Murid Ratu Iblis

Murid Ratu Iblis
Chapter 42 - Quest


__ADS_3

Di dalam bangunan Guild, tepatnya di malam hari itu....


"Hah? Jangan pergi ke hutan?! Apa yang kau katakan, Lucius? Mengingat tadi pagi kau bersikeras mengajakku berburu hah?!" tanya Ironclad yang setengah mabuk itu karena minumannya.


"Ironclad benar. Dengan kehadiranmu, kita bisa berburu lebih baik lagi bukan?" tanya Drakon penasaran sambil membanting gelas kayunya itu ke meja.


"Bukankah barusan kau berburu sendiri bisa mendapatkan 8 koin emas setelah dijual? Untuk apa berhenti pergi ke sana?" tanya Sera bingung.


"Aku.... Aku rasa mendengar penjelasan Lucius...." ucap Lyra gugup.


Di hadapan mereka berempat, sosok Lucius yang panik dapat terlihat dengan jelas. Kedua matanya terbuka lebar, memelototi keempat orang itu.


"Sudah ku bilang! Ada monster mengerikan di sana!" teriak Lucius.


"Lalu, seperti apa monster mengerikan ini?" tanya Ironclad dingin.


Seperti apa? Bagaimana cara Lucius menjawab pertanyaan itu? Lucius sendiri bahkan tak melihat sosok monster itu.


Hanya perkataan Carmilla lah yang menjadi dasar dalam semua ini. Lucius percaya Carmilla takkan pernah membuat kebohongan seperti itu. Bagaimana pun, Ia masih menyayangi nyawanya.


Tapi mengatakan bahwa informasi itu berasal dari iblis yang ada dalam tubuhnya....


Mungkin takkan ad yang percaya. Atau lebih buruk lagi, bisa-bisa Lucius malah diburu oleh seluruh prajurit di kota ini.


Tak berselang lama setelah itu....


Seseorang nampak memasuki aula utama Guild ini dengan terburu-buru. Di kedua tangannya, terlihat sosok seorang pria yang telah tak sadarkan diri.


"Siapapun! Tolong selamatkan kakakku!" teriak pria itu.


Sontak seluruh petualang di Guild ini berdiri dari kursi mereka. Tak ada yang tak mengenali pria yang tengah berdiri di depan pintu masuk aula Guild ini.


Donner dan Ronner. Keduanya adalah petualang tingkat tinggi yang hanya satu tingkat lebih rendah dari kelompok Ironclad.


Itu pun karena kelompok Ironclad beranggotakan empat orang, sementara kelompok Donner hanya beranggotakan dua orang saja.


"Oi, Donner! Apa yang terjadi? Kenapa kakakmu bisa sampai seperti itu?!" tanya petualang lain panik.


Mereka semua mengetahui kekuatan dan pengalaman Donner bersaudara. Tak mungkin kedua orang itu terluka separah ini tanpa sebab yang jelas.


"Goblin.... Goblin sialan itu...." ucap Donner sambil menangis.


"Hah? Goblin? Kau bilang Ronner terluka separah itu karena Goblin?" tanya petualang lainnya.


"Ya! Goblin! Hobgoblin! Sialan! Aku baru pertama kali melihat Hobgoblin sekuat itu!" teriaknya panik.


Lyra yang melihat luka parah pada tubuh Ronner segera berlari sambil membawa tongkat sihirnya. Berusaha untuk menyembuhkannya.


"Kakak, bertahanlah...." ujar Donner sambil terus merangkul tubuh kakaknya yang penuh darah itu.


"Lucius! Bantu aku!" teriak Lyra. Baru kali ini Ia melihat Lyra yang biasanya pendiam bertingkah seperti ini.


Tanpa ragu, Lucius segera berlari dan membantu menyembuhkan tubuh Ronner. Tapi saat berdiri tepat di depan Ronner....

__ADS_1


Lucius terkejut bukan main setelah melihat seluruh bekas lukanya.


Luka cakar yang sangat dalam dan besar itu hampir memutuskan lengan kiri Ronner. Sedangkan tulang rusuk kanannya remuk total, mungkin diakibatkan pukulan dari monster yang dilawannya.


Sedangkan di perutnya, usus dan organ dalam lainnya nampak sedikit keluar bersama dengan darah yang tak lagi mengalir deras.


Kaki kanannya sendiri terlihat terkilir.... atau lebih tepatnya terputar hingga 360 derajat. Merusak seluruh otot yang ada di kaki kanannya, juga mematahkan semua tulangnya.


"Ya-yang benar saja.... Ini karena Hobgoblin?!" tanya Lucius yang langsung mengaktifkan sihir penyembuhannya.


Hobgoblin adalah sub ras dari Goblin yang memiliki tubuh lebih besar. Setara dengan ukuran tubuh pria dewasa.


Kekuatannya juga tak jauh berbeda dengan pria dewasa, dan dikategorikan dalam monster tingkat E atau maksimal tingkat D.


Melihat monster selemah itu memberikan luka separah ini pada petualang yang berpengalaman....


Membuat Lucius sulit untuk mempercayainya.


"Hobgoblin itu berbeda! Dia memiliki kulit hijau gelap dan sebuah tanduk di kepala kirinya! Matanya.... Berwarna merah menyala!" teriak Donner.


