
🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹
.
.
.
.
.
Setelah apa yang terjadi antara dirinya dan Rehan, Julie memutuskan untuk tidak pergi bekerja selama beberapa hari ke depan.
Ia memilih untuk menenangkan dirinya dan mengambil waktu sebanyak mungkin untuk mempersiapkan hatinya jika nanti bertemu dengan Rehan di tempat umum seperti tadi.
Pertemuan nya tadi saja sudah cukup membuat dirinya tak karuan. Ia tidak terbiasa untuk bersikap biasa saja sedangkan hatinya mengatakan tidak demikian.
Ia tau betul bagaimana jantung nya berdegup kencang ketika Rehan memberikan perhatian manis pada nya, bahkan ketika Rehan menyentuh dirinya.
Ia mampu mengatakan dengan sadar bahkan jantung nya berdebar untuk laki-laki itu. Hanya saja, ia enggan mengakui jika ia telah jatuh hati secepat ini pada laki-laki itu.
Julie menolak kenyataan itu!
Ia tak ingin, jika ia mengakui perasaan nya ia akan mendapati dirinya terluka karena Rehan mungkin hanya ingin mempermainkan dirinya.
Ia masih belum sanggup jika harus terluka bahkan sebelum ia benar-benar merasakan kebahagiaan yang sebenarnya, sekarang saja harga dirinya sudah terluka, bahkan parahnya sudah lebih dari terluka, dan itu karena kebodohan nya.
Meskipun orang mengatakan jika Cinta pertama tidak akan pernah berhasil, tapi bagi Julie meskipun demikian ia tak ingin hal itu terjadi begitu cepat pada dirinya. Tidak. ia tidak ingin itu terjadi begitu cepat.
Lama Julie memikirkan bagaimana dirinya nanti ketika bertemu kembali dengan Rehan. Apakah ia harus menerima bahwa sekarang Rehan adalah kekasih nya, seperti yang selalu lelaki itu ucapkan? atau kah dirinya cukup hanya menganggap Rehan sebagai angin segar yang tiba-tiba bertiup pada nya begitu saja,? Tapi semua yang Rehan lakukan pada nya terasa begitu tulus.
Tak bisa di pungkiri Julie menyukai setiap perlakuan Rehan pada nya, kecuali bagian diktator dalam diri laki-laki itu. Mungkin sifat bawaan sejak lahir.
Setelah lama berfikir Julie memutuskan untuk pergi mandi dan menjernihkan pikiran nya di dalam rendaman air hangat. Ia harus benar-benar siap ketika nanti ia harus bertemu kembali dengan Rehan.
Apa pun yang terjadi ke depan, ia harus siap dan ia harus bisa mengendalikan hati nya sebelum ia benar-benar yakin apakah Rehan benar-benar mencintai nya.
Bodoh! Kenapa tidak sejak awal? kenapa baru sekarang?
Julie hanya tidak ingin cinta yang sesaat, cinta yang datang hanya karena ketertarikan di awal perjumpaan.
Meskipun ini yang pertama bagi nya dan ia telah menjerumuskan setengah dirinya ke dalam pesona seorang Rehan, tapi ia tak akan membiarkan dirinya benar-benar tenggelam pada cinta dan kenikmatan yang di tawarkan laki-laki itu pada nya, sebelum Rehan benar-benar menjadikan Julie satu-satu nya bagi Rehan. Itu pasti tidak akan mudah.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Ring...Ring....
"Ya.. Baiklah persilahkan dia masuk." Sebuah Panggilan dari sekretaris Rehan.
Tok.. tok..
"Apa aku mengganggu mu pak Rehan..?"
Isabelle berdiri di sana sambil tersenyum dari ambang pintu.
"Masuk dan duduk lah Bell.." Rehan mempersilahkan wanita itu duduk dan kemudian bergabung bersama nya.
"Baiklah apa yang bisa ku lakukan untuk mu ?" Rehan bertanya langsung poin penting dari maksud kedatangan Isabelle ke kantornya.
"Ah tidak pak Rehan, aku hanya-
"Rehan saja. Kau bisa memanggil ku begitu, tidak perlu terlalu formal." kata Rehan lagi.
