
Mereka bertiga kompak membuat kejutan untuk suami-suami mereka. Setelah pulang dari dokter praktek kandungan.
Lubi memberikan amplop USG itu.
"Apa ini?"
"Buka saja!"
Thubi duduk bersantai sesaat.
"Kau hamil?" tanya Thubi senang di tambah antusias.
Thubi memeluk istrinya.
"Aku akan menjadi Ayah, sayangku." Thubi mencium kening Lubi sesaat.
"Kali ini Kau harus menjaga anak kita." Thubi mengelus perut istrinya.
"Tuhan memberikan kado terindah langsung digantikannya bayi kembar yang ada di dalam perutmu."
Alangkah bahagianya Thubi hari itu.
"Tidak hanya kita saja yang mendapat anugerah janin kembar, Tari dan Nisa juga begitu." jelas Lubi.
"Tak sabar menunggu kelahiran mereka, pasti sangat rame jika kita triple reuni bareng."
"Boleh juga, usul itu. Tapi saat ini Kau harus fokus pada anak kita dulu ya." Thubi memeluk istrinya kali ini.
"Sayang Aku boleh minta sesuatu, buatin Aku martabak telur." pinta Thubi senyum masem.
"Lah, gak kebalik di sini siapa yang hamil, siapa yang ngidam?" celetuk Lubi manyun.
......
Di tempat lain. Tari memberitahukan pada Windi.
Yang saat itu baru habis les viano.
__ADS_1
"Bukalah amplop itu!" seru Tari pada anaknya.
Windi kebingungan awalnya.
"Kau akan memiliki adik kembar sekaligus."
"Serius, Mah?" Windi masih tak percaya penasaran.
"Pegang perut Mamah. Katakan halo pada adik kembarmu."
Windi senang dan antusias kali ini.
"Horeeee, Windi bakal jadi kakak dan punya adik kembar, tapi apa tante Lubi dan om Thubi berhasil juga?"
"Pastinya. Kembar juga."
"Wah bakal rame nih, kalau acara kumpul weekend."
"Kamu tahu Tante Nisa dulu."
"Iya, apa Mamah ketemu sama Tante Nisa? di mana? Windi kangen sama Tante Nisa, cepat beritahu Windi."
"Wah, bisa kompak gitu, Mah."
"Itu sudah takdir Tuhan, untuk mempererat silahturahmi kita nantinya."
"Kakak jadi gak sabar, pengen adek twins cepet-cepet lahir, biar kita bisa main bareng." Windi kali ini mencium perut Mamahnya.
.....
"Sayang jangan lupa ambilin mangga di simpang jalan itu ya?" pinta Nisa dari telepon selulernya.
"Waduh, kenapa gak beli aja. Itukan tetangga sempet bermasalah gara-gara air PDAM."
"Mau nanti anaknya ngences?"
"Ok, siap. Memang ada polisi disuruh mencuri mangga gara-gara istrinya ngidam. Terus apa lagi? mumpung belum pulang, biar gak mondar-mandir."
__ADS_1
"Aku gak nyuruh nyuri loh sayang, Anakmu yang nyuruh kalian berdamai. Ya gak apa-apalah. Demi anak, Aku tahu loh mana mangga beli sama mangga di simpang jalan itu."
Ya ampun udah tahu aja baca pikiran suami.
emang segitunya? lagian dia gak bakal tahu juga. bisik Bima dalam hati.
"Baiklah. Gak ada lagi. Itu sudah cukup. Jangan sampai beli ya mangganya." Nisa menutup teleponnya.
Mau tak mau Bima langsung memasang wajah ramah dan bersahabat dengan tetangganya itu. Tahu aja si baby twins nyuruh Ayahnya berbaikan.
........
Setelah sembilan bulan lebih terlewati dengan romantika ngidam yang bermacem-macem. Akhirnya tiga pasang baby twins di lahirkan dengan kompak cuma beda urutan harinya.
Ternyata punya baby twins gampang-gampang ribet belum sudah yang satu, nambah satu. belum kelar satu udah ngompol yang satu, belum lagi kalau laper, jerit-jerit bisa barengan alias kompak. Istri jatah pagi sampai sore, jatah malam suami siaga yang wajib lembur.
"Bisakah kita berkumpul minggu depan?" para istri kompak merencanakan sesuatu
"Kita lihat kesiagaan suami kita, apa perlu di perlombakan, ayah tersiaga." rumpiaan istri-istri di malam hari, gak tahu suami-suami mereka kerepotan bin amburadul ngurus bayi kembar mereka.
Selamat menikmati mengurus baby twins, para suami mulai lembur.
"Apa mau kalian buat baby twins season ke dua?" tanya istri-istri mereka.
"Nggak..." jawab para suami kompak.
"Tapi udah terlanjur kejadian gimana? kompak para istrinya menunjukkan foto USG dari amplop masing-masing.
"Cari baby sitter aja yah untuk season dua."
.....The end...
Pembaca setia MCP yang rajin menabung poin/koin
Jangan lupa vote koin/poin , komentar positif tiap episode, like 5 boom rate, jadikan favorite
__ADS_1
follow ig: zuzanaoktober
salam MCP