
Dari tengah jalanan kota yang cukup ramai ini, terlihat seorang pria yang terus mengeluh mengenai situasinya dengan suara yang keras.
"Aaargh, merepotkan sekali. Aku berniat untuk mencari siapa yang menciptakan api biru itu, tapi kenapa banyak sekali Ksatria Suci di sini? Merepotkan sekali...." ucap seorang pria dengan rambut kecoklatan.
Ia terlihat berjalan di tengah kota dengan santainya. Mengangkat kedua tangannya dan menggunakannya sebagai penopang kepalanya sendiri.
Dengan jubah hitam kemerahan dengan tudung yang menutupi hampir seluruh kepalanya, Ia tak terlihat peduli atas keberadaan banyak Ksatria Suci di sekitarnya.
Karena itu lah....
'Srruuugg!'
Mendengar perkataan pria misterius itu, tentu saja kedua Ksatria Suci barusan segera menghentikan langkah kaki mereka.
"Berhenti! Siapa kau?" tanya salah seorang Ksatria Suci itu sambil mengarahkan pedangnya kedepan.
"Hah? Aku tak menyarankan mu untuk mengancamku." balas pria misterius itu.
"Orang ini...."
"Tinggalkan aku dan panggil bantuan. Sekalipun hanya sekilas tapi, Mana dari orang ini...."
Setelah menganggukkan kepalanya, salah satu dari Ksatria Suci itu berlari secepat mungkin. Mencari bantuan dari Ksatria lain yang ada di kota ini.
Sementara itu, para penduduk kota yang melihat akan terjadi pertarungan segera pergi menjauh. Menutup pintu dan jendela mereka rapat-rapat.
"Kau yakin? Melawan ku sendiri?" tanya pria misterius itu sambil tersenyum.
"Dewi Lunaria, tolong berkati ha.... Blaaarrggg!!!"
Tanpa peringatan atau pun aba-aba, tubuh ksatria suci itu terlempar sejauh puluhan meter. Menembus berbagai bangunan yang ada di belakangnya.
Semua itu terjadi hanya karena pria misterius itu mengarahkan tangan kanannya ke depan.
'Braaakk! Kreettakk!!'
Puing-puing bangunan yang runtuh masih terus berjatuhan. Menimpa tubuh ksatria suci itu.
Tapi berkat zirah mithrilnya yang kuat, luka yang di deritanya tak seberapa.
"Kugghh! Kau.... Sudah ku duga. Apakah itu kau pelaku nya?" tanya Ksatria Suci itu yang berusaha untuk bangkit dengan menggunakan pedang sebagai tumpuannya.
"Pelaku? Tergantung atas pertanyaanmu, jawabannya mungkin iya atau tidak." balasnya sambil tertawa.
'Krettaak! Kreettakk! Sruuugg! Sruuuggg!!'
Tak berselang lama, beberapa Ksatria Suci mulai berdatangan. Mengelilingi sosok Pria misterius itu.
__ADS_1
"Hentikan apapun yang kau pikirkan! Kau takkan bisa lolos dari kami!" teriak kapten Ksatria Suci yang datang bersama dengan 6 orang bawahannya.
Kedua mata pria misterius itu nampak terbelalak. Bahkan mulutnya juga mulai menganga setelah menyadari dalam situasi apa dirinya berada.
"Kau pikir bisa bertahan melawan beberapa Ksatria Suci sekaligus? Menyerah lah!" lanjut kapten itu.
Hanya saja....
"Pfffttt! Buahahaha! Kalian.... Kalian tidak benar-benar berpikir aku terpojokkan kan?" tanya pria misterius itu yang tiba-tiba tertawa terbahak-bahak sekalipun berada di situasi seperti ini.
"Apa kau bilang?"
Ksatria Suci setidaknya memiliki tingkat kekuatan B ke atas. Sedangkan jumlah Ksatria Suci yang mengelilingi pria itu saat ini sebanyak 8 orang.
Termasuk kaptennya yang memiliki kekuatan mendekati tingkat S. Kekuatan yang bukan main-main di hadapan orang biasa.
Itu lah kenapa tak ada yang berani untuk berurusan dengan Gereja. Karena Ksatria Suci dalam Gereja berisi orang-orang yang sangat kuat dan bisa dibilang berbahaya bagi penjahat.
Tapi ini?
"Aaah, maaf. Tentu saja. Aku takkan bisa menang melawan kalian." balas pria misterius itu sambil mengangkat kedua tangannya. Menandakan dirinya telah menyerah.
"Hmph! Hanya gertakan. Bagus sekarang...."
"Itu jika aku harus memikirkan keselamatan Kota ini. Jika tidak...." ucapnya sambil memamerkan sebuah botol kaca kecil berisi bubuk hitam yang misterius.
Tanpa Clairvoyance Eye sekalipun, siapapun yang melihat bubuk hitam itu dapat menyadarinya. Bahwa di dalamnya, terdapat kekuatan yang sangat jahat dan mengerikan.
