
🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹
.
.
.
.
''Yei.. " Zen bersorak kegirangan karena telah lebih dulu sampai di depan gerbang tiang kokoh rumah mereka. Meskipun ia merasa lelah, tapi ia benar-benar kegirangan karena telah memenangkan taruhan nya.
Hah..haah..Haahh...
Mereka berhenti dengan nafas tersengal. Sedang keringat mengucur deras membasahi tubuh keduanya.
"Zen,, apa kamu curang..? padahal mollie sudah berlari sekuat tenaga, ke-napa mal-ah ka-a-mu yang me-na-ng..'' ucap Julie sambil mengatur nafas nya yang ngos-ngosan.
"Jangan menuduh ku Mollie! itu nama nya strategi. Lagipula aku adalah pria muda yang sebentar lagi akan bertumbuh dewasa. Kalau hanya berlari aku tidak akan kalah.'' sombong nya. "Dan juga,, dimana harga diriku kalau aku sampai kalah taruhan dengan Mollie?'' tambahnya.
"Ya..Ya..Kau memang mirip dengan Daddy, terlalu banyak TRIK!" balas Julie masih tak terima dengan kekalahan nya.
"Baiklah, sesuai kesepakatan mollie mengaku kalah. Sekarang sebutkan dua permintaan mu yang harus Mollie kabulkan!"
Zen melirik ke arah mollie yang masih mengatur nafas, dirinya pun sama.
"Keinginan pertama ku, aku ingin...- "Ya..?" Julie mendengarkan dengan seksama.
"Hal pertama yang aku ingin adalah?" Zen terlihat serius memikirkan permintaan nya.
"Hemm..?"
"RAHASIA!"
Merasa di permainkan Julie merasa sedikit kesal dengan putranya itu, "Zen...!"
Ha-Ha-Ha..
Keduanya kembali berkejar-kejaran mengelilingi salah satu pohon pinus yang tertanam rapi di sepanjang jalan.
Julie mencubit pelan pinggang Zen saat ia mampu meraih tubuh putra nya.
"Ampun mollie.. ampun. Baiklah akan ku katakan permintaan ku.'' Zen menyerah.
Julie menghentikan cubitan nya.
Kali ini Zen terlihat serius, "Yang pertama. Aku ingin Kasih sayang dan juga dukungan Mollie tidak pernah berhenti untuk ku, dalam hal apapun dan untuk apapun yang aku putuskan dimasa depan.'' ucap Zen serius.
Uuuhh... jagoan kecil ku sudah tumbuh dewasa sekarang,-Cepat sekali..!!
"Kemarilah sayang." Julie merentangkan kedua tangan nya, lalu membawa Zen dalam pelukannya.
"Mollie berjanji demi hidup mollie. Mollie akan selalu mencintai dan menyayangi mu, dan juga akan selalu mendukung mu, selama yang kau lakukan adalah untuk kebaikan dan juga kebahagiaan mu."
"Yah.. walaupun sebenarnya tanpa kamu minta pun, mollie akan selalu melakukannya."
"Permintaan pertama di kabulkan!!" Kata Julie dengan bahagia.
"Terima kasih Mollie. Terima kasih.'' Zen tersenyum senang. "Mollie menyayangi mu sayang." - ''Zen juga sayang mollie."
__ADS_1
Cukup lama keduanya berpelukan. Jika orang tak di kenal melihat keduanya, maka orang-orang akan beranggapan jika Zen dan Julie adalah dua remaja yang sedang kasmaran.
Pak satpam yang bertugas pun sampai di buat geleng-geleng melihat cara Julie memperlakukan putranya. Lebih seperti perlakuan pada seorang teman karib.
"Mollie,, bisakah kita sudahi acara berpelukan ini sekarang,, aku merasa kita seperti Teletubbies." Zen memberingsut kan tubuhnya.
"Kenapa, apa Mollie bau..?" Julie menghirup aroma tubuhnya sendiri.
"Tidak. Bukan seperti itu mollie. Mollie sangat wangi kok..sungguh." Zen memberikan cengiran khas nya.
"Lalu..?"
"Masalahnya,- Zen yang belum mandi mollie..!" kata Zen sambil menundukkan wajahnya.
Ha-Ha-Ha..
"Jagoan mollie ternyata sudah memasuki masa puber ya..? cepat sekali sih kamu besar sayang, rasanya baru kemaren mollie masih menggendong dan juga menyuapi mu makan, sekarang kamu sudah tau merasa malu..!''
"Mollie..! Jangan mengejek ku.." Zen memalingkan wajahnya yang saat ini sudah memerah karena malu.
Ha-Ha-Ha...
"Ok..Ok. Sekarang katakan permintaan kedua mu..! ucap Julie sambil melanjutkan perjalanan melintasi gerbang untuk masuk ke rumah.
"Permintaan kedua ku..? Kali ini, ini benar-benar rahasia mollie. Aku akan meminta nya nanti," kata Zen dengan sebenarnya.
