My Hot Woman

My Hot Woman
PREGNANT


__ADS_3

🌹🌹HAPPY READING🌹🌹


.


.


.


"Mollie....." Zen kecil berlari sambil memeluk Julie yang baru saja tiba di rumah.


'Zen sangat merindukan Mollie..' ucap Zen dengan Wajah polos nya sehingga membuat Julie tersenyum.


"Selamat Julie, aku turut senang mendengarnya.." Kini Isabelle yang gantian memeluk tubuh Julie. Dan ucapan selamat lain nya juga datang bertubu-tubi dari Dony, Aldi, bahkan dari Ayah dan Bunda yang juga turut menyambut kedatangan keduanya.


"Kau harus menjaga diimu dengan baik sayang. Kalau ada apa-apa tanyakan saja langsung pada bunda, ok." ucap bunda dengan senyuman khas di wajahnya.


Julie merasa senang atas perhatian semua orang pada nya. Tapi yang membuatnya bingung kenapa semua orang memberikan selamat, Apa setelah pulang berbulan madu memang harus seperti ini? pikir wanita itu.


"Boo, apa memang seperti ini di keluarga mu..?" tanya Julie yang sedikit keheranan, membuat Rehan tidak bisa menyembunyikan senyuman nya.


"Perhatian semuanya.." Rehan bersuara di tengah ramai nya perbincangan keluarga yang sedang berkumpul di rumah tersebut.


"Seperti nya nyonya rumah ini sedikit bingung dengan situasi yang ada sekarang." Mendengar ucapa Rehan Julie pun mencubit pelan pinggang suaminya itu. Ia hanya bertanya, tapi tidak perlu juga harus di umumkan seperti ini, tentu saja hal ini membuat Julie merasa sedikit malu.


Rehan pun memeluk tubuh Julie di hadapan semua keluarga nya, "Apa kamu bingung karna semua orang memberikan selamat padamu..?' Julie mengangguki pertanyaan Rehan.


"Aku pun belum mengucapkan selamat yang benar pada mu sayang. -'Selamat untuk mu Moo, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu, dan kita akan menjadi mommy dan Dady untuk calon bayi kita." ucap Rehan tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya.


Tentu saja perkataan Rehan tersebut membuat orang-orang yang hadir disana sedikit paham dengan apa yang sudah Rehan rencanakan, ternyata ini juga sebuah kejutan bagi Julie sendiri.


"Ap..Apa? maksud mu aku akan menjadi seorang ibu Boo..?? Jadi di sini ada bayi? anak kita,, di dalam perut ku??" tanya Julie lagi dengan wajah yang berbinar bahagia. "Ya sayang.. ada bayi kita disini. Di perut mu."


Julie benar-benar merasa sangat bahagia sekarang, bahkan ia tidak dapat menyembunyikan tangis haru nya. Ia benar-benar menjadi wanita yang bahagia di dunia.


Kebahagiaan pun menyelimuti keluarga wijaya serta para sahabat dari Rehan dan juga Julie, ini benar-benar kabar yang di nantikan oleh semua orang dan ternyata kedua nya di anugerahi keturunan dengan begitu cepat sesuai dengan doa dan harapan keluarga serta para sahabat.


Semua keluarga pun berkumpul untuk makan siang merayakan kehamilan Julie, dan setelahnya mereka semua berpamitan pulang dengan alasan agar Julie dapat beristirahat, begitu juga dengan Zen. meskipun ia sangat ingin bersama Mollie nya, namun ia harus mengalah demi si calon adik bayi.


"mollie,, apa besok Zen boleh bermain bersama mollie..?" tanya nya lagi sambil berjalan bersama dengan Julie menuju mobil Aldi.


'Tentu saja sayang,, mollie akan sangat senang jika besok Zen mau menemai mollie. lagi pula besok mollie pasti akan sendirian, kalau ada Zen mollie jadi punya teman.' Julie mencium gemas pipi Zen.


'Terima kasih mollie.'


______________________


Kini rumah yang tadi nya sedikit ramai sudah kembali seperti sebelumnya. Hanya ada mereka berdua, Rehan dan Julie.


'Sekarang, ayo kita istirahat..' Rehan membawa tubuh Julie dalam gendongan nya.


'Turun kan aku Boo, aku bisa jalan sendiri!


"Kata dokter kamu tidak boleh terlalu capek Moo.'


'Apa, dokter..? kapan..? kok aku gak tau, Boo..?? dan sejak kapan kamu tau aku hamil, kok kamu baru bilang sekarang..?" tanya Julie bertubi-tubi pada Rehan.


"Saat kamu pingsan di villa waktu itu, Moo. Kau tau,, kamu membuat jantung ku hampir berhenti berdetak.' raut wajah Rehan menunjukan kekhawatiran.


'maafkan aku karna membuatmu khawatir, Boo.'

__ADS_1


"itu bukan salah mu sayang, karna itu mulai sekarang aku akan menjaga mu dengan baik.' Cup. Rehan mencium bibir Julie sekilas.


'Sekarang kamu dan bayi kita harus beristirahat, aku akan menemani mu sampai kau tertidur.' ucap Rehan sambil membaringkan tubuh Julie.


Rehan pun menyelimuti tubuh Julie, dan mengambil posisi setengah berbaring di sebelah Julie untuk menemani istri tercinta nya itu sampai terlelap.


'Boo, temani aku berbelanja nanti malam, ok. Ada banyak barang yang ingin aku beli dan aku perlukan.' pinta Julie pada Rehan.


