Menikahi Cinta Pertama

Menikahi Cinta Pertama
Episode 30


__ADS_3

Semua telah berlalu, di paksakan pun percuma.


Tari membilas wajah dengan air keran.


Tante Tila mengetuk pintu kamar mandi.


Ingin memastikan kondisi Tari baik-baik saja.


"Kamu tak perlu berbohong, ceritakan saja keadaan sebenarnya."


Tari menggeleng pelan.


"Lebih baik begini, satu bulan lagi mereka akan menikah..."


Tante Tila tak bisa berbuat apa-apa lagi jika sudah begitu kemauan Tari.


"Kamu harus lebih bersabar...Windi masih membutuhkanmu."


.....


Adrian tak habis pikir, kenapa Tari dapat menikah dengan orang lain. Tanpa memberikan alasan apapun.


Adrian meninggalkan butik itu. Satu jam ke depan ia harus berada di klinik. Tak ingin menunda waktu yang lama.

__ADS_1


Sebaiknya memang ia harus menikahi Nisa dengan cepat agar ia bisa melupakan Tari.


Kepala Adrian terasa berat ia masih penasaran Tari tega melakukan itu kepadanya. Meskipun ia banyak di jodohkan dengan beberapa wanita sebelumnya. Pada akhirnya wajah Tari akan terlintas.


Mereka penah saling mencintai dan pernah melakukan hubungan di atas kewajaran sebagai sepasang kekasih karna gejolak asmara yang begitu menggoda. Tepat malam itu deras, saat masih kuliah pastinya.


Tari demam saat itu, karna khawatir Adrian menunggu Tari sampai suhu tubuhnya turun.


Diluar hujan begitu deras. Saat itulah kejadian itu berlangsung. Apa jadinya jika kejadian itu menghasilkan sebuah janin dari gejolak asmara mereka.


Adrian memukul stirnya kali ini tak ingin mengingat kejadian itu, setiap kali ia menanyakan hal itu. Tari menghindar terus hingga akhirnya Tari menghilang begitu saja dari kehidupan Adrian.


Ponsel Adrian kali ini bergetar, ada telpon masuk. Namun kali ini ia tak ingin di ganggu sama sekali.


Ia menuju klinik mencoba menelusuri sebuah dokumen penting, jika tidak salah lagi. Akan sama perhitungan bulan dan tahun saat kejadian itu jika ia mengitung mundur dengan tepat.


Adrian serius kali ini.


Sekalipun di tutupi, tak akan mempengaruhi untuk mengetahui hal yang sebenarnya.


Adrian bisa melacak itu, apa lagi profesinya yang berkaitan langsung.


Tumpukan dokumen itu cukup menyita waktu, mesti dengan ia harus membayar orang untuk dengan cepat mendata orang-orang yang pernah menjalani proses persalinan.

__ADS_1


Mentari tak mudah menemukan nama itu ada banyak yang bernama Mentari, namun dengan tanggal, bulan dan tahun kelahiran bukan perkara yang sulit.


Adrian mencocokkan data semua itu, jika benar Mentari mencoba menyembunyikannya.


Adrian akan memberikan bukti-bukti itu langsung ke hadapan Mentari agar ia tak bisa mengelak untuk membohonginya lagi.


Kota ini pernah menjadi saksi, meski peristiwa belasan tahun. Namun klinik masih menyimpan data belasan tahun itu.


"Mentari, berhentilah bersikap pura-pura seolah semuanya baik-baik saja. Sekalipun kau simpan seorang diri. Cepat atau lambat aku akan menemukan fakta yang kau tutupi."


Adrian kali ini di bantu oleh tiga orang staf perawatnya. Melacak itu semua. Seharusnya dari dulu ia mencari tahu itu semua. Namun hanya sekarang memiliki kesempatan.


....


Nisa menelpon Adrian, akan mengajak ke butik untuk mengukur pakaian akad dan resepsi yang akan mereka kenakan nantinya.


Adrian mengiyakan untuk sementara waktu, matanya masih fokus pada deretan nama di hadapannya.


dengan mencocokkan akta kelahiran dan golongan darah.


Perawatnya kali ini menunjukkan sesuatu yang mengejutkan. Secepat itu data yang mereka cari terlacak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2