
Rasa penasaran Felisa masih belum hilang kala melihat tingkah laku kakaknya hari ini yang tampak sedikit aneh baginya. Tingkah Alan selama sehari ini lebih menyerupai ABG yang sedang jatuh cinta, banyak melamun, senyum-senyum sendiri, dan segala yang tak biasa dilihatnya selama ini.
Apa mungkin Kak Alan sedang jatuh cinta? Tapi dengan siapa? Atau dengan seseorang yang tadi ditemuinya saat dia lari pagi? Tapi siapa? Kira-kira aku kenal enggak ya?Ah, daripada penasaran kaya gini mending aku tanya Kak Alan langsung aja deh, (Pikir Felisa)
“Kak, aku boleh tanya enggak?” tanya Felisa.
“Boleh, bukannya sekarang juga kamu lagi nanya, ya?” sahut Alan sembari menyaksikan acara tv kesukaannya.
“Maksud aku nanya sesuatu yang harus kakak jawab dengan jujur,” sahut Felisa.
“Emang sejak kapan kakak suka berbohong sama kamu?” sahut Alan tanpa menatap ke arah Felisa.
“Mmm, Kakak kenapa sih sejak pulang dari lari pagi tadi, Feli perhatikan Kakak senyum-senyum terus? Apa tadi pas lari Kak Alan ketemu badut ya?” tanya Felisa yang membuat senyum manis Alan mengembang di wajahnya.
“Emang kamu pikir Kakak anak kecil apa? Yang kegirangan gara-gara ketemu badut,” jawab Alan.
“Terus kenapa dong?” tanya Felisa penasaran.
“Tadi, Kakak itu ketemu sama teman lama Kakak di taman,” jawab Alan.
“Cewek atau cowok?” tanya Felisa yang makin penasaran.
Alan tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab.
“Cewek,” jawab Alan.
“Oh ya? Yang benar Kak ?” tanya Felisa semakin antusias.
“Hemm,” jawab Alan.
“Siapa?” tanya Felisa.
“Seseorang yang membuat Kakak suka sekali sama permen ini,” jawab Alan sambil menunjukkan permen strawbery mint yang kebetulan sedang dinikmatinya.
“Jadi, itu alasannya Kakak suka sekali makan permen itu. Ternyata?” sahut Felisa menggantung.
“Ya, Kakak menyukai rasa permen ini karena mengingatkan Kakak kepadanya. Strawbery mint, manis, sedikit asam, dan juga dingin,” sahut Alan.
“Maksud Kakak ?”tanya Felisa bingung dengan penjelasan kakaknya yang belum nyangkut di otaknya.
“Dia itu wanita yang manis, namun kadang asam dan bersikap dingin pada pria yang baru dikenalinya,” jawab Alan.
“Wah, aku jadi makin penasaran dengannya? Siapa namanya? Siapa tau aku kenal, Kak?” tanya Felisa.
__ADS_1
“Mana mungkin bocah kecil seperti kamu mengenalnya. Beda kamu sama Kakak saja 11 tahun,” jawab Alan.
“Siapa tau aja ternyata dia itu guru Feli, Kak?” sahut Felisa asal.
“Namanya...,” sahut Alan terpotong karena tiba-tiba saja Naya muncul di hadapannya.
“Halo, Alan,” sapa Naya yang membuat perhatian Alan dan Felisa tertuju padanya.
“Halo, Kak Naya! Kok balik lagi?” tanya Felisa.
“Karena aku ingin sekali bertemu dengan kakakmu. Banyak hal yang ingin sekali aku bicarakan dengannya,” jawab Naya.
“Tapi kau bisa membicarakannya lewat telepon bukan?” tanya Alan.
“Tidak, kalau ini dibicarakan lagi lewat telepon aku takut kau salah paham lagi terhadapku,” jawab Naya.
“Tapi maaf, aku sedang tidak tertarik bicara denganmu,” sahut Alan.
“Alan, aku mohon,” sahut Naya sambil mengatupkan kedua lengannya di hadapan Alan.
“Baiklah, kita mengobrol di belakang taman saja,” sahut Alan yang beranjak berdiri. Lalu, ia pun melangkahkan kakinya menuju taman yang ada di belakang rumahnya.
***
“Alan, maafkan aku,” sahut Naya yang tiba-tiba saja memeluk Alan.
“Tolong, jaga sikapmu!” sahut Alan dengan nada tinggi sembari berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Naya.
“Alan, apa kau masih marah padaku karena perbuatanku 8 tahun yang lalu?” tanya Naya.
“Menurutmu?” Alan bertanya balik.
“Alan, saat itu aku benar-benar tergila-gila kepadamu hingga aku sanggup melakukan hal yang memalukan itu,” sahut Naya yang tak mendapat tanggapan apa pun dari Alan.