'Iya sayang, aku akan selalu menjadi suami siaga untuk mu dan siap mengantarmu kemana saja.' balas Rehan.


Cukup lama keduanya berbincang-bincang sampai Julie merasakan kantuk mulai menguasai dirinya hingga membuatnya jatuh tertidur di samping Rehan.


*************


'Pelan-pelan sayang, kamu harus hati-hati.' seru Rehan pada istrinya.


Padatnya jalanan ibu kota tak menghentikan Julie untuk membawa Rehan ke mall terbesar di kota tersebut.


Ada banyak hal yang ingin Julie siapkan untuk dirinya dan juga calon anak mereka.


Yang terpenting saat ini adalah melengkapi asupan gizi bagi dirinya agar bayi mereka juga sehat di dalam sana.


Julie membawa Rehan untuk mengelilingi area perlengkapan ibu hamil dan juga bayi.


Dengan wajah yang bahagia Julie dan Rehan membeli banyak barang yang di perlukan.


Mulai dari Susu hamil, vitamin, baju hamil, alat-alat untuk menunjang kecerdasan bayi, dan masih banyak lagi yang bahkan baru pertama kali Rehan melihatnya.


"Moo,, apa ini tidak terlalu banyak..??' kata Rehan sambil mengangkat kedua tangan nya yang sudah penuh dengan paper bag belajaan Julie.


"Menurut mu begitu Boo..? maafkan aku. aku terlalu senang jadi lupa diri begini.' ucap Julie.


***********


'Selamat pagi tuan Aldi, selamat pagi tuan muda.' sapa pak satpam yang membukakan gerbang bagi kedua nya.


'mollie, selamat pagi.' Ucap Zen memberikan salam kepada Julie yang sudah menunggu kedatangan nya.


'Selamat pagi kesayangan nya mollie..'


'Selamat pagi Julie, maaf sudah mengganggu kalian disaat seperti ini.' sapa Aldi juga.


'Tidak apa-apa Al. aku senang kalau Zen ada bersama ku. Ayo kita masuk, Zen sudah sarapan..??'


Julie membawa keduanya untuk masuk dan sarapan bersama.


Sementara Rehan juga baru turun dari kamarnya.


'Selamat pagi Uncle Rey..'


'Selamat pagi jagoan. Bagaimana kabar mu..?' Balas Rehan sambil mengacak pelan rambut Zen kecil.


"Baik uncle Rey.'


'Hy, selamat pagi Al.' Sapa Rehan pada Aldi.


-'Ya, selamat pagi.'


*Setelah menyelesaikan sarapan nya Rehan dan Aldi pun bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, "Aku pergi sayang. Jangan lupa minum susu mu. Dady pergi bekerja sayang, jangan buat mommy mu terlalu lelah, ok?' Rehan bicara pada pada calon anak mereka.

__ADS_1


'Hati-hati di jalan Boo, Al..'


'Zen, Jaga Mollie dan adik bayi, ok..?? pinta Rehan pada Zen walaupun sebenarnya ia hanya bercanda, namun Zen mengangguki permintaan tersebut.


'mollie,, kapan adik bayi bisa bertemu dengan ku..?" tanya Zen dengan wajah polos nya.


'apa Zen ingin bertemu dengan adik bayi..?' tanya Julie dan langsung mendapatkan anggukan dari Zen.


'kita harus menunggu adik bayi untuk cukup besar di dalam perut mollie, dan sampai waktu nya nanti, adik bayi bisa bertemu dengan Zen.'


'kalau begitu Zen akan menjaga mollie dan juga adik bayi. Zen akan menjadi kakak yang baik untuk adik bayi.'


'Terima kasih sayang.'


**********


Di kantor, Rehan sudah sangat di sibuk kan dengan berbagai macam permasalahan yang tiba-tiba saja muncul di kantor saat dirinya tidak berada disana.


Oleh sebab itulah saat ini kantor sedang mengadakan rapat dadakan dengan beberapa kolega yang bekerja sama langsung dengan perusahaan Rehan untuk mencari solusi dari permasalahan yang muncul tersebut.


Rapat yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut menguras begitu banyak tenaga dan emosi Rehan. Bagaimana tidak, karna kelalaian dari alah seorang manager di kantorya, hampir saja membuat perusahaan Rehan mengganti rugi atas kontrak kerja sama yang bernilai triliunan rupiah.


Beruntung perusahaan Rehan tidak lepas dari pengawasan ayah nya selama ia dan Julie pergi untuk berbulan madu, sehingga Bram Wijaya sudah lebih dahulu mengantisipasi permasalahan yang akan terjadi seperti hari ini.


'Apa kau baik-baik saja Rey..?' tanya Isabelle yang juga mengikuti rapat sebagai kolega.


'Ya. aku baikbaik saja Bell, terima kasih atas bantuan mu tadi.'


'tidak masalah, lagi pula hal ini juga berhubungan dngan kerja sama kita.'


Ddrrrtttt...ddrrrttt...


{MYMOO Calling}


'Ya sayang, ada apa??


{..........................}


'baiklah, jangan lupa minum susu mu. sampaikan salam sayang ku pada bayi kita.'


{...........................}


'I Love you too sayang..'


.


.


.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Like and Coment Yoo... 🖤🖤


Jangan lupa baca juga karya Author lainnya.


-My Experience Love


-Devil beside You

__ADS_1


Semoga kalian suka 🙏🌹🖤


__ADS_2