My Hot Woman

My Hot Woman
A NEW SECRETARY


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


.


Julie sudah siap dengan pakaian kantornya. Dia mematut diri di depan cermin, memeriksa sekali lagi setiap inci penampilan nya.


Setelah puas, dia segera mengambil handbag nya dan pergi ke ruang makan untuk menyiapkan sarapan bagi suami dan anak-anak tercinta nya.


Dua hari sebelumnya, Julie terus meluangkan waktu untuk menemani putri kecilnya zoya di rumah. Zoya masih belum pulih dari insiden kecil yang membuat Julie dan Rehan sangat khawatir.


Tapi sekarang, zoya sudah membaik. Dan Zoya pulalah yang meminta untuk segera kembali ke sekolah seperti biasa.


Ia merasa bosan dirumah seorang diri tanpa kakak nya Zen.


Dan hari ini,


Hari ini Julie juga tidak benar-benar bekerja. Dia hanya datang untuk menyambut sekretaris Rehan yang baru lulus seleksi kemarin dan yang nantinya akan menggantikan posisi sementara Julie sebelumnya.


Ahhh.. sedihnya sudah gak bisa dekat-dekat lagi dengan MyBoo.


Dan Sebagai penutup, mungkin Julie juga akan mengatakan beberapa kata-kata wejangan kepada teman-teman OB dan OG yang telah menemaninya selama seminggu terakhir.


pukul 06. 30.


Makanan sudah tertata rapi di atas meja.


Julie hanya perlu menunggu suami dan anak-anaknya bergabung dengan nya di meja makan.


Tuk … Tuk …


Suara langkah kaki terdengar menuruni tangga.


Dari bunyi sepatunya, Julie bisa tahu jika itu adalah suara langkah kaki suami tercinta nya.


"Morning Boo.. " Sapa Julie tanpa memalingkan wajah.


Rehan mencium pipi Julie dari samping. "Pagi sayang.."


Rehan mengambil tempat untuk duduk di kursi kebesaran nya.


"Dimana anak-anak kita sayang..? Apakah mereka belum siap?" Rehan melirik jam yang melingkar di tangan nya.


"Mungkin sebentar lagi mereka akan turun Boo..'' Jawab Julie sambil menyiapkan Roti panggang dengan selai Bluberry plus secangkir Latte favorit suaminya.


"Ini Boo sarapan mu..'' Julie meletakan sarapan di depan suami nya.


"Thank you Honey..''


Tak lama kemudian Zen dan Zoya turun bersamaan menuju ruang makan, siap dengan perlengkapan sekolah mereka.


''Morning Mollie, Dady..''


''Morning Momm, Dad..''


''Morning Jagoan, Little angel..'' Rehan membalas sapaan anak-anak nya, sementara Julie hanya tersenyum sambil mencium kening kedua buah hati nya.


"Apa kau yakin ingin pergi kesekolah sweetheart..?'' Tanya Rehan pada putri kecilnya.

__ADS_1


"I'm ok Dad.. !


Mendengar jawaban putrinya, Rehan hanya menganggukan kepala mengerti. Ia begitu mengenal putri kecilnya. Zoya sangatlah keras kepala, oleh sebab itu Rehan tidak ingin terlalu membatasi anak-anak nya dengan berbagai macam larangan, karna ia percaya pada zoya dan juga Zen.


Ia tau anak-anak nya sudah bisa menentukan sendiri apa yang ingin dan akan mereka lakukan meskipun usia mereka masih terbilang muda.


20 menit kemudian..


Mereka sudah menyelesaikan sarapan. Dan sudah saat nya pula Rehan dan Julie untuk mengantarkan kedua buah hati mereka ke sekolah.


"Zen, jaga adik mu di sekolah.


,-Dan kau Little angel, kau tau betul apa yang harus kau lakukan jika kau tidak ingin menginap di rumah sakit.'' Nasehat Rehan pada anak-anak nya.


"Yes Dad..


"Yes Dad..


___________________________________


Mobil Rehan sudah terparkir di parkiran khusus direktur. Keduanya juga masuk melalui lift khusus yang di peruntukan untuk pimpinan perusahaan dan klien-klien penting lain nya.


''Boo, kamu naik duluan gih,, aku mau beli sesuatu di kantin kantor.''


''Hem.. hati-hati sayang. Katakan pada ku jika ada karyawan ku yang berani menggoda mu.'' Rehan mencium kening Julie, sebelum Julie keluar dari lift di depan Loby.


