
Daun-daun berjatuhan seiring dengan semilir angin yang menyapa bumi. Seolah bersiap menyambut kedatangan hujan yang sebelumnya telah tampak dari keberadaan awan hitam yang menyelimuti langit.
Rena masih berdiri terpaku bersama kedua buah hatinya menunggu kedatangan OSCAR, mobil online yang dipesannya. Namun, mobil itu belum juga datang.
Di tengah kegalauan Rena dan kedua buah hatinya, mobil SUV berwarna silver tampak memasuki gerbang depan sekolah mereka. Mobil itu kini berhenti di dekat tempat Rena dan anak-anaknya menunggu OSCAR.
Alan turun dari mobil itu, disambut senyum riang dari Hana dan Haikal. Namun, tidak dengan Rena, raut wajah yang berbeda justru ditampakkan oleh ibu dari kedua anak itu. Raut wajah tak ramah. Sepertinya Rena memang masih kesal dengan kejadian tadi pagi.
“Masuklah Rena, sebentar lagi hujan akan turun,” pinta Alan sambil membukakan pintu mobilnya untuk Rena dan kedua bauh hatinya.
“Maaf, Kak. Aku sudah memesan OSCAR tidak enak kalau terus menerus dicancel,” jawab Rena tanpa memandang Alan sedikit pun.
Alan pun kembali menutup pintu mobilnya.
“Apa kau masih marah kepadaku?” tanya Alan.
“Sudahlah, Kak. Aku tidak ingin membahas masalah itu lagi,” jawab Rena ketus.
“Kalau begitu masuklah sebentar lagi hujan akan turun,” sahut Alan sedikit memaksa.
“Iya, Mah, kita naik mobil Om Alan aja,” ajak Hana.
“Iya, Haikal juga pengen naik mobil Om Alan,” sahut Haikal.
“Kalau begitu kalian berdua naiklah, pulanglah berdua bersama Om Alan. Tinggalkan Mama di sini sendiri,” ucap Rena kesal.
“Astaga, Rena.... Kenapa kamu jadi keras kepala seperti itu?” sahut Alan dengan nada sedikit meninggi.
“Kakak baru tahu? Aku memang orang yang keras kepala, Kak,” sahut Rena ketus.
Alan hanya diam mendengar perkataan Rena. Ia lupa kalau wanita yang dicintainya itu memang sedikit keras kepala. Ia mencoba memikirkan cara agar bisa membujuk Rena. Namun, tampaknya hal itu sia-sia. Saat sebuah mobil berwana putih berhenti di dekat mobil Alan.
“Bu Rena?” tanya seorang laki-laki yang turun dari mobil itu.
“Iya, Pak. Bapak dari OSCAR ?” tanya Rena.
“Iya,” jawab laki-laki.
“Anak-anak itu mobilnya sudah datang, yuk!” ajak Rena.
“Tapi, Mah gimana dengan Om Alan?” tanya Hana.
“Terserah kalian. Kalau kalian ingin ikut Om Alan, silakan,” ucap Rena.
“Hana, Haikal, sudah ikut dengan Mama kalian saja,” bujuk Alan karena ia tak ingin Rena menjadi semakin marah jika anak-anak ikut dengan mobilnya.
“Iya, sudah Om. Hana pamit dulu, ya!” ucap Hana.
“Ikal, juga ya Om," sahut Haikal.
“Iya, hati-hati," seru Alan mengiringi kepergian tiga makhluk yang disayanginya itu dengan nada yang terdengar sedikit kecewa.
Hana dan Haikal pun mengikuti Rena masuk ke dalam mobil OSCAR pesanannya. Mereka pun masuk ke dalam mobil itu.
__ADS_1
Alan terus menatap mobil yang ditumpangi oleh Rena dan kedua buah hatinya itu dari kejauhan. Ada rasa sakit yang menusuk di hatinya.
Rena, apakah kau sama sekali tak memiliki perasaan terhadapku? Apakah perasaanku kepadamu ini benar-benar bertepuk sebelah tangan? (batin Alan).
Sementara di dalam mobil itu, Rena tak henti memandang Alan dari kaca spion yang ada di depannya. Air mata seketika menetes dari matanya. Seolah ada luka yang tak bisa dimengertinya.
Maaf, Kak Alan, aku tak ingin memiliki perasaan yang lebih jauh lagi terhadapmu. Aku tak ingin merasakan sakit yang sama seperti dulu lagi. Aku hanya ingin menjalani hari-hariku hanya bersama dengan anak-anakku. Tanpa ada lagi rasa sakit dan kecewa sebagaimana yang dulu pernah aku rasakan. (batin Rena).
Setelah mobil Rena sudah tak terlihat lagi, Alan pun masuk ke dalam mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan penuh kehampaan.
Di ujung sana dua pasang mata tampaknya memperhatikan Alan dan Rena sedari tadi. Ada rasa penasaran yang bergejolak pada hati dan pikiran pemilik dua pasang mata itu.
“Kak Jessi, apa aku tidak salah lihat?” tanya Yuna pada kakak ipar yang sedang berdiri di sampingnya.
“Apa maksudmu?” tanya Jessi yang tak paham dengan pertanyaan Yuna.
“Tadi yang aku lihat itu Kak Alan, kan?” tanya Yuna.
“Iya, kau tak salah lihat. Itu memang Alan,” jawab Jessi.
“Apa hubungannya Kak Alan dengan Rena?” tanya Yuna penasaran.
