
πΉπΉHAPPY READINGπΉπΉ
.
.
.
.
.
20.00 AM, "MH.HOSPITAL"
Hah..Hah..Hah..
Rehan menarik nafas nya dalam saat sudah berada di depan ruangan Julie.
Ia mencoba menenangkan diri sebelum melihat kondisi istri nya.
'Tenang lah Rehan. Tenang. Julie dan putri mu akan baik-baik saja.'
Rehan memberikan sugesti pada dirinya sendiri. Cemas sudah pasti. Sejak tadi bahkan tangan nya masih berkeringat dingin saat ini.
"Rey,, kamu sudah disini..?"
Isabelle dan Dony menghampiri Rehan yang baru saja tiba di RS.
"Apa yang terjadi dengan Julie,,bagaimana dia bisa tidak sadarkan diri..??' tanya Rehan panik.
"Aku juga tidak tau Rey,, semua terjadi begitu saja, sejak tadi dia masih dalam pemeriksaan" jelas Isabelle.
"Tenang lah Rey, Julie pasti akan baik-baik saja.'' Dony juga mencoba menenangkan sahabatnya itu.
Ruang Pemeriksaan.
Tok..tok..tok..
"Permisi Sus, saya suami dari pasien yang ada di dalam, boleh saya melihat istri saya??."
'Anda pak Rehan suami nya nyonya Julie, tunggu sebentar pak ya..'
perawat tersebut kembali masuk ke dalam ruangan meninggalkan Rehan di depan pintu dengan perasaan gelisah.
Sesaat kemudian Pintu ruangan itu kembali terbuka.
'Sebelum masuk Silahkan anda mensterilkan diri terlebih dahulu pak, ini pakaian dan juga masker anda. Setelah nya anda akan bertemu dokter Heru. Ruangan nya ada disebelah sana.' perawat tersebut memberikan arahan pada Rehan.
"Pergilah Rey, kami akan menunggu disini." Isabelle.
Setelah menerima baju steril, Rehan bergegas menuju ruangan yang ditunjukan oleh perawat untuk membersihkan diri.
10 menit kemudian.
Tok..tok..
"Silahkan Pak, dokter Heru sudah menunggu anda.'
Rehan pun masuk menemui dokter yang menangani kandungan Julie.
"Selamat malam dokter. Bagaimana dengan istri dan anak saya dok, apa mereka baik-baik saja..??'
Dokter Heru paham betul bagaimana perasaan Rehan saat ini, apalagi yang di kandung Julie adalah anak pertama mereka.
'Tenang dulu pak Rehan. Nyonya Julie baik-baik saja, dan bayi kalian juga baik-baik saja. Saat ini nyonya Julie sedang menjalani beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah proses persalinan dapat berjalan normal atau harus dengan proses SC. Sejauh ini semua nya masih normal.'
Haah.. syukurlah
Perasaan Rehan sedikit lega mendengar hal tersebut. Tadi nya ia sudah berpikir yang tidak-tidak tentang Julie.Perasaan Takut dalam dirinya langsung muncul begitu saja menguasai hati dan pikiran nya.
__________________________
14.25 PM. BG Mall.
Beberapa jam Sebelum kejadian..
'Zen, pelan-pelan sayang,, mollie tidak bisa mengejar mu Kalau terlalu cepat.'
Julie sedang berada di mall bersama dengan Isabelle dan juga Zen. Besok adalah hari ulang tahun suami nya Rehan, jadi ia berencana membelikan beberapa hadiah bagi suaminya itu, namun ia masih merahasiakan niat nya dari Isabelle. Oleh sebab itulah ia hanya mengatakan ingin menemai Zen barmain.
"Kamu santai saja, aku bisa mengawasi Zen." Isabelle.
"Terima kasih Bell,, anak seusia Zen sungguh sangat aktif. Jika saat ini aku tidak sedang hamil, aku pasti bisa menyeimbangi nya." kata Julie sambil tersenyum melihat ke arah Zen.
