
Di Ibukota Kerajaan Arathor, Titania. Ratusan Ksatria Suci dari berbagai Gereja terlihat berbaris dengan rapi.
Masing-masing memiliki zirah dan lambang berbeda di panji-panji mereka.
Di depan mereka semua merupakan kastil yang suci dari Kerajaan Manusia ini. Sosok seorang pria dengan rambut kebiruan terlihat berdiri di atas panggung kehormatan itu.
Dari semua Ksatria Suci Gereja yang datang, yang memiliki pasukan terbesar dan terkuat tak lain adalah dari Gereja Mana.
Wajar saja, karena Mana adalah sumber sihir itu sendiri di dunia ini. Jadi semua orang pasti akan menyembahnya. Dan karena itu juga, Gereja Mana menjadi Gereja dengan pengikut terbanyak di kerajaan ini.
"Oi, benarkah lautan api biru muncul di wilayah Selatan?" tanya salah seorang ksatria suci pada rekan di sebelahnya.
"Ku dengar juga begitu. Bahkan hingga beberapa hari api itu kabarnya masih belum padam, sekalipun terkena hujan deras." balas rekannya.
"Siapa sebenarnya yang melakukan hal itu?"
"Menurut Guild Master di kota itu, ada monster abnormal yang sangat kuat."
"Monster? Jangan katakan monster yang melakukannya?"
"Kabarnya adalah seekor Hobgoblin yang bahkan bisa menciptakan Trias Shield."
"Jangan bercanda. Tak mungkin Hobgoblin...."
"Menurut mu aku juga percaya? Aku tak ingin percaya! Tapi kenyataannya, 80 lebih petualang, termasuk beberapa petualang tingkat B terbunuh di tempat!"
"Ya-yang benar saja...."
Setelah beberapa saat, pria berambut biru dengan mahkota yang indah di atas kepalanya itu pun berbicara.
"Wahai ksatria Suci penganut seluruh Dewa dan Dewi di dunia ini! Aku yakin kalian telah mendengar berita kemunculan monster abnormal di wilayah Selatan." ucapnya dengan begitu tegas.
Seketika, semua orang pun terdiam dan bersikap tegap setelah mendengar suaranya.
Suara dari pria yang tak lain adalah Raja dari Kerajaan umat manusia ini.
Orion Arathorn.
Di sampingnya, terlihat sosok seorang wanita dengan jubah putih yang indah. Ia memiliki tatapan yang terlihat begitu tajam.
Rambut peraknya yang panjang serta mata keunguannya hanya meningkatkan kecantikan dari wanita itu.
Meskipun, takkan ada satu orang pun yang berani mendekatinya.
__ADS_1
Bagaimana tidak?
"Pahlawan Sihir, Nona Alora Skyweaver yang berdiri di sampingku ini telah memastikannya. Bahwa di tempat kejadian, terdapat sisa-sisa Mana hitam pekat yang mengerikan!
Mana dari orang-orang sesat, Heretics! Mereka yang berpaling dari berkah Dewi Mana! Mana dari kegelapan itu sendiri!" ucap Orion dengan lantang.
Semua ksatria suci yang ada di hadapannya pun terkejut bukan main.
Di zaman ini, istilah 'iblis' telah lama dilupakan karena tertutupi oleh terror dari Naga Ashenflare.
Tapi dunia masih memiliki sedikit sisa catatan sejarah mengenai iblis itu sendiri.
Mereka yang memiliki Mana hitam pekat. Mana yang diperoleh bukan dari berkah Dewi Mana. Melainkan Mana kotor yang diperoleh dengan cara merebutnya dari Dewi Mana.
Karena itulah, mereka dianggap sebagai 'orang sesat' atau 'Heretics'.
"Kemunculan Heretics hanya berarti satu hal! Yaitu kebangkitan dari kegelapan di dunia ini!"
Semua orang menelan ludah mereka dalam ketakutan. Kebangkitan dari kegelapan, atau dalam kata lain adalah awal dari munculnya bencana besar.
"1407 tahun yang lalu, leluhur kita telah menyelamatkan dunia dengan membunuh Ashenflare sang penghancur! Kali ini! Kita akan membuktikan pada leluhur kita!
Bahwa kita juga bisa mencegah bencana apapun yang akan muncul di dunia ini! Ini perintah langsung dariku, Orion Arathorn, Raja dari Kerajaan Arathor!
