
Es krim imut itu telah terkirim di penginapan Thubi dan Lubi.
Lubi yang menerimanya sudah tahu, jika suaminya yang memesankannya.
“Kau cepat sekali ingin menyelesaikan perjanjian kita.” goda Lubi menerima es krim imut tersebut.
“Sudah Aku bilang, Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan perjanjian denganmu.”
“Jangan telalu terburu-buru, nikmati saja perjanjian ini dengan mengisi liburan kita. Biar tak bosan.”
“Kau enak terus-terusan mengerjaiku.”
“Aku menikmati es krimku dulu, sambil Kau menuruti tiga permintaanku.” Lubi mulai memakan es krimnya.
“Permintaan apa? masih ditambah juga? apa Kau tak melihat kesengsaraan suamimu ini. Perut kembung dan masuk angin belum selesai gara-gara mandi di bawah air terjun di tambah tiga permintaan lagi?”
“Aku tak pernah menyuruhmu mandi di bawah air terjun. Itukan inisiatifmu sendiri bukan?” bela Lubi
Thubi memeluk istrinya dengan manja.
“Jangan menghukumku lagi.” rengeknya memelas.
Lubi tersenyum.
“Kau cukup memasakkanku makan pagi, siang dan malam. Itu ketiga permintaanku.”
“Apa sebaiknya tidak Kau saja yang memasak? masakanku tidak lulus seleksi karantina?”
“Aku lapar, buatkan Aku sarapan.”
Lubi menepuk pipi suaminya.
“Masih ada dua poin perjanjian lagi. Bersabarlah!”
....
"Sarapanmu telah siap, makanlah!" ajak Thubi meletakkan nasi goreng buatannya.
Lubi terpana melihat buatan nasi gorengnya.
"Kau pesan di mana nasi goreng ini? bukankah Kau sendiri yang harus memasaknya langsung. Aku curiga. Jangan-jangan Kau delivery?" selidik Lubi menatap nasi goreng itu di atas meja.
__ADS_1
"Aku sudah susah membuatnya malah kau curigai begitu, sungguh keterlaluan. Kalau tidak mau biar Aku makan sendiri saja." Thubi hampir mengambil sendok namun langsung di rebut oleh Lubi, istrinya yang tidak kalah cepat.
Mereka akhirnya memperebutkan sepiring nasi goreng tersebut.
"Kau sebaiknya mengalah saja pada suamimu yang kelaparan ini."
"Bukankah ini sarapan untukku, kenapa Kau malah merebutnya?"
Lubi tak ingin mengalah begitu saja, mereka salin menarik piring itu satu sama lain.
"Mengalahlah padaku."
"Kau curang."
"Mana boleh seperti itu."
Thubi melepaskan tangannya dari piring tersebut.
"Kau akan ku tinggalkan sebagian tenang saja." goda Lubi pada suaminya.
"Suapin Aku." manja suaminya duduk di samping Lubi.
Lubi terpaksa menyuapi suaminya.
"Tak apalah berbagi dengan suamimu ini."
"Jangan lupa siapkan makan siang selanjutnya untuk dua porsi, agar Kau tak memakan jatahku lagi." jelas Lubi.
"Siap laksanakan." Thubi merasa menang kali ini telah mengerjain balik istrinya.
Memangnya Kau saja yang bisa mengerjain Aku. Thubi tertawa menang sambil menutup mulutnya yang sedang mengunyah nasi goreng kali ini.
.....
Siangnya Thubi memesan makanan sebelum Lubi kembali ke penginapan dari berkunjung ke tempat Tari.
Sengaja ia menyuruh Lubi bermain ke penginapan Tari. Agar dapat memesan makanan delivery kembali.
__ADS_1
Lubi kembali ke penginapan mereka.
"Banyak sekali masakannya? Kau tak berpikir untuk mengundang tetangga lainnya?" canda Lubi tak bisa menahan laparnya karna aroma masakan itu telah membuat perutnya berdecak makin kelaparan.
"Aku sudah susah-susah memasaknya, setidaknya menghargai usahaku."
"Hey, tidak perlu membohongi istrimu, Kau delivery semuanya. Jangan di tutupi lagi. Apa perlu Aku menelpon langsung ke tempat delivery itu? tapi paling tidak usahamu akan ku hargai."
Thubi tertawa, akhirnya ulahnya ketahuan juga.
"Mari kita makan, tapi jangan di habisi semuanya. Ini jatah sampai makan malam. Karna jika malam tiba tidak bisa delivery, makannya langsung double untuh jatah malam." jelas Thubi langsung duduk siap menyantap makanan sea food yang begitu menggoda.
"'Berterima kasih lah pada suamimu ini. Suapin Aku dulu!"
"Kau mengambil jatahku."
"Hanya mencicipi sedikit, tak banyak."
"Jangan mengambil jatahku lagi."
Lubi menyembunyikan jatahnya. Dari hadapan Thubi.
"Hey Kau curang, berbagi sedikit saja."
"Kau telah menghabiskan porsimu, masih mau meminta porsi padaku."
Mereka saling berlomba menghabiskan makanan yang ada di atas meja.
Jangan
lupa vote poin/koin, komentar positif tiap episode, like 5 boom rate, jadikan
favorite
Follow
ig: zuzanaoktober
__ADS_1
Salam
MCP