
“Kak Alan!!” teriak Rena.
Ia terbangun dari mimpi buruknya. Mimpi yang terasa begitu nyata baginya. Nafasnya tersengal, denyut jantungnya serasa berkejar-kejaran.
“Astaghfirullahaladzim,” ucapnya lirih sambil mengusap wajahnya kasar.
Lalu, Rena mengambil air minum yang tersedia di meja yang berada di samping ranjang Alan. Ia kembali menatap Alan dengan tatapan sendu. Dipegangnya denyut nadi Alan, untuk memastikan bahwa Alan baik-baik saja dan apa yang dialaminya hanyalah mimpi buruk belaka.
“Kak, aku mohon jangan pergi tinggalkan aku,” ucapnya dengan air mata yang kembali menetes di pipinya.
Rena kembali teringat kata-kata Faizal tentang sentuhan spesial yang mungkin bisa menyadarkan Alan kembali.
“Apa aku harus mencobanya ya?” gumam Rena ragu.
Ia terus menggigit bibir bawahnya. Kembali menimbang-nimbang apa yang hendak dilakukannya. Sambil terus menatap wajah Alan yang hingga saat ini masih tertidur pulas.
“Bagaimana pun juga aku harus mencobanya? Siapa tahu dengan cara ini Kak Alan akan bangun?” gumam Rena.
“Tapi tidak Rena, tidak. Ini bukan kisah sleeping beauty dari cerita negeri dongeng yang kamu baca. Di mana seorang putri akan terbangun setelah mendapat ciuman dari sang Pangeran,” tutur Rena.
Ia masih saja terus berjalan bolak-balik ke sana kemari sambil sesekali mengigit kuku jarinya. Masih memikirkan ide konyol yang ada di kepalanya.
“Ya sudah, apa salahnya dicoba?” ucap Rena pasrah.
Ia menghela nafas panjang sebelum melakukan aksinya. Ditatapnya bibir Alan yang tampak pucat. Lalu ia mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Alan, mencoba memberikan sentuhan lewat bibirnya ke bibir Alan. Saat sudah mulai mendekat, Rena pun menutup kedua matanya.
“Rena,” suara itu membuat Rena terperanjat, lalu membuka kedua matanya.
Betapa malunya Rena saat melihat Alan terbangun dan menyaksikan apa yang hendak dilakukannya. Pipi Rena pun merona seketika. Lalu, ia segera menjauhkan dirinya dari Alan.
“Apa yang tadi ingin kamu lakukan?” goda Alan sambil memperbaiki posisi tubuhnya.
“I-itu, tidak, tidak apa-apa. Aku akan beri tahu yang lain bahwa Kak Alan sudah sadar,” jawab Rena kikuk.
Ia mencoba mengalihkan pembicaraan. Lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan Alan. Alan sendiri hanya bisa tersenyum melihat tingkah Rena. Sejujurnya Alan sadar apa yang baru saja akan dilakukan oleh Rena.
"Kenapa tadi aku langsung membuka mataku? Padahal tadi biarkan saja dulu sampai dia benar-benar melakukannya," gumam Alan tersenyum nakal.
***
Sebelumnya di alam bawah sadar Alan
“Kak Alan..Kak Alan..,” panggil seseorang.
“Dewi,” sapa Alan pada sosok yang sedari tadi memanggilnya.
“Akhirnya kamu datang juga kemari. Ayo, ikut aku!” ajak Dewi.
“Ke mana?” tanya Alan.
“Ke sebuah tempat yang sangat indah. Tempat di mana hanya ada ketenangan dan kedamaian. Di sana juga anak kita telah menantikanmu,” ujar Dewi.
“Anak kita?” tanya Alan bingung.
“Iya, Kakak masih ingat kan? Anak yang kubawa pergi bersamaku,” ucap Dewi menampakkan senyum manisnya.
“Baiklah,” jawab Alan.
“Kak Alan, tunggu!” teriak seseorang dari kejauhan.
__ADS_1
“Rena,” sahut Alan.
“Kak Alan, kumohon tetaplah di sini. Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku,” ucap Rena terisak.
“Rena, tapi...” ucap Alan menggantung.
“Rena, tolong jangan seperti itu! Biarkan Kak Alan ikut denganku. Biarkan dia melihat anaknya,” ucap Dewi.
“Tidak, Dewi tidak. Aku tidak akan lagi melepaskannya untukmu. Cukup, waktu itu saja aku pernah melepaskannya dan menjauh darinya untukmu. Tapi, sekarang tidak. Kau tidak boleh lagi menjauhkan dia dariku,” ucap Rena dengan nada tinggi, namun terdengar sesak.
Air matanya pun masih terus mengalir di pipinya. Menatap sendu Alan yang masih diam tak bergeming.
“Ayah... Ayah...,” suara seorang anak kecil memanggil Alan.
“Dengar, Kak Alan, anak kita memanggilmu,” ucap Dewi.
“Maaf, Rena... Aku telah membuatmu menangis hingga seperti ini,” ucap Alan lirih.
Lalu pandangannya beralih menatap Dewi.
“Dewi, maafkan aku. Aku belum bisa ikut bersamamu. Titip salamku untuk anak kita karena di sana ada wanita yang sangat aku cintai. Dia sekarang sedang menungguku kembali bersamanya,” ucap Alan.
Lama Dewi terdiam hingga akhirnya memberi anggukkan sebagai jawaban.