“Entahlah, aku juga tidak tahu. Mungkin Faizal lebih tahu tentang hal ini,” jawab Jessi.
“Apa jangan-jangan Rena itu kekasihnya Kak Alan?” tanya Yuna.
“Bisa, jadi. Mungkin itu sebabnya masalah kemarin hanya kita yang dipanggil. Sedangkan, setahuku Rena sama sekali tidak dipanggil,” ucap Jessi.
“Apa? Jadi Rena itu kemarin tidak dipanggil?” tanya Yuna kaget.
“Astaga.... Berarti sepertinya memang benar mereka ada hubungan. Jangan-jangan mereka memang benar-benar sepasang kekasih. Kalau itu benar, sungguh celaka. Aku telah mencari masalah dengan kekasih pemilik yayasan ini,” ucap Yuna.
“Kenapa? Kau takut?” tanya Jessi.
“Iya, takutlah karena aku dan suamiku kan mencari makan di sini. Kalau kami berdua benar-benar dipecat, mau makan apa anak-anak kami nanti?” ujar Yuna.
“Makan batu, hahaha,” ledek Jessi.
“Kak Jessi nih, aku serius tahu!” ucap Yuna kesal,”
“Iya, maaf. Makanya lain kali jangan suka cari masalah sama orang. Tapi kamu tenang aja, setahuku Alan bukan orang seperti itu,” jelas Jessi.
“Benarkah itu?” tanya Yuna.
“Iya, benar,” jawab Jessi penuh penekanan.
Jessi memang cukup mengenal Alan karena waktu kuliah Jessi dan Alan berada di kelas yang sama. Selain itu, ia dan Alan juga sama-sama aktif di kepengurusan BEM Jurusan.
***
Langit kali ini tak berbohong, seperti yang diduga kebanyakan orang, hujan pun datang bertamu pada bumi. Dengan curahnya yang deras mampu dengan sekejap mata membasahi bumi dan isinya, kecuali bagi mereka yang terlindung di bawah atap bangunan ataupun atap mobil yang melaju menembus hujan.
Alan masih di dalam mobil itu, pikiran dan hatinya masih tertuju pada satu nama. Nama dari wanita yang kini berada dalam mobil yang ada di depannya.
__ADS_1
Suara dering ponsel miliknya, mengalihkan perhatian Alan. Ia pun mengangkat panggilan yang masuk ke dalam ponselnya itu tanpa sempat melihat nama orang yang memanggilnya.
“Senangnya, akhirnya kau mau mengangkat teleponku,” sahut si penelepon dengan suara seksinya.
Alan pun memperhatikan kembali layar ponselnya. “Naya” nama yang tertera di layar ponsel itu.
Oh, ternyata perempuan itu. Masih belum menyerah juga dia? (ucap Alan dalam hati)
“Iya, Nay, ada apa?” tanya Alan tanpa basa basi.
“Ya ampun, Alan, kau benar-benar keterlaluan. Kau bahkan tidak menanyakan kabarku setelah cukup lama kita tidak berjumpa,” keluh Naya.
“Lama? Seingat aku kita baru berjumpa seminggu yang lalu bukan,” tanya Alan sinis.
“Iya, kau benar, tapi bagiku satu minggu tak bertemu denganmu itu rasanya sudah seperti satu tahun,” jawab Naya.
“Naya, sudahlah berhenti bicara seperti itu. Kau sudah tahu seperti apa perasaanku sama kamu. Sekarang katakan apa maksudmu menelepon?” tanya Alan dengan nada tinggi.
“Baiklah, Alan. Kau sepertinya memang tidak terlalu suka berbicara denganku terlalu lama,” keluh Naya.
“Iya, kau benar. Apalagi sekarang aku sedang menyetir. Jadi, katakan apa maksudmu meneleponku?” tanya Alan sekali lagi.
“Alan, ayahku baru saja tiba di Indonesia. Itulah sebabnya aku ingin mengadakan pesta penyambutan untuknya. Rencananya acara itu akan dilaksanakan besok malam. Jadi, aku berharap kamu dan adikmu bisa ikut menghadirinya,” pinta Naya.
“Pesta penyambutan ya?” tanya Alan kembali.
“Iya,” jawab Naya.
“Baiklah, aku akan membicarakannya dulu dengan Felisa. Tapi aku minta kau jangan terlalu berharap aku akan hadir ke acara itu,” ucap Alan.
“Baiklah, tapi aku tetap berharap kau dan adikmu mau datang ke pestaku,” ujar Naya.
“Sekali lagi aku katakan aku tidak bisa berjanji dengan hal itu. Sekarang apakah aku boleh menutup teleponnya?” tanya Alan.
“Baiklah, Alan, terima kasih,” ucap Naya kecewa.
Tak lama setelah Naya mengucapkan kalimat terakhirnya itu. Alan pun lekas menutup ponselnya. Namun, saat ia akan menyimpan ponselnya kembali, ia benar-benar terkejut karena tiba-tiba seorang anak berlari di depannya dan hampir tertabrak mobil yang sedang dikendarainya itu. Refleks Alan segera membanting stirnya ke kiri dan....
Bugh!!
***
Bersambung
Apa yang terjadi dengan Alan? 😱😱
Baca dan simak terus lanjutan ceritanya.
Jangan lupa juga, dukung terus author dengan memberikan like, vote, dan komennya😊😊😊
Jadikan pula favorit ❤️❤️❤️
Salam sayang dan semoga sehat selalu 😘😘
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