya tegas.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, beberapa orang itu membawa tubuh Genisa yang sudah diberi obat bius.
Malam harinya.
Kringggg
Kringggg
Nampak suara handphone berdering dengan keras. Namun tidak ada siapa pun yang bisa mengangkatnya.
"Suara apa itu?" Gumam seorang warga yang tengah melintasi jalan sepi itu.
Seketika mata pria itu terpaut kepada sebuah cahaya yang bersinar di dekat tepian jalan.
Dengan langkah cepat pria itu berjalan ke arah sana.
"Astaghfirullah allazim" Ucapnya kaget.
"Tolong-tolong" Teriak pria itu lagi.
Beberapa orang berhamburan mendekat dengan sedikit berlari. Memang suasana jalanan daerah itu sedikit sepi, karena rumah warga yang sedikit jauh dari lokasi mobil Rian.
Beberapa orang itu berjalan mendekat.
"Tolong ada seseorang disini!" Ungkap pria itu kepada beberapa warga yang datang.
"Masih hidup. Sebaiknya kita bawa kerumah sakit!" Ucapnya.
Tanpa menunggu lama, beberapa orang itu pun membawa Rian menuju rumah sakit.
Sementara di tempat lain.
Wisnu mondar-mandir tidak karuan. Wajahnya menampakan kekhawatiran yang amat dalam.
"Tidak biasanya Rian seperti ini. Kenapa dia tidak mengangkat telepon ku. Genisa juga tidak bisa dihubungi. Kemana mereka sudah malam begini tidak kembali" Sungut Wisnu.
"Ada apa Wisnu?" Tanya Kakek Liu.
Karena sejak tadi Wisnu hanya mondar-mandir tidak jelas, kakek memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Wisnu.
"Rian sama Genisa belum kembali. Nomornya juga gak bisa di hubungi" Ungkap Wisnu.
"Kemana memangnya mereka pergi?" Tanya kakek lagi.
"Kerumah sakit menjenguk papinya"
"Kamu sudah coba telpon kakak ipar mu? Siapa tau dia masih di rumah sakit" Kata Kakek menenangkan Wisnu.
__ADS_1
"Baik kek aku coba. Mudah-mudahan aja Joni gak ganti nomor"
Tuttttt
Tuttttt
Tuttttt
Suara handphone menyambung.
"Masuk gak?" Tanya kakek penasaran.
"Masuk kek. Tapi belum di angkat" Jawab Wisnu.
"Hallo" Seketika terdengar suara seseorang dari balik handphone Wisnu, sehingga membuat Wisnu hampir terkejut.
"Hallo Jon. Kamu dimana? Genisa udah pulang belum dari rumah sakit? Dia belum pulang hingga jam segini dan nomornya juga tidak aktif" Ungkap Wisnu tanpa jeda.
"Aku masih di tempat kerjaan Wisnu. Sebentar lagi pulang. Memangnya Genisa tadi kerumah sakit?" Tanya Joni balik.
"Iya, dia kesana tadi siang" Kata Wisnu.
"Aku coba telpon kak Yunma dulu ya! Aku tanya dia dulu apa Genisa nya sudah pulang apa belum" Ucap Joni.
"Baiklah. Aku tunggu kabar kamu ya!" Kata Wisnu menyetujui.
Tittttt.
Handphone pun mati beberapa saat.
Tidak berapa lama, suara Handphone Wisnu kembali berdering. Nampak nama Joni lah yang tertera di layar handphone nya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
__ADS_1
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author