"Baiklah jika begitu." wanita itu tersenyum malu-malu.
"Sebenarnya aku hanya ingin berbincang dengan mu, dan juga ingin mengajak mu sekalian makan siang bersama jika kau tidak keberatan, bagaimana?" Isabelle bertanya penuh harap.
Mendengar maksud dan tujuan wanita itu menemuinya, Rehan pun menyetujui permintaan Isabelle, lagi pula Isabelle adalah sosok yang menyenangkan untuk di jadikan teman berbincang.
"Baiklah, kau ingin aku yang menentukan tempat nya atau kau sudah punya tempat sendiri..?" Rehan bersiap-siap untuk pergi.
"Kau saja yang menentukan tempat nya, agar selera makanannya cocok denganmu."
Jawab Isabelle sambil tersenyum sopan.
"Kenapa harus seleraku, bagaimana kalau kau tidak menyukainya?" tanya Rehan lagi.
"Aju bisa makan apa saja Rey, jangan cemaskan itu!"
"Apa saja..?"
"Hem"
Tak lama kemudian mereka pun pergi meninggalkan kantor untuk makan siang bersama. Kedua nya tampak begitu akrab, dan terlihat serasi saat berjalan beriringan.
Didalam perjalanan pun mereka berdua masih terus melanjutkan perbincangan yang tak ada putusnya.
"Apa kau keberatan jika aku bertanya tentang hal pribadi Rehan..??"
"Hem, dan tentang apa itu..?"
__ADS_1
Rehan masih terfokus pada jalanan ibu kota yang cukup padat, namun sesekali ia melirik pada isabelle.
"Apa kau memiliki seorang kekasih, saat ini..?"
Kata gadis itu bertanya dengan hati-hati.
"Kenapa kau ingin mengetahuinya..?" Rehan mengernyitkan dahi sambil terus mengemudikan setirnya.
"Hanya penasaran saja. Laki-laki seperti dirimu, aku rasa akan banyak wanita yang dengan senang hati mengantri untuk jadi kekasih dari seorang Rehan Wijaya, benarkan?" Isabelle bertanya tanpa menyembunyikan maksudnya.
"Bagaimana jika ku katakan sebaliknya..?"
Rehan menunjukan smirk nya.
"No way!, Rehan jangan membohongi ku..!" Isabelle menolak pernyataan Rehan. Tidak masuk akal jika ada perempuan yang berani menolak seorang direktur muda seperti Rehan.
"Aku tidak bohong, sungguh! Apa kau percaya ?- Isabelle menggelengkan kepalanya. "Baiklah akan ku ceritakan. Aku jatuh cinta pada seorang wanita. Wanita yang sangat menarik bagi ku.-
"Aku mengatakan pada nya bahwa aku jatuh cinta pada nya, dan meminta nya untuk jadi kekasih ku, dan ku katakan bahwa dia adalah milik ku dan akan tetap seperti itu.
"Tapi apa kau tau apa yang terjadi? sampai sekarang wanita itu bahkan belum mau mengakui ku sebagai kekasih nya. Bahkan dia sering marah-marah jika tanpa sengaja bertemu dengan ku!" jelas Rehan panjang lebar menampakan sebuah senyum penuh ironi di wajahnya.
"Wow, apakah tuan Rehan benar-benar jatuh cinta sekarang..? Aku semakin penasaran dengan wanita itu. Wanita seperti apa yang bisa membuat seorang Rehan Wijaya jatuh hati. Dia pastilah wanita yang sangat cantik."
Isabelle tersenyum sambil menahan perasaan nya, saat ini ia sedang mendapati kenyataan bahwa; laki-laki yang membuat nya tertarik dan jatuh hati pada pandangan pertama, ternyata saat ini telah memiliki seorang kekasih.
"Kau tau Isabelle, kau wanita yang menyenangkan. Lelaki yang mencintaimu akan sangat beruntung." Puji Rehan pada Isabelle, Rehan tidak melebih-lebihkan itu, penilaian nya tidak akan salah.
Isabelle tersenyum sambil membuang wajahnya ke arah kaca, guna menutupi wajah kecewanya.
Tidak bisa kah lelaki itu kau Rehan..? aku ingin lebih dekat dengan mu.
.
.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1