Seluruh Ksatria Suci dari berbagai Gereja! Dengan bantuan Ksatria Kerajaan, temukan dan hancurkan sumber dari kegelapan ini! Jika kita menghancurkannya cukup awal, kita mungkin bisa mencegah bencana itu sendiri!"
"Dengan senang hati, Yang Mulia!"
Orion Arathorn masih berusia 22 tahun itu telah menjadi sosok yang tak hanya dihormati dan dicintai. Tapi juga disegani banyak lawannya.
Cerdas, berpengetahuan luas, tegas dalam mengambil keputusan, dan lebih dari semua itu. Sangat kuat.
Banyak pembicaraan diantara para petinggi di kerajaan ini, bahwa dirinya pasti akan terpilih menjadi pahlawan pedang setelah pahlawan pedang yang saat ini tutup usia.
Tapi meskipun tak memiliki berkah dari Dewi sekalipun....
Orion termasuk salah satu orang terkuat yang pernah terlahir di kerajaan ini.
Sebagai putra mahkota, Ia selalu memperoleh pendidikan terbaik. Dan sebagai seseorang dari keluarga Arathorn, Ia memperoleh semua sihir dan seni bela diri rahasia keluarga Kerajaan.
Memberikannya akses terhadap pengetahuan dan juga teknik terkuat yang ada di kerajaan manusia ini.
Tapi meski begitu....
............
__ADS_1
Terdapat seseorang dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, tengah duduk dengan santai di atas salah satu menara di Titania.
Pria itu memiliki rambut kecoklatan yang agak panjang dan terkesan berantakan. Dengan tampilan yang terkesan begitu mencurigakan.
Ia memandangi barisan Ksatria Suci dan juga Orion sambil tertawa ringan.
"Kukuku.... Pengamatan yang tajam, Yang Mulia. Kau nampaknya benar-benar sudah belajar ya?" ucap pria misterius itu.
Tak berselang lama, Pria itu mengambil sesuatu dari balik jubahnya.
"Meski begitu, ada yang bisa menghentikan iblis buatanku di Arcanum ya? Yah, wajar saja. Di sana terdapat banyak orang-orang kuat." ucapnya sambil memandangi botol kaca kecil berisi abu hitam itu.
Abu yang tak lain adalah sisa tubuh Hobgoblin yang telah dibakar habis oleh Carmilla.
"Siapapun yang melakukannya, bukan masalah penting bagiku. Tapi api itu...."
Ekspresi wajahnya berubah seketika. Dari yang sebelumnya begitu cerah dengan senyuman di wajahnya, kini terlihat begitu menyeramkan dengan tatapan mata yang tajam.
"Siapa sebenarnya yang telah membuat api itu?" tanya pria misterius itu pada dirinya sendiri.
Api biru bukanlah hal yang diluar kewajaran pada masa ini. Meskipun orang yang mampu menciptakannya cukup langka, tapi itu bukan lah berita yang mengejutkannya.
Hal yang aneh bagi pria misterius itu tak lain adalah kenyataan bahwa api sekuat itu bisa terus berkobar selama berhari-hari lebih tanpa padam.
Meskipun hujan badai membasahinya....
Sekalipun tak ada lagi yang bisa dibakar olehnya....
Api itu terus berkobar tiada henti di tengah hutan yang telah menjadi abu itu.
Akan masuk akal jika ada puluhan penyihir yang terus menyuplai Mana untuk melanjutkan pembakaran api itu.
Tapi berapa kali pun Ia memeriksanya, tak ada satu orang pun yang berada di sekitar kobaran api itu. Selain para Ksatria suci yang datang untuk memeriksa api itu sendiri.
"Ku rasa aku harus sedikit lebih berhati-hati. Bagaimana pun, tak seperti Orion, aku bekerja sendirian." ucapnya sambil segera berdiri dari tempatnya duduk.
Ia berjalan secara perlahan menuruni menara itu sambil terus bergumam pada dirinya sendiri.
"Karena Hobgoblin sudah sukses, harus kah aku mencoba Orc berikutnya?" ucapnya sambil tertawa ringan.
"Aah, mungkin beberapa bulan lagi setelah aku sedikit memperbaiki obatnya. Aku tak ingin lagi menciptakan monster yang hanya haus darah, tapi tak mau menuruti perintah ku."
Pada saat yang sama, dua sisi dari dunia ini bergerak ke arah yang berbeda.
__ADS_1
Di saat sisi yang memihak cahaya bergerak untuk menjaga dunia ini....
Sisi yang memihak kegelapan juga bergerak. Tapi entah untuk tujuan apa....