
Bab 54 Bertemu Mantan
"Iya Sin. Sekali lagi terimakasih ya!"
Sinta pun berlalu pergi dari sana setelah urusannya selesai bersama joni.
Beberapa hari kemudian.
Genisa menyusuri koridor rumah sakit dengan membawa beberapa barang serta makanan di tangannya.
Sesampainya diruangan rawat.
"Genisa? Kamu sendirian?" Tanya Yunma penasaran, matanya melirik kearah belakang Genisa, mencari sosok yang biasanya bersama Genisa. Karena tidak biasanya Genisa hanya datang sendirian kerumah sakit. Setidaknya akan ada Rian yang selalu menemani Genisa jika tidak ada Wisnu.
"Mas Wisnu ada urusan mendadak jadi gak bisa ikut?" Jawab Genisa singkat, lalu meletakan makanan di atas nakas di dekat tempat tidur ayahnya.
"Oh begitu. Terus pria berwajah dingin itu kemana? Gak biasanya dia gak ikut?" Tanya Yunma lagi.
"Kakak suka ya sama Rian? Kok tiba-tiba nanyain dia?" Selidik Genisa.
"Is amit-amit dah. Pria dingin kayak gitu gak cocok sama kakak yang cerewet gini" Elak Yunma, lalu mendaratkan bokongnya di salah satu bangku disana.
"Beneran gak suka? Rian juga single loh" Goda Genisa.
"Ah janganlah. Aku gak suka sama cowok ketus gitu. Mana wajahnya menyeramkan lagi kayak kucing garong yang mau makan orang" ledek Yunma seraya terkekeh geli.
"Ehem ehem" Seseorang berdehem dengan kerasnya di ambang pintu.
Yunma dan Genisa sedikit menoleh ke arah pintu, tiba-tiba Yunma melebarkan matanya sempurna, wajahnya memerah seketika itu.
"Eh kayaknya kakak mau pergi ke toilet dulu. Tiba-tiba perut kakak rada mulas" Kata Yunma cepat kala mendapati bahwa Rian sedang berdiri di ambang pintu dengan menampakkan wajah datarnya serta tatapan tajamnya kepada Yunma.
__ADS_1
Yunma berlalu begitu saja melewati Rian dengan wajah cengengesan. Takut? Itulah yang ia rasakan saat ini.
"Tenang kucing garong! Kamu beneran gak makan orang kan. Kabur!" Lirih Yunma pelan seraya berlari kencang. Namun masih dapat Rian dengar dengan jelas. Entah niatnya ingin menenangkan suasana atau malah sengaja meledek?
*****
Di Toko Mebel.
Joni sedang menyapu halaman toko.
"Hai Jon. Kamu sudah masuk kerja?" Tanya Pak Hasan yang baru sampai di sana.
"Iya pak. Maaf beberapa hari terakhir Joni sering absen!" Ucap Joni lembut
"Gak apa-apa Jon. Lagipula Sinta udah cerita kemarin katanya ayah kamu lagi sakit. Bagaimana keadaannya sekarang?" Tanya Pak Hasan.
"Sudah agak baikan pak. Mungkin besok sudah boleh pulang jika gak ada halangan!" Jawab Joni.
"Terimakasih pak!" Jawab joni
Joni pun kembali melanjutkan kegiatannya menyapu halaman toko.
Setelah selesai menyapu, Joni langsung masuk kedalam lalu bergantian membersihkan ruangan toko.
"Kayaknya aku mau yang ini deh mas!"
Sebuah suara yang begitu familiar telah menghentikan kegiatan Joni dalam bersih-bersih, lalu berjalan ke arah depan dengan langkah ragu.
"Jon ada pelanggan! Cepat keluar" Teriak salah satu karyawan disana.
Dua pasang mata saling berpandangan cukup lama. tatapan terkejut pun mereka berikan dari masing-masing wajah mereka.
__ADS_1
"Anis!" Lirih Joni. Tubuhnya seketika mematung cukup lama, matanya terpaut kepada seorang wanita yang ada didepan matanya itu.
"Mas Joni? Kamu sekarang bekerja di sini? Sebagai apa? OB?" Tanya Anis cepat dengan gelak mengejek. Bahkan ia dengan sengaja menertawakan Joni disana.
Mata Joni beralih kepada seorang pria yang ada di samping Anis.
Anis yang melihat itu seketika tersenyum licik, "Perkenalkan! Ini adalah calon suamiku yang baru. Dia kaya dan juga banyak perusahaan! Gak seperti kamu yang sudah menjadi gelandangan" Kata Anis yang sudah menggelayut manja di lengan pria itu.
"Cuih" Joni sengaja meludahkan salivanya dengan kasar. Hal itu tentu membuat Anis menggeram.
"Pria tua seperti dia yang mau kamu nikahi? Selera mu sungguh murahan! Kenapa kau tidak menikah saja dengan anaknya? Aku rasa dia sudah memiliki anak yang cukup besar sekarang" Lanjut Joni dengan terkekeh kecil.
"Jaga ucapanmu ya!" Bentak Anis geram. Matanya melebar dan siap untuk menerkam Joni.
"Jangan kurang ajar ya!" Sergah pria itu. Bukannya takut, Joni malah tersenyum manis layaknya seorang yang sudah siap untuk di terkam.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author
__ADS_1