"Benar-benar ya, anak remaja jaman sekarang. Huh..!" Julie memeluk Zen gemas. "Baiklah, katakan permintaan keduamu saat kamu sudah memerlukan nya. Sampai saat nya nanti, Mollie tetap akan mengabulkan semua untuk mu. Mollie janji!'
"Tapi mollie juga harus berjanji kalau ini adalah RA-HA-SIA.'' Ucap Zen setengah berbisik.
"He'em..? Bahkan dari Dady..?"
"Kalau Zoya..?"
"Molliee...!! Apa mollie lupa bagaimana sifat princess kecil kita..?'' Protes Zen membuat Julie tergelak.
"Baiklah. Mollie janji. Ini hanya akan jadi Rahasia kita. RA-HA-SI-A!!"
"APA YANG RAHASIA..?"
Rehan berdiri sambil melipat tangan di depan dada, sementara Zoya meniru gaya Daddy nya.
AAiiiisss...
Julie dan Zen terlihat salah tingkah karena tertangkap basah oleh Rehan dan juga Zoya.
"Tidak ada!! Julie memilih menghambur ke arah putrinya yang berdiri di samping suaminya.
"Halo princess nya Mommy.. sudah bangun ya..?" Julie memeluk Zoya namun putri nya itu mengacuhkan sapaan nya.
"Mommy dan kak Zen curang!! Kalian pergi tidak mengajak Zoya dan Daddy.. menyebalkan!" ucapnya ketus.
Aduh duh.. ini mau bikin alasan apaan coba..? mampus deh kalau anak sama bapak ngambek dua-duanya.
"Bukan seperti itu sayang. Tadi mommy sudah ke kamar Zoya, tapi sayang nya,, putri kesayangan mommy ini masih tidur dengan pulas, mommy jadi gak tega. Dady juga gitu,, Dady terlihat sangat lelah.." bohong nya.
Ampuni kebohongan ku Tuhan....
"Lalu,, bagaimana dengan kak Zen..?" protes Zoya lagi.
__ADS_1
"Itu..
"Itu karena kakak selalu bangun pagi..!" Zen bersuara.
"Tapi zoya juga selalu bangun pagi.."
"tapi tidak sepagi kaka..! Wee.." Zen mengejek adiknya.
"Kakak..!Dady lihat kakak mengejek ku..!" Adu Zoya minta pembelaan Daddy nya.
"Tidak apa-apa angel.., Sepertinya mommy hanya menyayangi kak Zen, ayo kita pergi..!" Rehan berpura-pura ketus sambil menggendong tubuh Zoya, kemudian berlari.
''Boo... jangan mengajarkan putri mu seperti itu..!"
Seru Julie sambil berlari menyusul suaminya, kemudian Zen mengikuti di belakang Julie.
Ha-ha-Ha..
________________________________________
22.30 Pm.
"Boo.. sepertinya anak-anak sudah tidur. Aku rasa kita tidak perlu membangunkan mereka.''
Tadi sore Zoya dan juga Zen mengatakan kalau mereka ingin ikut bersama Mommy dan Dady nya untuk menjemput kepulangan Aldi di bandara, namun ternyata keduanya malah sudah tidur terlelap.
"Baiklah sayang, ayo kita pergi. pesawat Aldi akan tiba sebentar lagi.'' ajak Rehan.
23.15 Pm. Airport.
Rehan dan Julie sudah berdiri di area yang sudah di sediakan untuk para keluarga menunggu.
35 menit berlalu dari jadwal yang seharusnya.
"Apa pesawat Aldi dellay, kenapa belum datang juga!'' Terlihat tidak hanya Julie yang cemas menunggu, ada banyak orang-orang yang sama seperti dirinya.
"Perhatian-perhatian. Dimohon kepada semua anggota keluarga dengan tujuan penerbangan UK-Indonesia (Jakarta) untuk segera menuju ruang informasi dan juga VVIP berdasarkan kelas penumpang!''
Suara pemberitahuan tersebut di ulang sebanyak 3 kali. Membuat orang-orang yang tadinya duduk menjadi berjalan menghambur menuju tempat yang di umumkan.
"Boo ada apa...? Kenapa mereka meminta kita untuk pergi ke sana..?" tanya Julie pada suaminya.
"Entahlah Moo, kita ikuti saja apa yang mereka inginkan agar kita segera tau apa tujuan nya.'' Rehan menggenggam tangan Julie menuju loket informasi.
"Permisi, kami keluarga salah satu penumpang pesawat dengan tujuan penerbangan yang baru saja di umumkan. Ada apa kami diminta berkumpul disana..?" tanya Rehan pada salah satu staff Loket informasi.
"Kalau boleh tau, siapa nama penumpang nya..?"
"Aldi Pratama!'' seru Julie.
"Untuk penumpang dengan nama Aldi pratama, silahkan ibu dan bapak menunggu antrian didepan ruang VVIP, di sana akan ada manager yang akan menjelaskan kepada Ibu dan bapak sekalian. Terima kasih.''
Penjelasan dari staff tersebut malah membuat Julie semakin penasaran. Mereka pun akhirnya berdiri di antrian ruangan VVIP menunggu nama Aldi di sebutkan.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