Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 51 Menjenguk ke Rumah Sakit


__ADS_3

Bab 51 Menjenguk ke Rumah Sakit


Joni tidak membangunkan Yunma, dan hanya berjalan mendekati ranjang tempat ayahnya berbaring.


"Kasihan ya papi kamu! Yang sabar ya Jon" Ucap Yunma yang juga merasa sedih atas musibah yang menimpa Joni.


"Iya Sin. Aku kuat kok!" Balas Joni yang sedikit memaksakan senyumannya.


"Jon, kalau gitu aku pulang dulu ya. Hari juga sudah larut" Sambung Sinta sedikit mengangkat tangannya setengah dada dan menatap jam yang ada di tangannya.


"Apa perlu aku antar?" Tawar Joni.


"Aku bisa sendiri kok. Lagian kamu kan ga bisa bawa motor. Nanti kamu pulangnya gimana? Masak mau jalan kaki lagi" Jawab Sinta.


"Kamu yakin mau sendirian. Ini sudah malam loh!" Tanya Joni lagi memastikan.


"Iya gak apa-apa. Kamu fokus aja dulu sama orang tuamu. Nanti besok kalau kamu gak kerja juga gak apa-apa, aku akan jelasin sama papi aku. Kamu tenang aja!" Kata Sinta meyakinkan Joni.


"Terimakasih ya Sin. Kamu selalu baik sama aku" Ucap Joni


"Sama-sama. Ya udah aku pulang dulu ya!"


"Sin. Ini uang kamu aku kembalikan!" Ucap Joni seraya menyerahkan amplop itu kembali.


Sinta sedikit menatap amplop itu lalu beralih menatap Joni, "Kamu yakin gak memerlukan biaya lagi?" Tanya Sinta.


"Udah gak ada kok" Jawab Joni.


"Ya udah. Nanti kalau kamu butuh apa-apa bilang aja sama aku ya!" Tawar Sinta seraya mengambil amplop ditangan Joni.


"Iya Sin Terimakasih. Aku antar kedepan!" Tawar Joni.


"Boleh!"


"Yuk!"


Joni dan Sinta pun berjalan kedepan rumah sakit menuju parkiran motor.


Sesampainya disana.


Sinta mengambil helm yang terletak di kaca spion motornya dan memasangnya di kepalanya.

__ADS_1


"Hati-hati ya Sin!" Kata Joni mengingatkan.


"Ok. Kamu juga ya!" Jawab Sinta yang sudah menaiki motornya.


Sinta pun melajukan motornya dan pergi dari sana. Sementara itu, Joni kembali masuk kedalam rumah sakit.


Di tempat lain.


"Sayang!" Seru Wisnu lembut kepada istrinya yang baru merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Iya, kenapa Mas!" Tanya Genisa.


"Kamu sudah mau tidur?" Tanya Wisnu balik.


"Belum kok. Kenapa?" Ucap Genisa yang malah kembali bertanya. Genisa menatap Wisnu dengan heran kala mendapati wajah Wisnu yang seperti kebingungan.


Hening.


"Mas!" Seru Genisa kembali kala tidak mendapat jawaban dari Wisnu.


"Aku mau bicara sesuatu sama kamu" Ucap Wisnu kemudian.


"Papi sama mami sakit" Ucap Wisnu ragu. Takut. Itulah yang Wisnu rasakan saat ini, takut jika Genisa membenci dirinya karena sudah melarangnya untuk menemui kedua orang tuanya selama ini.


"Apa? Sakit apa mas. Terus gimana keadaan mereka sekarang?" Tanya Genisa beruntun penuh dengan kekhwatiran.


Wisnu menghela nafas dalam, Wisnu sudah menyangka bahwa Genisa pasti akan sepanik ini jika mengetahui hal ini.


"Mereka sekarang sudah berada dirumah sakit. Papi dan Mami masih dirawat disana. dan Kata Dokter juga mereka perlu dirawat dulu disana" Jelas Wisnu.


"Mas! Aku mau ketemu sama Mami dan Papi mas!" Pinta Genisa penuh harap. Bulir-bulir air matanya pun meluruh dan sudah tidak tertahankan.


Wisnu kembali menghela nafas panjang, jika sudah seperti ini Wisnu tidak akan bisa lagi membantah keinginan istrinya itu.


"Kamu yakin mau sekarang? Ini sudah jam 11 malam dan gak ada jam besuk lagi" Kata Wisnu mengingatkan.


Genisa sedikit diam, "Tapi mas aku maunya sekarang" Jawabnya kemudian setelah sejenak berpikir.


"Baiklah, ayo siap-siap!"


Genisa pun mengganti pakaiannya dengan baju yang bagus, Dan akan segera berangkat.

__ADS_1


Nampak Wisnu masih duduk seraya sedang menelpon seseorang.


"Halo Rian, kamu segera kesini ya!"


"Iya aku tunggu"


Titttt.


Wisnu pun mematikan telepon nya, lalu menoleh kearah Genisa yang sejak tadi hanya berdiri.


"Sudah siap?" Tanya Wisnu.


"Sudah mas"


"Yuk kita tunggu didepan. Sebentar lagi Rian kesini!" Ucap Wisnu.


Tidak berapa lama.


Rian pun sampai.


Wisnu dan Genisa segera naik kedalam mobil. Rian pun melajukan mobilnya setelah Wisnu dan Genisa masuk kedalam mobil.


"Kita mau kemana Tuan?" Tanya Rian didalam perjalanan seraya tetap fokus menyetir. Memang dirinya belum diberi tahu perihal mau kemana mereka sekarang.


"Kerumah sakit!" Jawab Wisnu. Tanpa bertanya lagi, Rian pun langsung mengarahkan mobilnya menuju rumah sakit.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author

__ADS_1


__ADS_2