“Baiklah, temui lah Rena dan ikutlah bersamanya. Berikanlah cintamu untuknya dan aku berharap semoga kalian berdua bahagia,” ucap Dewi yang kemudian menghilang setelah mengatakan itu semua.
***
Rena memberitahukan berita bahagia ini kepada semua orang yang berada di sana. Felisa, Abi, Faizal, Papa Kevin, dan Mama Lana yang kebetulan juga ikut menginap di sana merasa bahagia dengan kabar tersebut. Mereka pun lalu masuk menemui Alan, memberikan pelukan hangat untuk putra, kakak, sekaligus sahabat tercinta.
“Kamu tidak ingin memelukku juga Rena?” goda Alan yang membuat Rena tersipu dibuatnya.
“Ih, Kak Alan belum sah tau,” sahut Felisa.
“Kalau Alan sih lebih cepat lebih baik, besok juga boleh,” sahut Alan sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Rena.
“Huh, maunya,” ledek Mama Lana yang membuat semua orang yang berada di ruangan itu kembali tertawa.
***
Rena kembali ke rumah di antar oleh Felisa, Abi, dan Faizal yang kebetulan juga ingin pulang untuk beristirahat sejenak setelah seharian kemarin menunggu Alan di rumah sakit.
“Eh, calon manten udah dateng,” goda Reni saat melihat Rena kembali ke rumahnya.
“Anak-anak gimana, Ren? Gak rewel kan?” tanya Rena.
“Boro-boro, dari semalem mereka ngamuk pengen liat keadaan Kak Alan,” ucap Reni.
“Iya, kah?” tanya Rena tak percaya.
“Tuh, tanya aja langsung sama mereka,” sahut Reni saat melihat kedua keponakannya itu baru saja keluar dari kamar mereka.
“Mama,” teriak Hana dan Haikal hampir bersamaan saat melihat Rena kembali.
“Oh, Sayang,” Rena langsung memeluk putra dan putrinya yang baru saja datang menghampirinya.
“Mama, Om Alan gimana? Udah sembuh, kah?” tanya Hana.
“Alhamdulillah, sekarang ini Om Alan sudah lebih baik,” jawab Rena.
__ADS_1
“Mah, emang benar ya.. kalau Om Alan itu bakal jadi ayah kita?” tanya Haikal.
“Kata siapa?” tanya Rena.
“Tuh, Kakak yang bilang,” jawab Haikal.
“Iya, memang benar. Om Alan akan jadi ayah kalian,” jawab Rena.
“Berarti kita punya dua ayah dong, Mah?” tanya Hana yang dijawab anggukkan oleh Rena.
“Bukan cuma dua ayah, Kak. Tapi, dua ibu juga karena ayahkan sudah lebih dahulu menikah lagi,” ralat Haikal.
“Oh ya, Kakak lupa,” sahut Hana.
Memang benar, setelah putusan dari pengadilan sepihak atau lebih dikenal dengan putusan verstek yang diajukan Rayhan. Rayhan langsung menikah dengan wanita itu. Wanita yang selama ini menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Rena dan Rayhan.
***
“Jadi, Naya ada di balik ini semua?” tanya Alan setelah mendengar semua cerita yang keluar dari mulut ayahnya.
“Benar, dari cerita Rena, Papa sudah menyangka kalau Naya lah dalang di balik semua ini. Tapi, kau tahu kan keluarga itu sangat lah pintar. Itulah sebabnya, ayah meminta bantuan Om Alex untuk menyelidiki masalah ini. Dan semalam, Om Alex memberitahu bahwa memang benar Naya lah yang menjadi dalang penculikan Rena,” tutur Papa Kevin.
“KETERLALUAN!!” ujar Alan geram.
“Kalau begitu sekarang juga kita harus jebloskan Naya ke penjara,” ucap Alan.
“Tentu saja, semua itu sekarang sedang diusahakan oleh Om Alex. Kita hanya tinggal menunggu kabar darinya saja,” jawab Papa Kevin.
Tak lama ponsel Papa Kevin pun berbunyi. Nama “Alex” tertera di layar depan ponsel itu.
“Panjang umur, Om Alex menelepon,” sahut Papa Kevin.
Papa Kevin segera mengangkat panggilan telepon dari Alex.
“Iya,” jawab Papa Kevin.
“Syukurlah, terima kasih Alex. Aku sangat senang mendengar kabar itu. Maaf, jika banyak merepotkanmu,” ucap Papa Kevin sebelum ia mengakhiri panggilannya.
“Bagaimana, Pa?” tanya Alan.
“Naya sekarang sudah berhasil dijebloskan ke dalam penjara,” ucap Papa Kevin tersenyum senang.
“Syukurlah, terima kasih, Pa,” ucap Alan.
“Sama-sama,” sahut sang Papa.
Ada rasa lega ketika mendengar kabar itu dari sang Papa, setidaknya dengan begitu ia telah berhasil menyingkirkan satu duri dalam kehidupannya dengan Rena.
***
Bersambung
Kira-kira bagaimana dengan rencana pernikahan Alan dan Rena ya..?
Berlanjut atau tidak...?🤔🤔🤔
Tunggu ceritanya esok.. jelang detik-detik episode terakhir ..😉😉
Jadikan favorit ❤️, tinggalkan like 👍, vote, dan komennya ya... 😍😍😍
__ADS_1
Terima kasih... 🙏🙏🙏
Salam sayang dan sehat selalu untuk semua.. 😘😘😘