Murid Ratu Iblis

Murid Ratu Iblis
Chapter 71 - Iblis tak Sempurna


__ADS_3

'BLAAAAAAARRRR!!!'


Dengan pukulan yang begitu kuat, tubuh Zephyrith yang telah berubah menjadi setengah iblis itu melontarkan tubuh Lucius menembus beberapa dinding sekaligus.


Membuat Lucius terlempar keluar dari tempat penelitian ini seutuhnya.


'Swuuuussshh!!!'


Tubuh Lucius melayang di udara setelah terlempar keluar dari apa yang terlihat seperti sebuah kastil kecil di tebing curam ini.


Saat melirik ke bawah, Lucius melihat kawah dari gunung ini. Yang berisi penuh dengan lava yang begitu panas.


'Ini buruk!' pikir Lucius dalam hatinya.


Ia berniat untuk mematikan Arcana miliknya. Memberikannya kesempatan untuk menciptakan portal dan kabur dari sini.


Tapi saat hampir saja mematikannya....


'SWUUUOOOOOSSHHH!!!'


Semburan api kemerahan yang sangat padat dan kuat itu mengenai tepat di tubuh Lucius.


Jika bukan karena Arcana miliknya yang masih aktif, tak salah lagi api itu akan membakarnya hingga tak bersisa.


Di hadapannya, pemandangan semburan api yang terbelokkan oleh Arcana miliknya benar-benar mengerikan.


Dalam radius sekitar 10 meter dengan Arcana itu sebagai pusatnya, semburan api itu seakan-akan menghilang begitu saja. Yang pada kenyataannya, dibelokkan oleh Arcana miliknya.


'Krettaakk!!!'


Tak berselang lama, Arcana milik Lucius mengalami keretakan. Tak mampu untuk menahan serangan itu lebih lama lagi.


'Sialan! Jika saja pemahamanku terhadap sihir lebih baik lagi....' keluh Lucius dalam hatinya. Ia kesal pada dirinya sendiri yang tak mampu membuat Arcana yang lebih kuat.


Tapi dengan ini sudah cukup. Berkat semburan api itu, tubuh Lucius terdorong cukup jauh hingga menabrak sisi tebing yang lainnya.


'Braaaakkk!!!'


Sambil memuntahkan darah, Lucius berusaha untuk bangkit. Hanya untuk menyadari bahwa sosok iblis itu telah berdiri tepat di hadapannya.


Arcana yang seharusnya menjadi pelindung baginya, kini berbalik arah melawannya.


'Swuuusshh! Blaaaaarrr!!!'


Dengan kekuatan fisik yang melampaui manusia, iblis yang dulunya merupakan Zephyrith itu menendang tubuh Lucius ke atas. Melemparkannya hingga puluhan meter ke udara.


Hanya untuk memukulnya kembali ke tanah.

__ADS_1


'BLAAAAARRR!!!'


Hantaman yang begitu kuat membuat tanah di sekitar tempat Lucius terjatuh hancur membentuk cekungan sedalam 3 meter lebih. Untungnya, Lucius terbawa semakin jauh dari kawah gunung berapi ini.


Jika Lucius tak melatih fisiknya ketika berada di dalam Relic sihir itu, mungkin tubuhnya telah hancur hingga rata dengan tanah saat ini.


'Sialan, apa yang harus ku lakukan? Kekuatannya benar-benar melampaui apapun yang pernah ku lihat selama ini....' pikir Lucius dengan tubuh yang dipenuhi luka itu.


Di satu sisi, Lucius bisa saja mempertaruhkan segalanya dan menonaktifkan Arcana miliknya. Memberikannya kesempatan untuk menciptakan portal dan kabur dari iblis ini.


Tapi jika Ia melakukannya, Lucius membutuhkan setidaknya satu hingga tiga detik untuk menciptakan formasi sihir yang membentuk portal itu.


Terlebih lagi, itu artinya Lucius juga memberikan iblis itu akses terhadap sihir sekali lagi.


Kekuatan fisik yang sangat luarbiasa, ditambah dengan Mana yang sebesar itu. Takkan mungkin Lucius bisa bertahan selama satu detik tanpa perlindungan Arcana ini.


Tapi di sisi lain, tetap mengaktifkan Arcana ini juga mencegah dirinya sendiri menggunakan sihir. Meskipun masih bisa menggunakan Mana untuk meningkatkan kemampuan fisik melalui Overflow, itu sama sekali tak cukup untuk menandingi kekuatan fisik iblis ini.


"Carmilla sialan, sudah ku bilang aku bisa kabur beberapa Minggu yang lalu. Kenapa kau baru minta sekarang?" keluh Lucius kesal.


'Ma-maafkan aku soal itu....'


Carmilla menyebutkan bahwa dirinya penasaran atas apa yang sedang dilakukan pria misterius itu.


Jika saja tebakan Carmilla benar, yaitu pria itu bisa menciptakan iblis sesuka hatinya dengan sesuatu, akan lebih baik membiarkannya untuk beberapa saat.


Dan Carmilla berniat untuk merebut apapun yang menjadikan iblis itu, dan mempelajarinya lebih lanjut. Karena berdasarkan perkataan Carmilla....


