
Bab 47 Masuk Rumah Sakit
"Kenapa Mami menjadi seperti itu?" Batin Yunma heran.
Yunma berjalan mendekati ibunya, "Mi! Mami baik-baik aja kan?" Tanya Yunma dengan tatapan menyelidik.
Buk Rosa sedikit menoleh ke arah suara, "Hihihihi, ternyata kamu Yunma. Bagaimana perusahaan kita? Apa masih lancar" Tanyanya dengan tawa cengingisan.
Yunma melongo tidak mengerti, pasalnya perusahaan keluarga Buana yang disebut ibunya itu sudah tidak ada lagi alias sudah bangkrut.
"Maksud mami apa? Perusahaan kita itu sudah gak ada lagi" Jawab Yunma sekenanya.
"Apa? Kamu bohong. Mana mungkin perusahaan ku masih ada, coba kamu lihat karyawan ku itu sedang bekerja" Ucap Buk Rosa seraya menunjuk depan rumahnya.
Yunma kembali melongo, menatap depan rumahnya dengan raut wajah kebingungan. Pasalnya didepan rumah tidak ada siapapun dan hanya ada pepohonan yang tidak terurus.
"Mi! Mami baik-baik aja kan. Mami kok jadi ngelantur gini ngomongnya. Perusahaan kita sudah gak ada mi" Kata Yunma mencoba menjelaskan.
"Diam kamu! Aku tidak mungkin jadi miskin. Perusahaan ku masih ada" Bentak Buk Rosa. Lalu tangannya tergerak memukul-mukul tubuh Yunma.
"Mi sadar mi! Kita sudah miskin mi" Ucap Yunma dengan menahan tubuh ibunya yang mengamuk.
Beberapa tetangga berhamburan keluar ketika mendengar suara teriakan seseorang yang menangis dan mengamuk.
"Ada apa ini?" Ucap Pak Bristama yang baru keluar dengan memegang dadanya yang sedikit sesak.
"Pi tolong pi! Mami mengamuk" Ucap Yunma. Pak Bristama dengan cepat membantu anaknya menahan tubuh istrinya.
Beberapa tetangga datang mendekat, niatnya ingin membantu tetangga mereka yang baru pindah itu.
"Akhhhhh"
Tiba-tiba, Pak Bristama terpental kelantai karena dorongan istrinya yang kuat.
"Papi!" Pekik Yunma khawatir. Pak Bristama nampak tersengal-sengal menahan nafasnya.
Yunma langsung melepaskan pegangannya kepada ibunya dan dengan cepat meraih tubuh ayahnya dengan deraian air mata.
__ADS_1
Sementara itu, buk Rosa di pegang oleh beberapa tetangga yang datang kesana.
"Yu-yunma. Ma-ma-maafin Papi. ekkkk"
"Papi!" Teriak Yunma kala ayahnya sudah tidak sadarkan diri disana.
*********
Ninuninuninung
Terdengar suara Ambulans berbunyi dengan keras melewati mobil-mobil yang berlalu lalang di jalan.
"Menepi aja Rian. Mungkin ada yang sakit!" Titah Wisnu kala sebuah ambulance ingin melewati mobil mereka.
Rian mengangguk menyetujui dan menepikan mobilnya dengan mengurangi kecepatan mobilnya.
Kringgg
Kringgg
"Halo"
"Halo Tuan! Pak Bristama masuk rumah sakit dan sekarang masih didalam perjalanan menuju rumah sakit Xx." Sebuah Suara dari seberang sana.
"Apa? Baik. Aku akan kesana sekarang" Balas Wisnu dan langsung mematikan telepon nya.
"Rian cepat kita harus pergi kerumah sakit Xx. Papi masuk rumah sakit!" Titah Wisnu.
"Baik Tuan!"
Rian pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan sedikit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
******
Dirumah sakit.
Wajah Yunma nampak masih sembab. Tubuhnya gemetar, seraya memegang handphone nya yang sejak tadi ia pegang.
__ADS_1
Kringggg
Kringggg
Yunma melihat layar handphone nya, nampak sebuah nama Joni sedang memanggil dirinya.
Ditekan tombol bewarna hijau oleh Yunma lalu mendekati handphone nya ke dekat telinganya.
"Halo" Ucap Yunma gemetar.
"Kak Yunma ada apa menelpon tadi? Aku baru selesai bekerja" Kata Joni dari seberang sana.
"Papi jon. Papi" Ucap Yunma dengan deraian air mata.
"Ada apa kak. Papi kenapa?" Tanya Joni Khawatir.
"Papi masuk rumah sakit!"
"Apa?"
"Tunggu disana. Aku akan segera kesana!" Lanjut Joni lalu mematikan telepon nya segera.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ Dengan Like dan komen karya ini ya.
Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author
__ADS_1