"Kau duduk saja disini, aku akan menemani Zen. Seperti nya kau sudah sangat lelah."
'Hem. Baiklah.'
Julie menyeka keringat yang membasahi kening nya. Saat ini ia sedang duduk disalah satu cafe yang tidak jauh dari Area tempat Zen dan Isabelle bermain.
Ia hanya memperhatikan kedua nya dari kejauhan.
Sepertinya Zen sangat senang bermain di luar..
''Ahh, sudah jam segini, tapi hadiah untuk Boo masih belum ketemu juga, apa sebaiknya aku cari dulu ya, selagi Zen dan Isabelle bermain."
Setelah melepaskan lelah nya, Julie kembali melirik kesana-kemari. Ia berniat melanjukan perburuan nya dalam mencari hadiah.
__ADS_1
Julie berjalan melewati beberapa toko yang menjual barang-barang khusus pria ia bahkan memasuki sebagian toko tersebut, namun masih belum ada yang membuat nya tertarik.
Beliin apa ya..?
Baju. Banyak.
Kemeja kantor,, juga banyak.
Jas,, apa lagi.
Kalau Jam tangan,, Koleksi Boo bahkan lebih banyak dari punya ku.
Apa ya yang Boo belum punya..??
Kok jadi ribet gini padahal cuma mau kasih hadiah doang!!
Sampai akhirnya ia melihat satu benda yang sangat cocok untuk Rehan.
"Wah,,ini bagus. Gak sabar pengen lihat wajah nya Boo begitu ngeliat hadiah ini..!!''
He-He..
Cukup lama Julie memutari mall,, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Ia pun kembali ketempat dimana Zen dan Isabelle bermain sebelumnya.
BUG...
"Aww...'
Barang yang berada di tangan Julie jatuh berserakan.
"Mbak, maaf Mbak. Saya tidak sengaja.' Seorang wanita muda meminta maaf karna tidak sengaja menabrak Julie.
"Ya. tidak apa-apa, tapi bisa tolong ambilkan belanjaan saya..' Pinta Julie pada wanita tersebut.
'Mbak sekali lagi saya minta maaf.
Mbak beneran gak apa-apa, wajah mbak pucat gitu. Atau mau saya temenin sampai tempat istirahat..??' tawar wanita tersebut.
"Udah gak apa-apa kok, makasih ya..'
Julie pun kembali melanjutkan langkah nya, ia tidak ingin merepotkan orang lain, meskipun saat ini ia merasa sangat lelah.
'Aww.. aduh..duh..,kok jadi sakit gini ya..??'
Julie merintih saat merasakan tulang pinggul dan juga perut bawahnya terasa nyilu.
Setelah istirahat sebentar Julie cepat-cepat melangkah kan kakinya, agar segera sampai kelokasi Zen dan Isabelle menunggu Sebelumnya.
"Molliiee....'
Julie pun membalas lambaian Zen.
"Awww... Uh...ya tuhan, ini sakit banget.."
Julie kembali merasakan sakit seperti sebelumnya, hanya saja kali ini lebih terasa sakit dan lebih lama.
"Zen.. Isabelle... cepat kemaaa...
BRUUKK....
Tubuh Julie tiba-tiba limbung tak sadarkan diri.
''JULIEEE......
Isabelle yang melihat Julie tiba-tiba pingsan langsung berlari dan memanggil ambulan dan segera membawa Julie kerumah Sakit.
"oh God., Julie tolong sadar lah..Julie.. aku mohon. Kau harus baik-baik saja.."
Isabelle mencoba menyadarkan Julie namun tidak berhasil. Orang-orang yang ada disana juga ikut bergerombol menjadi Penonton.
"Aunty,, mollie kenapa Aunty..?? Hiks..Hiks..
"Tenang lah sayang, mollie pasti akan baik-baik saja.." Isabelle yang juga dalam keadaan panik tak tau harus melakukan apa. Yang ada di pikiran nya saat ini hanyalah membawa Julie kerumah sakit.