'Aku.... Merasakan sebagian dari kekuatanku dari Hobgoblin waktu itu. Meskipun hanya sedikit. Dan sekarang....'


"Kau juga merasakannya?" tanya Lucius singkat.


Pandangannya terpaku di langit yang gelap ini, tanpa sedikit pun cahaya rembulan yang menyinari malam hari ini. Hanya cahaya dari kawah gunung berapi ini.


Dalam pandangan Lucius, terlihat sosok Zephyrith yang terus berevolusi sebagai iblis. Sedikit demi sedikit, tubuh Iblisnya yang tak sempurna itu terus berubah.


Saat ini, Zephyrith telah menumbuhkan sepasang sayap. Sedangkan ukuran tubuhnya sendiri terlihat mulai menyusut dengan tanduk di kepalanya yang semakin memanjang.


Masih tanpa akal, iblis itu kembali menembakkan sihir api dari udara.


Sihir api yang sangat sederhana, yaitu fireball. Tapi berkat jumlah Mana miliknya yang begitu besar, membuatnya seakan-akan itu adalah sihir tingkat tertinggi.


'Swuuuoooossshhh!!! Blaaaaaaarrrrr!!!'


Sebuah bola api dengan ukuran yang begitu raksasa melesat ke arah Lucius dengan cepat. Diameternya sendiri mencapai hampir 50 meter lebih.


Menerangi gelapnya langit di malam hari ini dengan cahaya merah terang.

__ADS_1


"Aku mengandalkan mu, Arcana." ucap Lucius pada dirinya sendiri sambil terus mengalirkan Mana melalui ujung jarinya pada Arcana yang telah retak itu.


Ia lalu mengangkatnya dan mengarahkannya pada bola api raksasa itu.


'DUAAAAAAAARRRR!!!'


Saat bola api itu mendekat, dalam radius 10 meter semua sihir seakan-akan terhapus kan begitu saja berkat Arcana miliknya.


'Kreettaakk!! Ttraaakk!!'


Tapi saat menerima serangan sebesar itu, bahkan Arcana itu sekalipun mulai tak mampu untuk menahannya. Keretakan yang terdapat pada kartu logam itu mulai semakin besar setiap detiknya.


Sementara itu, diluar radius anti-sihir milik Lucius, bola api itu menghancurkan lingkungan di sekitarnya dengan begitu mudahnya.


Tanah yang tersentuh oleh api itu segera meleleh dan menjadi lahar yang panas, mengalir ke arah yang lebih rendah. Tepatnya, menjauhi Lucius karena di tanah tempatnya berdiri sama sekali tak mengalami kerusakan.


"Carmilla, jika aku mati karena ide bodoh mu ini, aku akan nengutukmu." keluh Lucius setelah menyadari kekuatan yang mengerikan dari iblis itu.


Cairan dengan bubuk hitam yang disuntikkan oleh Zephyrith pada tubuhnya sendiri, tak salah lagi. Adalah produk yang belum sempurna.


Meski begitu, kekuatan yang diberikan?


'Aaarrggh! Aku mengerti! Serahkan ini padaku dan...."


Sebelum Carmilla mengambil alih tubuh Lucius, bocah itu mengangkat tangan kanannya yang memegang pedang itu. Seakan meminta agar Carmilla berhenti.


"Oi, apakah iblis pada jaman mu memiliki wujud seperti itu?" tanya Lucius penasaran setelah bola api yang menutupi pandangannya itu menghilang.


Kini pada pandangannya, terlihat sosok Zephyrith yang telah selesai berevolusi menjadi iblis. Meski begitu, entah kenapa....


Lucius merasa ada yang aneh pada tubuhnya.


Sayap Zephyrith terlihat tak begitu sempurna, dengan banyak robekan di beberapa bagian. Sementara itu ekornya yang menjulur panjang terlihat tak memiliki daging seutuhnya.


Hanya memperlihatkan tulang dengan sedikit balutan daging kemerahan tanpa kulit.


Sementara itu sebagian dari lengannya nampak berubah menjadi berwarna hitam pekat, dengan cakar yang besar dan tajam.


Sedangkan tanduk di kepalanya sendiri mulai memanjang namun melengkung ke belakang, dengan mata merah yang menyala di bawahnya.


'Menjijikkan sekali. Pada zamanku, iblis memiliki tubuh paling menawan di benua ini. Lebih cantik daripada Elf, lebih kuat daripada Dwarf, dengan tubuh yang proporsional layaknya Manusia. Tidak seperti monster menjijikkan itu.' balas Carmilla panjang lebar.


"Lalu wujud nya itu...."


'Aku tak tahu dimana dia mendapatkan kekuatan iblis yang menyerupai kekuatanku itu. Tapi bisa ku pastikan, tubuhnya sama sekali tak cocok dengan kekuatan itu. Mungkin juga karena dia mencampurkan sesuatu yang lain?' jelas Carmilla.


Dengan Arcana yang hampir rusak sepenuhnya itu, Lucius terus berpikir bagaimana caranya selamat dari iblis di hadapannya itu.

__ADS_1


__ADS_2