Menantu Terbuang Mendadak Kaya

Menantu Terbuang Mendadak Kaya
Bab 75


__ADS_3

Bab 75


Sebuah tangga yang begitu panjang. Persis sebuah terowongan bawah tanah. Itulah yang tergambar Di mata mereka saat ini.


"Ayo masuk!" Ajak Bella.


"Tunggu tuan!" Cegah Rian kembali. Wisnu yang hendak masuk, kini menghentikan langkahnya.


"Biar aku saja yang masuk dan melihat situasi di dalam. Aku akan memberitahu Tuan nanti setelah ku pastikan semuanya aman" Lanjut Rian.


"Baiklah" Balas Wisnu menyetujui.


Rian pun masuk ke dalam dengan melewati sebuah tangga yang panjangnya sekitar 10 meter ke bawah.


"Tuan! Penjaga kita semakin sedikit. Mereka lebih memilih pergi meninggalkan kita karena gaji mereka tidak di bayar. Mereka khawatir tuan tidak akan bisa membayar mereka lagi, jadi mereka lebih memilih pergi"


Terdengar suara dua orang sedang berbicara di sebuah meja kayu di bawah sinar lampu yang minim pencahayaannya yang ada di sana.


Nampak Rian masih menatap dua orang itu dengan sedikit menajamkan pendengarannya.


Setelah memastikan keadaan di sana, Rian segera kembali ke atas untuk melaporkan semuanya kepada Wisnu.


Namun belum sempat Rian melaporkan semuanya, tiba-tiba.


Dorrrrrrrrr.


"Akhhhhhhh"


Bruakkkk.

__ADS_1


Rian terjatuh dari tangga dengan luka tembak di kakinya.


"Suara apa itu?" Ucap Wisnu Khawatir kala mendengar suara tembakan dari arah bawah.


Wisnu segera turun menyusul Rian.


Namun sesuatu yang keras menghantam pundaknya, kala ia sudah ingin menuruni tangganya.


"Akhhhhhhh"


Wisnu pun terjatuh ke bawah dengan keadaan yang sudah tidak sadarkan diri.


**


Wisnu sedikit menggeliat, menyerjapkan matanya, mencoba membuka matanya perlahan. Rasa sakit yang ada di pundaknya masih ia rasakan, dengan cepat ia membuka matanya kala ia mengingat suara tembakan tadi.


Sebuah suara yang memang Wisnu kenal. Wisnu segera mengangkat wajahnya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah pria itu.


Nampak pria itu tersenyum licik, "Selamat datang Wisnu" Ucapnya lagi dengan senyum menyeringainya.


"Cuihhh, lepaskan aku Herlangga!" Teriak Wisnu dengan meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tali di tangannya dengan paksa. Namun usahanya begitu sia-sia karena ikatan tali itu begitu kuat.


"Hahahah. Sebaiknya jangan memaksakan diri Wisnu. Bersiap saja untuk mati di tanganku" Ucap Herlangga dengan tertawa puas penuh kemenangan disana.


"Ohh ya. Kamu harus berterimakasih kepada Bella karena dia sudah mengantar mu ke sini" Lanjut Herlangga lagi.


"Bella ke sini lah!" Seru Herlangga lembut.


Bella berjalan mendekati Herlangga dengan senyuman manisnya. Sementara itu, Wisnu menatap kedua orang itu dengan tatapan tajam penuh kemarahan.

__ADS_1


"Kakak kenapa kamu seperti ini?" Teriak Sinta tidak menyangka. Dirinya yang juga di ikat di sebuah kursi hanya bisa menangis terisak disana. Menatap Bella dengan penuh kekecewaan.


"Sebenarnya aku tidak perduli tentang Joni. Hanya karena diri mu bersamanya waktu itu, aku harus melepaskan kamu bersama dia. Seharusnya kamu mendukungku Sinta karena kematian ibu kita karena ulah kedua orang tua Wisnu. Kita harus membalas dendam kepada dia!" Tegas Bella.


"Lalu apa hubungan mu bersama Herlangga. Dia penipu kak, dia hanya memanfaatkan kita" Jelas Sinta.


"Kau bertanya? Baiklah karena kamu bertanya maka aku akan menjawab nya" Ujar Herlangga.


"Genisa adalah pacar ku. Dia sudah merebutnya dari ku. Karena dia Genisa membenci ku saat ini" Lanjut Herlangga dengan tatapan tajam penuh kebencian.


"Semua itu tidak benar. Kamu yang sudah meninggalkan dia ke luar negeri. Rasa cinta dia kepada mu sudah hilang jadi jangan menyalahkan orang lain karena ulah mu sendiri" Sangkal Wisnu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ™ Dengan Like dan komen karya ini ya.


Please untuk yang baca cerita ini. untuk meninggalkan Like dan komen nya ya. Like dan Komen kalian Itu sangat berharga untuk Author

__ADS_1


__ADS_2