Sontak Lucius teringat atas apa yang terjadi padanya siang hari ini.


'Hobgoblin? Iblis? Ti-tidak mungkin kan?' pikir Lucius dalam hatinya.


Sosok iblis yang ada di dalam pikiran Lucius sangat lah berbeda dengan kenyataan itu. Menurutnya, iblis adalah ras yang sangat kuat dengan kecerdasan yang tinggi dan juga budaya yang maju.


Tapi Goblin? Seekor Goblin?


'Lucius, aku memiliki firasat buruk soal ini.' ujar Carmilla.


Setelah proses penyembuhan yang memakan waktu hingga 10 menit, akhirnya tubuh Ronner mulai pulih. Nafasnya mulai kembali normal dan lukanya mulai tertutup.


Meski begitu, tubuhnya masih sangat lemah karena kekurangan darah.


"Syukurlah. Kakakmu sudah baikan." ucap Lyra dengan senyuman yang puas di wajahnya.


"Terimakasih.... Kalian berdua.... Terimakasih...."


Tapi Lucius memiliki rencana lain soal ini.


"Daripada terimakasih, bagaimana jika kau sekarang ceritakan dengan detail apa yang sebenarnya terjadi?"


"Aku sependapat dengan bocah itu." ucap seorang wanita dengan rambut coklat yang panjang dan diikat rapi itu.


Ia nampak mengenakan seragam Guild dengan corak warna utama hijau dan kecoklatan. Ditambah dengan sedikit zirah besi tipis di pundak, lengan kanan serta kedua lututnya.


"Gu-Guild Master Selena?!"


"Kenapa Anda bisa ada di sini?!" tanya orang-orang panik.


Selena Stormblade. Seorang bangsawan tingkat menengah yang dibebani tanggungjawab untuk mengelola Guild di Kota Arcanum ini.


Meskipun, Ia lebih sering menyerahkan tugas administrasi pada orang lain karena dirinya sendiri telah disibukkan dengan pekerjaan lapangan.

__ADS_1


Jika disingkat, Selena adalah salah satu petarung dengan klasifikasi tingkat A akhir di kota ini. Sosok yang dianggap akan segera meraih tingkat S dalam beberapa tahun kedepan murni karena kekuatannya.


"Ba-baiklah...." balas Donner lemas.


............


"Jadi saat kalian sedang berburu, Hobgoblin itu tiba-tiba muncul dan menyerang kalian?" tanya Selena kebingungan.


"Itu benar! Dan kulitnya benar-benar keras! Lihat lah! Bahkan pedangku patah saat aku hendak menyerang lengannya!" teriak Donner sambil meraih pedang di sabuk kanannya.


Pedang yang terbuat dari logam kualitas menengah itu terlihat hancur, menyisakan hanya bilah baja di dekat pegangannya saja.


Selena meraih pedang itu untuk melihatnya dengan lebih dekat.


"Kau yakin itu Hobgoblin?"


"Sudah ku bilang berkali-kali! Itu Hobgoblin!" teriak Donner.


Memangnya siapa yang bisa percaya? Seekor Goblin memiliki kulit yang bisa mematahkan pedang baja?


Bahkan kulit Pyroclaw sekalipun tak sekeras itu.


Tapi melihat kenyataan di hadapannya, Selena mau tak mau harus percaya. Dan karena itu lah....


"Baiklah. Aku mengerti." balas Selena singkat sebelum berjalan ke tengah aula Guild ini.


Semua petualang yang ada di Guild ini sontak mengarahkan pandangan mereka pada sang Guild Master.


Menanti atas apa yang akan dikatakannya.


"Semuanya! Perhatian! Jika monster abnormal yang dikatakan oleh Donner itu benar adanya, maka Guild sama sekali tak bisa membiarkannya! Mendengar kekuatannya, mungkin setara dengan tingkat A lanjut atau mendekati tingkat S.


Dan kekuatan seperti itu akan sangat membahayakan rombongan pedagang atau penduduk yang keluar masuk Kota Arcanum ini!


Karena itu lah, dengan kekuasaanku sebagai Guild Master, memberikan Quest darurat untuk kalian semuanya! Siapapun yang ikut serta akan mendapatkan imbalan 20 koin emas! Dan jika berhasil membunuh monster itu, akan mendapatkan tambahan 25 hingga 50 koin emas lagi!


Siapapun yang bersedia, angkat senjata kalian dan bersiaplah untuk memburu monster ini sebelum terlambat!" teriak Selena panjang lebar.


Pengumuman singkatnya sontak membakar semangat semua petualang yang ada di dalam aula Guild ini.


"Wuuuooooooooooh!!!"


"Tentu saja kami akan ikut!"


"Aku yakin Donner bersaudara itu hanya mengarang cerita!"


"Benar! Mana mungkin ada Hobgoblin sekuat itu kan?!"


"Kapan lagi bisa mendapatkan uang semudah ini!!!"


Semuanya berteriak dalam semangat, termasuk Ironclad dan kelompoknya.


Hanya ada satu orang yang terdiam dalam ketakutan serta terror.

__ADS_1


Orang itu tak lain adalah Lucius, yang sedari tadi hanya bisa merasakan firasat yang buruk atas semua ini.


Terlebih lagi, mengingat ketakutan yang dirasakan oleh Carmilla sebelumnya....


__ADS_2