
Bab 48 Gangguan kejiwaan
"Tunggu disana. Aku akan segera kesana!" Lanjut Joni lalu mematikan telepon nya segera.
Tidak berapa lama.
Joni pun sampai di ruang UGD. Dengan sedikit mempercepat langkahnya.
"Gimana keadaan Papi?" Tanya Joni cepat dengan penuh kekhawatiran.
Yunma yang masih duduk mengangkat wajahnya, menengadah kepada Joni.
Seketika air mata Yunma kembali meluruh, "Papi masih di ruangan dan masih ditangani Dokter!" Kata Yunma dengan sesekali menyeka air matanya pelan.
Joni membawa Kakaknya kedalam pelukannya, "Kita berdoa saja agar Papi tidak kenapa-kenapa" Ucap Joni kemudian. Ia memilih untuk tidak bertanya lagi akan apa yang terjadi, melihat kakaknya Yunma yang nampak sangat terpukul karena hal ini.
Tidak berapa lama, seorang Dokter pun keluar. Joni langsung mengalihkan pandangannya kepada Dokter itu dan segera menghampiri nya.
"Dok bagaimana keadaan Papi saya!" Tanya Joni cepat.
"Ayah anda mengalami stroke. Yang mengakibatkan sebagian tubuhnya mengalami kelumpuhan, Mungkin akan sangat lama untuk memulihkannya kembali. Beruntung nona Yunma sedikit lebih cepat membawa ayahnya, kalau tidak sudah bisa dipastikan Pak Bristama tidak akan tertolong. Untuk sementara waktu, beliau harus di rawat dulu secara intensif di rumah sakit ini untuk membantu pengobatan Pak Bristama. Selain itu saya sarankan Pak Bristama juga harus melakukan terapi medis satu minggu sekali untuk membantu proses pemulihan tubuhnya" Jelas Dokter panjang lebar.
"Kalau boleh tau berapa dok biaya pengobatan terapi itu?" Tanya Joni setelah mendengarkan penjelasan Dokter itu.
"Anda bisa tanyakan itu langsung di ruang administrasi untuk masalah biaya pengobatan pak Bristama" Balas Dokter itu.
"Baik Dok. Terimakasih" Jawab Joni.
__ADS_1
Sementara itu, Wisnu yang masih berdiri di dekat sana sedikit menautkan kedua alisnya menatap Joni dan Yunma yang nampak seperti wajah kebingungan.
"Jon, gimana kita bayar pengobatan Papi? Untuk biaya sekarang saja aku sama sekali gak pegang uang" Ucap Yunma setelah lama larut didalam pikirannya.
"Aku tanya di ruang administrasi dulu masalah biaya itu, nanti aku usahain untuk mencari uang pinjaman" Jawab Joni yang juga memikirkan masalah biaya pengobatan papinya.
"Oh ya! Mami dimana?" Tanya Joni lagi yang mengingat bahwa sosok ibunya tidak ada disana.
"Mami?"
"Iya mami! Dimana dia?"
"Itu dia masalahnya. Papi seperti ini juga karena mami" Jawab Yunma.
"Maksud kamu?" Tanya Joni tidak mengerti.
"Mami tadi itu bicara ngelantur, terus dia nangis sendiri habis itu ketawa. Lalu aku dekati dia dan aku tanya, mami langsung mengamuk dan marah-marah saat aku jelasin bahwa perusahaan kita sudah bangkrut. Disaat aku dan papi menenangkan Mami, papi didorong sama Mami dan dan akhirnya papi seperti ini. Aku khawatir Mami mengalami gangguan jiwa" Jelas Yunma menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Joni.
"Apa maksudmu. Mami tadi pagi baik-baik saja" Ucap Joni tidak percaya.
"Iya aku awalnya juga tidak percaya, tapi mami sekarang juga lagi di periksa sama Dokter masalah kejiwaan nya"
"Sebaiknya kita lihat dulu keadaan mami!" Lanjut Yunma.
"Baiklah, Ayo!" Jawab Joni menyetujui.
Yunma dan Joni pun pergi menuju tempat dimana ibu mereka di periksa.
__ADS_1
Sementara itu, Wisnu dan juga Rian mengikuti Joni dan Yunma tanpa sepengetahuan mereka.
Sesampainya di depan ruangan spesialis psikiater, nampak buk Rosa masih diperiksa oleh Dokter. Hal itu terlihat jelas dari balik kaca pintu yang terlihat tembus pandang kedalam.
Joni dan Yunma hanya berdiri didepan pintu seraya menunggu Dokter keluar.
Setelah beberapa saat.
Dokter pun keluar. Namun tidak bersama dengan Buk Rosa.
"Dok bagaimana keadaan Mami saya?" Tanya Yunma.
Dokter itu menutup pintu terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Yunma.
"Ibu kalian sekarang sudah saya beri obat penenang, keadaan nya sudah lebih baik. Namun sebelum itu saya ingin bertanya beberapa hal kepada kalian masalah Buk Rosa!" Ucap Dokter itu ramah
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author