
🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹
.
.
.
.
.
Julie membuka mata nya secara perlahan merasa terganggu dengan cahaya yang masuk menyilaukan ke dalam kamar nya.
Ya ampun,,perasaan aku gak nguli,,kok capek banget sih, berasa remuk semua ni badan.. !!
Tubuh Julie terasa sangat lelah membuatnya kembali menarik selimut nya dan membalik kan badan untuk meringkuk di bawah selimutnya.
"Ehhm,, hiiisss?-gadis itu meringis merasa sakit di bagian intimnya. "Lah ini baju kemana lagi?" Julie meraba-raba tubuhnya yang saat ini tengah telanjang di bawah selimut tebal dan hangat.
"Ahh, emang kebiasaan deh, bisa-bisanya sampai gak pakai baju gini, benar-benar..!!" Julie bergumam pada diri sendiri seraya kembali memejamkan mata.
Baru saja ia ingin memasuki singgasana mimpinya, Julie merasakan sentuhan seringan bulu yang menggelitik wajahnya. Sebuah tangan membelai pipi nya lembut, membuat Julie merasa semakin nyaman dalam tidur nya.
"Sayang, bangun lah ini sudah sangat siang!" Pandangan Rehan tidak lepas dari wajah polos gadis itu saat matanya mengerjap dan kembali tertutup.
"Sebentar, masih ngantuk..!"gumamnya manja.
Bentar Suara siapa sih..? kok nyata banget...?
Tak lama kemudian Julie kembali merasakan kepala nya di belai lembut, dan ranjang disebelah nya bergerak. Dengan berat hati Julie memaksakan matanya untuk terbuka.
Heh? Betapa terkejutnya ia melihat sosok yang ada di depan nya.
"Kau? apa yang ?"
Sosok itu hanya tersenyum manis, sosok yang kini sudah terlihat sangat segar dengan rambut basah terkesan berantakan dan sangat sexi.
PLAKK.
Julie menampar pipinya sendiri. Ia mengembalikan kewarasan nya.
Rehan masih tersenyum, padahal ia hanya menggunakan boxer serta handuk untuk mengusap rambutnya.
Wajah Julie merona.
Gadis itu langsung merapatkan Selimutnya dan mendudukkan tubuh nya di sandaran tempat tidur, sambil menahan rasa perih yang lagi-lagi masih terasa sedikit perih.
__ADS_1
Aahh,, kenapa aku bisa melupakan laki-laki ini. Dasar kau Julie... bagaimana kau lupa jika kau sudah tidur dengan laki-laki ini sepanjang pagi.
Julie menetralkan degup jantung nya, dan mencoba bersikap sewajarnya pada Rehan. Ia tidak ingin Rehan mentertawakan ataupun mempermainkan diri nya.
"Kamu gak mau mandi? udah siang tau.'' cengir Rehan sambil menyisir rapi rambutnya. Laki-laki itu bertingkah seolah-olah kamar itu adalah miliknya.
"Kenapa kau masih disini ? bukan kah kau bisa masuk, seharusnya kam bisa keluar sendiri..!" Julie menyipitkan mata nya menatap pada Rehan yang nampak sangat pongah dengan senyuman yang tak memudar dari wajahnya.
"Bagaimana aku bisa meninggalkan kekasih ku sendirian ?" Rehan berjalan mendekati Julie, gadis itu semakin merapatkan selimutnya.
"Aku bukan,,
"Mau mengatakan kau bukan kekasih ku? dan mau mengatakan kalau kau sudah punya kekasih lagi?" tebak Rehan.
Dengan polosnya, Julie mengangguk membenarkan pernyataan itu.
Ha-ha-ha...
Terdengar suara tawa renyah milik Rehan.
"Bagaiman kau bisa memiliki kekasih lain sedangkan dirimu adalah milik ku..? Apa kau pikir kekasih mu itu akan menerima dirimu yang sudah di sentuh laki-laki lain..?" ucap Rehan enteng.
Mendengar Perkataan Rehan barusan membuat Julie merasa malu dan kesal sekaligus. Ia hanya bisa memalingkan wajah nya dari laki-laki itu.
"Lihat ini!'' Rehan menunjukan ponsel nya.
"Ini adalah bukti kita berdua adalah kekasih, dan kamu tidak bisa memungkiri ini!" Rehan tersenyum penuh kemenangan.
"Julie, dengarkan aku. Jangan pernah temui Aldi lagi! Aku tidak akan membiarkan mu jika kau masih menemui laki-laki itu!"
Apa barusan dia sedang mengancam ku..?
"Apa hak mu melarang ku.., itu urusan ku!"
"Aku tidak akan mengulang ucapan ku Julie, aku harap kau mendengarkan ku!" Suara Rehan terdengar mengancam, wajahnya berubah kaku.
"Makan lah, semua sudah ku siapkan di Meja. Aku akan pergi sekarang, ada pekerjaan yang harus ku selesaikan. Dan ingat, Jangan pernah berpikir untuk menemui Laki-laki itu..!!" ulang nya lagi.
Rehan tak pernah main-main dengan kata-katanya. Apa yang ia inginkan akan ia dapatkan, dan miliknya, orang lain tak boleh menyentuhnya!
Selain menyebalkan ternyata dia juga tipe laki-laki yang diktator . Poor Julie .
"Seperti nya kehidupan mu kedepannya akan penuh dengan peraturan dan juga larangan baru, Selamat, apa kau bahagia ?" gumamnya, sambil melanjutkan untuk berbaring kembali.
Baru saja Julie meletakan kepalanya,
suara bell apartment nya malah terus berbunyi mengganggu pendengaran nya yang ingin kembali terlelap.
__ADS_1
"Apa sih Rey..? Ia Ia aku bangun!!" Julie kesal.
Ting Tong
Ting Tong
"Siapa sih, ganggu orang aja!!
Julie buru-buru mengambil piyama nya, lalu berjalan tertatih menuju pintu apartment.
Ceklek
Seorang kurir berdiri di depan Julie.
"Dengan Nona Julie ?''
"Ya, saya sendiri."
Kurir itu memberikan sebuket Bunga mawar putih pada nya. "Tanda tangan disini Nona." ia menyerahkan nota dan juga pulpen pada Julie.
Setelah kurir itu pergi, Julie kembali masuk ke dalam dan melihat note yang tertulis di sana.
"i love you my hot'Woman"
Julie hanya mengerutkan kening nya, kemudian meletak kan bunga itu dalam vas yang ada di meja makan. Mata nya melirik pada makanan yang sudah tersedia di sana, segelas susu Coklat yang masih hangat, roti keju dan Juga omlet.
"Apa ini sebuah kompensasi....? Sial!"
.
.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Maafkan ya.. jika typo berteran disana-sini Pada part2 sebelumnya,, untuk kedepan nya akan lebih di perhatikan.
Terima kasih untuk masukan-masukan nya, semoga kalian suka dengan cerita nya.
Don't forget for Like & Coment.. ♥♥
__ADS_1