“Alan, kau tentu tau jika seorang wanita sudah tergila-gila pada seorang pria, maka dia bisa melakukan apa pun untuk mendapatkan pria itu. Tidak peduli yang dia cintai itu pria beristri atau bukan. Suami dari adik atau kakaknya karena cinta itu memang gila, Alan!” sahut Naya.
“Tapi aku sama sekali tidak tertarik dengan cinta gilamu itu,” sahut Alan dengan penuh penekanan.
“Setidaknya berikan aku sebuah kesempatan untuk menaklukan hatimu dan membuatmu tertarik padaku,” sahut Naya.
“Atas dasar apa kau meminta kesempatan itu?” tanya Alan.
“Alan, kau tentu pernah membaca kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, bukan? Zulaikha pun pernah melakukan hal yang sama sepertiku. Ia melakukan perbuatan yang sangat memalukan untuk mendapatkan Yusuf. Ia pernah mengajak Yusuf bercinta, namun Yusuf menolaknya hingga akhirnya Zulaikha memfitnah Yusuf. Namun, setelah itu ia menyesali perbuatannya. Lalu, Yusuf pun menikah dengannya,” ucap Naya.
__ADS_1
“ Jadi, kamu berharap aku bisa menikah denganmu?” tanya Alan dengan nada penuh ejekan.
“Mengapa tidak? Sekarang istrimu Dewi sudah lama tiada. Darren yang selama ini hanya aku jadikan pelarianku pun telah lama aku tinggalkan saat aku tahu Dewi telah tiada. Alan, empat tahun sudah aku menunggumu, empat tahun sudah aku menantikan dirimu. Apakah sama sekali kau tidak ingin memberikanku kesempatan?” tanya Naya penuh harap.
“Maafkan aku, Nanya. Tapi, aku bukanlah Yusuf dan aku minta mulai saat ini hentikan cinta atau obsesi gilamu terhadapku. Hentikan juga penantianmu karena itu hanya sia-sia belaka,” sahut Alan.
“Apa maksudmu? Apa arti dari kalimat penantianku itu hanya sia-sia belaka? Apa kamu sudah memiliki orang lain yang bisa menggantikan Dewi di hatimu?” tanya Naya.
“Bisa dibilang seperti itu,” sahut Alan.
Bahkan mungkin dia sudah ada sebelum Dewi masuk ke dalamnya (batin Alan).
“Kau bohong Alan. Aku tak percaya,” sahut Naya.
“Terserah, kau mau percaya atau tidak. Namun, sekali lagi aku berharap kamu bisa menghentikan penantianmu dan melanjutkan hidupmu dengan mencari laki-laki lain yang lebih mencintaimu. Selain itu, jangan pernah juga menjadikan laki-laki hanya sebagai pelarian seperti yang pernah kamu lakukan pada Darren,” ucap Alan.
“Tidak Alan, tidak,” sahut Naya bersih keras.
“Aku tidak akan percaya sebelum kau membawa wanita itu ke hadapanku,” ucap Naya.
“Kau keras kepala sekali rupanya. Baiklah, aku akan membawanya ke hadapanmu saat aku sudah benar-benar bisa memiliki hatinya,” sahut Alan.
“Waw, apa itu artinya hingga saat ini kau masih belum bisa memiliki hatinya? Ironis sekali. Aku yang telah lama jatuh hati kepadamu tidak kau beri kesempatan. Sementara wanita itu, yang sama sekali belum ada hati kepadamu begitu ingin kau perjuangkan,” sahut Naya.
Tapi aku tidak akan kalah Alan. Aku tidak akan lagi membiarkan cintaku direbut oleh wanita lain. Cukup Dewi, sepupuku yang berpenyakitan itu yang menjadi penghalangku selama ini. Tidak untuk yang lain (ucap Naya dalam hatinya)
“Iya, kau benar. Aku ingin sekali memperjuangkannya dan kuharap kau bisa mengerti itu,” sahut Alan.
“Jadi, kurasa pembicaraan kita sudah selesai. Aku pergi dulu,” ucap Alan sembari berlalu meninggalkan Naya sendirian.
“Aku benar-benar ingin mengenal wanita itu Alan dan jika aku tidak bisa memiliki hatimu, maka kau pun tidak akan bisa memiliki hatinya,” ucap Naya pada dirinya sendiri.
***
Bersambung
Apakah Naya akan menjadi perusak hubungan di antara Alan dan Rena? 🤔
Tunggu dan nantikan kembali cerita-cerita selanjutnya.😊😊😊
Terima kasih dan salam sayang untuk semua❤️❤️❤️
Semoga sehat selalu 💪💪
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejakmu lewat like, vote, dan komennya ya...😘😘😘