
Thubi terbangun terlebih dahulu, memandang wajah Lubi begitu dekat.
Apakah sebenarnya ia menikahi Lubi karna cinta pertamanya dulu? atau keterpaksaan orang tuanya.
Thubi sudah lama menyimpan rahasia itu, dipendamnya dengan segala pertanyaan yang berkecamuk.
Lubi membuka matanya, sambil menggeserkan selimut.
Thubi pura-pura menutup kembali matanya.
Menoleh ke wajah Thubi dengan dekat.
"Kenapa juga aku malu sama suamiku sendiri, kan sudah sah juga?"
Lubi menyentuh wajah Thubi yang terlelap.
"Tapikan masih malu, satu kamar sama kamu?" Lubi menempelkan telapak tangannya kedua pipi Thubi.
"Kenapa wajah Thubi banyak berubah dari SMA dulu, kok nambah cakep aja." Lubi mencubit hidungnya Thubi, namun tetap Thubi menahan pura-pura tidur.
"Kamu jangan pernah nakal ya di luar sana, janji?" Lubi ngomong pelan-pelan takut Thubi terbangun.
"Janji dong sayang."
Thubi langsung jawab.
"Kamu pura-pura tidur ya?"
Lubi mencubit perut Thubi.
"Kiss?"
"Gak."
Lubi langsung kabur masuk kamar mandi.
........
Hari ini Thubi dan Lubi, sama-sama cuti pasca menikah.
"Kalau gak jadi ke Barcelona, kita liburan."
"Gak usah ke mana-mana sama kamu berduaan juga udah cukup." potong Thubi menghidupkan mesin mobil.
"Kita nonton ya hari ini." Lubi merangkul tangan Thubi sesaat.
"Kiss dong."
__ADS_1
"Gak."
"Gak jadi juga nontonnya."
Sambung Thubi sok jutek. Menunggu Lubi dari luar mobil gak mau masuk.
Lubi langsung mendekat dan mencium punggung tangan Thubi.
"Kiss hand."
"Boleh juga."
Thubi mengelus kepala Lubi dengan tersenyum menggoda sesaat.
Mereka kompak masuk kedalam mobil, sepanjang perjalanan Lubi diam-diam mencuri pandang ke arah Thubi yang konsen menyetir.
Sungguh jikapun bisa diungkapkan segala impian Lubi hari ini dan seterusnya. Sekalipun ini mimpi atau nyata ia tak ingin cepat-cepat bangun. Lubi akan menikmat setiap detik bertemu menit hingga jam berjalan bersama dengan suaminya kini.
Sungguh berdebar sesak dadanya kini mendampingi laki-laki di sebalahnya kini.
"Terimakasih Tuhan." Lubi membisik lembut.
"Kenapa dari tadi senyum-senyum?"
Thubi menoleh juga ke Lubi.
Ceplos Lubi.
"Pertanyaan apa itu? kok nanya gitu?"
Thubi menatap selidik ke arah Lubi.
"Coba kamu pikir, seorang cowok yang menunggu cewek selama 4.380 hari untuk menjadikan wanita itu istrinya. Masih ditanya juga?"
"Kan nanya doang."
"Kalau kamu masih nanya itu lagi, kamu dapat surat peringatan."
"Surat peringatan?"
"KISS, jadi setiap kamu nanya pertanyaan yang gak perlu dijawab wajib KISS."
"GAK."
"Makannya kalau nanya itu dipikirin lagi." sambung Thubi, masuk kedalam parkiran bioskop.
Lubi jutek kali ini menoleh ke Thubi.
__ADS_1
Ye akal-akalannya aja, buat gak mau ditanya bisik Lubi manyun.
Mereka berdua keluar dari mobil barengan.
Tak lama dari mobil yang bersebelahan.
"Bapak nonton juga?"
Suara wanita itu berada dalam frekuensi yang tak jauh dari mereka, hingga menghentikan langkah kaki Thubi.
Thubi dan Lubi sama-sama menoleh ke sumber suara.
Berdirilah wanita modern dengan pakaian yang kasul tersenyum ramah.
Memang cantik dan masih muda.
Seorang diri dengan merangkul tas tangan.
"Tari? sendiri saja?"
Sambung Thubi.
Tari mengangguk mengiyakan.
"Lubi, ini Tari sekretarisku di kantor."
Thubi memperkenalkan.
Deg.
Lubi terdiam sambil membalas hangat senyuman Tari dan menjabat tangannya.
Entah rasa pertemuannya dengan sekretaris Thubi di kantor kali ini membuatnya gelisah, benar-benar sudah banyak pertanyaan di otaknya kali ini.
Lubi hanya mencoba dengan cepat merangkul lengan Thubi. Semakin erat ia merangkul sepertinya rangkulan itu akan melonggar dengan sendirinya, semenjak ia baru tahu kehadiran Tari sebagai sekretaris suaminya di kantor.
"Sepertinya tidak keberatankan kalau Saya gabung nonton bersama Bapak?"
Thubi menoleh ke arah Lubi, spontan Lubi rasa sesak di dalam dada. Pertanyaan macam apa itu, kenapa dia tidak peka dengan situasi bos nya sebagai pengantin baru.
Yang lebih kacau lagi.
Thubi tanpa sungkan mempersilahkan begitu saja tanpa menanyakan dahulu dengan istrinya.
Entahlah rasanya Lubi ingin meninggalkan tempat itu secepat mungkin.
Lubi seakan menatap niat tidak baik dari sorot mata Tari saat ini.
__ADS_1
Bersambung...