Aura kegelapan yang dipancarkan oleh bubuk hitam itu dapat terasa dengan jelas, seakan-akan menusuk tubuh semua ksatria suci yang melihatnya.
"Hobgoblin." ucap pria misterius itu singkat.
Seluruh Ksatria Suci itu pun terkejut bukan main. Kata kunci itu hanya bisa diketahui oleh mereka yang berhubungan dengan insiden baru-baru ini. Insiden yang menelan nyawa puluhan petualang.
"Kau.... Jangan katakan kau adalah pelakunya?"
Dengan senyuman yang lebar, pria misterius itu pun membalas.
"Jika aku melepaskannya di kota ini, kalian pikir apa yang akan terjadi?"
'Deg! Deg!'
Bayangan dimana kota Arcanum ini akan dipenuhi oleh api biru abadi terlintas di pikiran semua Ksatria Suci itu.
"Tu-tunggu dulu! Janga...."
Tapi tiba-tiba, ekspresi wajah pria misterius itu pun berubah drastis. Senyumannya yang seakan merasa semua situasi ini berada di bawah kendalinya, tiba-tiba menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Cih, sudah datang ya? Maaf saja tapi aku kemari bukan untuk mengacaukan kota ini. Aku hanya mencari orang yang membuat api biru abadi itu. Selamat tinggal." balasnya sambil berjalan secara perlahan ke arah belakangnya.
"Kau pikir bisa pergi begitu saja?! Semuanya! Serang!" perintah sang kapten pasukan.
Tapi Pria misterius itu masih saja tersenyum dengan santai. Seakan-akan situasi ini sama sekali tak berbahaya baginya.
Dengan serbuan 8 Ksatria Suci, semuanya berlari sekuat tenaga sambil menghunuskan pedangnya ke depan. Berniat setidaknya untuk melukai tubuh pria misterius itu.
Di luar dugaan semua ksatria suci yang ada....
tepat belakang tubuh pria misterius itu tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir yang cukup rumit. Dalam waktu yang cepat, lingkaran sihir itu berubah menjadi portal dengan warna hitam pekat.
Pemandangan yang sama juga terlihat di kejauhan. Tepatnya di belakang barisan para Ksatria Suci itu.
"Kalau begitu, sampai jumpa lagi." ucap Pria misterius itu sambil melompat ke belakang. Setelah tubuhnya melewati portal itu, tubuhnya seakan-akan menghilang begitu saja. Bersama dengan portal itu.
"Sialan! Dia kabur!" keluh para Ksatria Suci.
Pada saat yang bersamaan....
Dari portal yang berada di belakang barisan para Ksatria Suci itu, muncul sosok seorang wanita dengan rambut perak panjang yang indah.
Wanita itu berdiri di pinggir jalanan kota itu sambil menggenggam tongkat sihir di tangan kirinya. Pakaiannya yang berupa jubah putih dan keunguan yang begitu mempesona.
"Aku terlambat?" tanya wanita itu.
'Sruuugg!!!'
Seketika, seluruh Ksatria Suci yang berada di sana menatap ke arah wanita itu sambil berlutut.
"Maafkan Kami, Nona Alora. Kami tak menyangka bahwa orang itu memiliki sihir ruang seperti Anda...." ucap sang kapten pasukan dengan tubuh yang gemetar.
"Tak masalah. Setidaknya kita tahu, ada seseorang yang dengan sengaja menyebabkan semua ini." balasnya dengan nada yang cukup datar.
Alora terlihat menatap ke arah tempat terakhir pria misterius itu berada. Berusaha untuk melihat aliran Mana yang tersisa dengan menggunakan Clairvoyance Eye miliknya.
Tapi sayangnya, jejak Mana yang terlihat sangat lah minim. Hanya tersisa partikel-partikel kecil yang sama sekali tak memberikan informasi apapun. Membuatnya kesulitan untuk menentukan arah lokasi tujuan pria misterius itu.
'Benar-benar rapi, tak ada jejak sedikit pun. Seseorang dengan kemampuan sihir ruang setinggi ini ada di kerajaan tanpa seorang pun yang menyadarinya? Siapa dia? Apa sebenarnya tujuannya?' pikir Alora dalam hatinya sambil terus memandangi ke arah lokasi terakhir pria misterius itu berdiri.
Para Ksatria Suci nampak memandangi Alora dengan perasaan takut. Wajar saja, karena mereka gagal dalam menahan sosok misterius itu hingga Alora tiba.
Meski begitu....
"Lain kali aku akan menangkapnya. Terimakasih telah memanggilku." balas Alora sang pahlawan penyihir itu sebelum kembali membuka portal dan pergi meninggalkan kota ini begitu saja.
__ADS_1
Meninggalkan para Ksatria Suci dalam kekesalan karena tak berhasil menangkap dalang dibalik semua kejadian ini.