Setelah ambulan tiba, Julie di angkut melalui lift darurat. Di bawah sudah ada suster dan dan juga ambulan yang menunggu nya untuk melakukan pertolongan pertama.
Tut...Tut...tut..
'Ya tuhan Rey,, angkatlah.. ku mohon..'
Beberapa kali Isabelle menghubungi Rehan tapi masih belum ada jawaban.
Ia pun menelpon Dony, dan untung saja kekasih nya itu selalu sigap saat melihat panggilan Isabelle.
Isabelle pun merasa sedikit lega.
Di dalam Ambulan.
"Aldi. Ya Aldi. aku harus menelpon aldi.'
pikir Isabelle.
Tut..tut...
"Al, Julie pingsan di Mall. Aku bersama Zen menuju rumah sakit saat ini. temui aku disana.."
__ADS_1
"Julie, ku mohon kau harus baik-baik saja, ku mohon.." Isabelle menggenggam tangan Julie yang tak sadarkan diri.
"Mollie...
_________________________________
**30 Menit perjalanan.
19.00, MH.Hospital
-Ruang Tindakan**-
'Dok. Pasien bernama Julie ananta, usia 21 Tahun. Tidak sadarkan diri 40 menit yang lalu. Denyut nadi, dan tekanan darah pasien normal. Pasien sedang mengandung saat ini.' lapor seorang perawat pada dokter jaga.
'Siapkan ruangan untuk pengecekan selanjutnya, dan tolong hubungi dokter Heru!'
'Baik dok..
-Sementara itu di kantor Rehan.
"Saya rasa rapat kali ini cukup sampai disini. Sampai berjumpa lagi besok."
Rehan baru menyelesaikan meeting penting dengan beberapa klien nya.
Setelah selesai ia segera kembali ke ruangan.
"Isabelle..??
Ada apa,, tumben sekali dia menghubungi ku." Rehan melihat notifikasi di layar ponselnya.
Tut...tut...
"Ya. Bell. ada apa..??
(Kau kemana saja Rey, kenapa ponsel mu gak di angkat..?)
"Aku baru selesai rapat, ada apa..?"
(Julie pingsan, sekarang ada dirumah sakit.)
"Apa..??
Tut..
Rehan segera berlari keluar dari kantor nya.
Setelah masuk ke mobil, ia melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang cukup padat.
"Julie..Ya Tuhan, ku mohon jaga istri dan juga anak ku.''
Tin..tin.. Sial.
Rehan semakin kalut, melihat jalanan yang macet.
Saat ini Rehan berharap dirinya adalah superman atau pun aint man, atau setidak nya ia adalah spider man. Jadi ia bisa terbang lebih cepat menuju rumah sakit.
_______________________________
"Bagaimana keadaan Julie..??"
Dony dan Aldi tiba bersamaan dirumah sakit.
"Aku tidak tau bagaimana keadaan nya. Sejak tadi Julie masih di dalam."
Isabelle menyerahkan Zen dari gendongan nya pada Aldi. Untunglah Zen sudah tertidur, jika tidak Isabelle akan semakin kualahan menenangkan Zen yang selalu menanyakan keadaan Mollie.
'Sayang kau tidak apa-apa? maaf membuat mu cemas seorang diri disini!'
Dony memeluk Isabelle yang terlihat lelah.
"Aku baik-baik saja Dondon,, aku sangat mencemaskan Julie."
"Dimana Rehan..?" tanya Aldi.
"Aku sudah menghubungi nya, mungkin saat ini dia sedang dalam perjalanan.
Sebaik nya kau bawa Zen pulang Al, kasian dia kelelahan. Kami akan mengabari mu nanti."
"Baiklah. Aku akan segera kembali."
Sebenar nya Aldi enggan meninggalkan rumah sakit, hanya saja ia juga memikirkan putra nya yang saat ini sedang tertidur lelap.
.
.
.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Like and Coment.. π€π€
Klik Yu Promosi terbaru manga toon..
Kasih ucapan Happy New years dong ke author... πππ
Terima Kasih.. πππππππ
__ADS_1
π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€