
Bab 68
Walaupun hatinya begitu ragu melakukan ini, namun mengingat ini adalah cara satu-satunya untuk menangkap penjahat itu, maka Wisnu harus benar-benar meyakinkan hatinya dengan mantap.
Di rumah sakit.
Lebih tepatnya jam 3 Sore.
"Permisi! Saya akan memeriksa pasien terlebih dahulu"
Dua pengawal itu menatap perawat itu dengan penuh selidik.
"Sebelum masuk saya periksa dulu" Kata pengawal itu tegas.
Perawat itu hanya mengangguk mengiyakan, lalu dua pengawal itu mulai memeriksa perawat itu.
"Silahkan masuk!" Ucap pengawal itu setelah memeriksa perawat.
Perawat itu pun langsung masuk ke dalam ruangan setelah mendapati persetujuan para pengawal itu.
Sementara itu, Wisnu sedang duduk dengan menghadap ke depan komputer dengan wajah yang begitu serius.
Dua orang pengawal berdiri di belakang Wisnu dengan tatapan lurus ke depan. Begitupun yang dilakukan Rian yang berdiri di samping Wisnu.
Masih di ruangan rawat Joni.
Perawat itu nampak meletakkan peralatan medisnya di atas nakas. Lalu berjalan ke arah Joni seraya membuka masker wajah yang ia pakai.
"Aku harus segera membunuh orang ini" Ucapnya kemudian setelah lama menatap wajah Joni.
"Bella?" Lirih Wisnu yang masih berada di ruang cctv.
__ADS_1
Wisnu termangu melihat wanita yang saat ini berniat membunuh Joni.
"Cepat tangkap wanita itu" Titah Wisnu cepat setelah melihat Bella mengeluarkan sebuah benda tajam yang ia lekatkan di bawah nampan peralatan medis yang ia bawa tadi.
Rian serta beberapa pengawal pun mulai beraksi. Dengan sedikit berlari menuju ruangan Joni yang letaknya tidak terlalu jauh.
"Berhenti!" Teriak Rian. Kepada Bella yang sudah mengarahkan pisaunya tepat di atas dada Joni.
Wanita itu menoleh ke arah suara dengan wajah yang terkejut.
"Rian!" Ucapnya gelagapan.
Tanpa berpikir panjang, Bella langsung berteriak dan mengarahkan pisau itu kepada Joni.
"Jangan mendekat! Kalau tidak aku akan benar-benar membunuhnya!" Ancam Bella.
Rian dan beberapa pengawal nya itu langsung menghentikan langkahnya.
"Jangan bergerak atau kami tembak!"
Bella langsung gemetar, keringat dingin membasahi wajahnya.
Ternyata Bella memiliki Fobia terhadap polisi. Karena kejadian sesuatu yang mengerikan sehingga membuatnya ketakutan setelah melihat seseorang memakai seragam polisi.
Polisi itu semakin berjalan mendekat. Bella nampak masih mematung dengan wajah yang memerah.
"Letakan senjata mu! Atau kami tembak" Titah Polisi itu tegas.
Bukannya mendengarkan perkataan polisi itu, Bella seketika menjadi limpung dan Bruuakkkkkkkk……
Bella langsung jatuh pingsan di sana.
__ADS_1
"Kerja yang bagus!" Puji Rian dengan tersenyum manis seraya menepuk pundak pemuda yang memakai seragam polisi itu.
"Tuan apa kami sudah boleh mengganti pakaian sekarang?" Tanya pemuda itu.
"Jangan dulu! Nanti akan ada tugas lagi untuk kalian. Sekarang kalian silahkan pergi dulu" Kata Rian.
Ya, beberapa pria memakai baju polisi itu bukanlah seorang polisi sungguhan. Melainkan seorang pengawal yang sengaja Rian tugas untuk memakai baju polisi saja.
Mengingat pembunuh itu adalah Bella. Jadi Rian tau betul bagaimana cara mengatasi ini semua.
Bella adalah seorang sekertaris kedua Anatarna Grup yang selalu mengejar cinta Wisnu selama ini.
Namun motif pembunuhan yang ia lakukan kepada Joni belum di ketahui apa penyebabnya.
Rian segera memerintahkan pengawalnya untuk membawa tubuh Bella pergi dari sana secepatnya sebelum wanita itu kembali sadar.
Tidak lama setelah para pengawal itu membawa Bella pergi. Wisnu pun masuk ke dalam ruangan rawat Joni.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏🙏🙏 Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author