
Lubi kali ini memuntahkan seluruh kekesalannya pada Thubi.
“Kau selalu merusak suasana, lebih baik pesan tiket pulang sekarang juga.”
Gerutuk Lubi kesal.
“Kau selalu berlari dari masalah, berhentilah kabur pergi begitu saja. Apa kau tidak tahu perasaan yang di tinggalkan begitu saja?”
“Jika Kau tak terlebih dahulu memulainya. Mungkin Aku tak bersikap begitu.”
“Masih saja membela diri.”
“Teruslah merusak suasana liburan ini.” Lubi kali ini merapikan seluruh pakaiannya yang ada di dalam lemari ke dalam koper.
“Apa yang Kau lakukan?”
“Pergi meninggalkan tempat ini.”
“Coba saja kalau berani?”
“Kenapa Aku tak berani melakukannya?” balas Lubi
“Kau masih keras kepala, tak pernah berpikir
panjang.”
“Jika Kau tak mengigau nama laki-laki lain, Aku pasti bisa mengontrol amarahku.”
“Itu di luar dugaanku tak bisa ku perkirakan? di bawah alam sadarku? berapa kali mesti ku perjelas?”
Thubi diam menenangkan dirinya.
“Malam ini tak akan ada pesawat.”
“Aku bisa pindah kamar.”
“Sudah penuh semua penginapan.”
“Jangan mencoba mencegahku lagi, Kau sangat menguras emosiku. Selalu Kau ulangi berkali-kali.”
__ADS_1
“Kau yang memulai.”
“Berhentilah menyalahkanku?”
“Kau selalu berusaha menghindar.”
Lubi menahan amarah dalam dadanya.
“Apa yang akan Kuperbuat? perjanjian di kertas jika kau masih mengulangi lagi selalu mencurigaiku tanpa alasan jelas.”
“Perjanjian apa?”
Lubi menuliskan sesuatu di kertas. Thubi membacanya menahan tawa.
“Apa yang lucu? Kau meremehkan usahaku?”
“Tidak teruskan saja menulis.” komentar Thubi memperhatikan Lubi yang masih menulis.
“Apa lagi yang kau tertawakan?” Lubi kali ini menghentikan tulisannya.
“Kita sudah menikah? Memangnya masih perlu ada perjanjian?”
“Kau yang memaksaku untuk melakukannya.”
Lubi kali ini telah menyelesaikannya, ia menyerahkan tulisan itu pada suaminya.
“Kenapa Kau menyobeknya?”
“Aku tak setuju poin terakhir. Sampai kapanpun tak akan setuju.”
“Maumu apa?”
“Bersikaplah dewasa dan sewajarnya.”
“Memang selama ini sikapku tak wajar?”
“Jangan pernah memasuki cerita laki-laki lain di dalam kehidupan pernikahan kita.”
“Kau bebas dengan sekretaris wanitamu selama ini?”
Lubi tak menyerah kali ini.
“Tapi sekarang sudah tidak lagi.”
__ADS_1
“Kita buat kesepakatan jika di antara kita meletakkan orang asing masuk diam-diam kedalam pernikahan kita. Konsekuensinya apa?”
Thubi memikirkannya sejenak. Lubi menunggu suaminya kali ini berkomentar.
“Sudahlah Aku ingin tidur saja, sudah lelah.”
“Kau selalu menunda permasalahan.” gerutuk Lubi kesal.
“Jangan lupa mengunci pintu depan.” Jelas Thubi sesaat menutup wajahnya dengan selimut.
Lubi akhirnya bingung sendiri dengan sikap suaminya kali ini.
Sebenarnya apa yang di inginkan suaminya kali ini, akhir-akhir ini selalu membuat masalah. Kadang bersikap romantis namun kadang membuat kesal berhari-hari.
Lubi tertidur di sofa, Thubi terbangun tengah malam melihat di sampingnya tak ada istrinya.
Kini Thubi memindahkan Lubi tidur di sampingnya.
“Aku terlalu mengkhawatirkan dirimu, kadang takut membuatmu menjauh pergi. Perasaanku terlalu berlebihan jika menyangkut tentangmu. Maaf telah membuatmu marah-marah tanpa alasan yang kuat. Aku hanya cemburu jika
mulutmu menyebutkan nama orang lain meski Kau tak sadar menyebutkannya. Ku mohon jangan ulangi lagi. Berhentilah membuatku cemburu.” bisik Thubi di telinga istrinya yang sudah tertidur lelap.
Thubi menyelimuti istrinya kali ini. Memandang dari dekat wajah kelelahan itu. Kopernya masih utuh di atas sofa.
Thubi tersenyum dengan perjanjian yang di buat istrinya. Ia membaca sekali lagi.
Perjanjian :
1. Membuat marah tanpa alasan denda satu kali makan malam di pantai memakai pakaian badut.
2. Kabur dari masalah begitu saja denda dua kali berturut-turut membelikan kejutan kado sambil menyanyikan lagu di depan keramaian.
3. Tidak meminta maaf ketahuan bersalah denda menuruti tiga kali permintaan\, dengan mentraktir es krim.
4. Bersikap acuh tanpa sebab\, denda mengajak shopping full di bayarkan tanpa batas.
5. Tidak mencari pasangan yang kabur\, denda untuk jongkok berlutut sambil meminta maaf dengan menuruti semua keinginan tanpa batas.
Jangan lupa vote poin/koin, komentar positif tiap episode, like 5 boom rate, jadikan
__ADS_1
favorite follow ig: zuzanaoktober
Salam MCP