"Selamat pagi Bu.." sapa beberapa karayawan yang berpapasan dengan Julie.


"Ya,, selamat pagi kembali..'' balas Julie sambil tersenyum ramah seperti biasa.


Sementara itu Rehan sudah keluar dari lift dan berada di lantai teratas.


"Selamat pagi pak,..


''Selamat pagi. Selamat bergabung di perusahaan ku. 10 menit lagi datanglah keruangan untuk agenda hari ini!'' perintah Rehan pada sekretaris baru nya.


"Baik pak..''


Tak lama kemudian lift kembali terbuka. Julie muncul dengan beberapa bungkusan kotak kue di tangan nya.


"Selamat pagi pak Eman, sari.. '' sapa Julie. Ia lebih dulu mampir ke pantry untuk memberikan kue-kue yang ia beli barusan.


"Selamat pagi ibu bos.,- Bagaimana keadaan nya putri ibu bos teh, kata pak bos sempat sakit ya..?" tanya pak Eman yang juga langsung mengundang rasa penasaran para OB dan OG lain nya.


Rumpi time..


"Putri saya sudah baik-baik saja pak Eman. Hanya kelelahan.- Ini!'' Julie menyerahkan bungkusan nya satu per satu pada ketiga karyawan nya.


Lebih tepatnya karyawan Rehan, suami nya.


''Terima kasih Bu bos..'' ucap ketiga nya.


"O'ya sudah ketemu dengan sekretaris baru nya bapak..?" Tanya Julie penasaran.


"sudah bu bos, sekarang lagi laporan di ruangan nya bapak.'' jawab Sari sambil tersenyum malu-malu.


"Dasar genit..!'' seru salah satu OB yang melihat senyum malu-malu alias wajah kesemsem nya Sari.


"Ada apa sih..??,- ya udah saya keruangan bapak dulu ya..'' Julie keluar dari pantry menuju ruangan Rehan.


Sebelum masuk, tentu saja Julie tidak melupakan etika sebagai pegawai, meskipun ia adalah istri pemilik perusahaan.


Tok.. Tok..

__ADS_1


Julie menghentikan pembicaraan Rehan dan juga Sekretarisnya.


"Selamat pagi..


Ehhh...


"Senior..!! seru Leon melihat kedatangan Julie.


"Oh. Ternyata kau..??'' Julie juga tersenyum melihat keberadaan Leon.


Yes..!! Ternyata bukan wanita cantik dan sexi.


''Apa kau juga salah satu sekretaris pak Rehan Julie..?''


JULIE..??? Rehan mengerutkan kening nya melihat interaksi antara istri dan juga sekretaris baru nya.


"Ya, begitulah. Senang melihat mu disini.'' sambut Julie pada Leon.


Apa-apaan ini..??


Ehhemm..


Rehan mengingatkan keberadaan dirinya di tengah-tengah percakapan sok dekat yang membuatnya ingin membatalkan perekrutan sekretaris baru nya itu.


Seketika Julie dan Leon sadar kalau saat ini ada sosok yang sedang memperhatikan mereka.


"maaf pak. Saya hanya senang bertemu dengan nona Julie.'' Leon tersenyum canggung.


Nona..?? Rehan semakin geram mendengar sapaan Leon pada istrinya.


"Ahh.. jadi kalian sudah bertemu sebelumnya..??" tanya Rehan dengan senyuman evil nya.


''ahh.. bisa-bisa nya aku melupakan kalau suami ku ini seorang pencemburu.'' Julie memberikan senyum manis dengan wajah polosnya.


Semoga Leon baik-baik saja setelah ini. Maafkan aku Leon..


"Ya pak, kami sudah bertemu pada saat saya akan mengikuti intervew.'' jawab Leon singkat.


Ahh.. seharusnya aku benar-benar tidak mempekerjakan mu!!


"Leon silahkan lanjutkan laporan mu. Kau belum selesai kan..??' Julie menyela pembicaraan yang berujung kecemburuan tersebut.


"Ahh..iya. Maafkan saya Pak.''


Setelahnya Leon kembali melanjutkan laporan nya.


Cih. Apa kau mencoba menyelamatkan nya..??


Rehan melirik tajam pada Julie. Sementara Julie hanya tersenyum sambil mengacungkan dua jarinya ''peace''.


.


.


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Like and Coment 🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2