
HAPPY READING ❤
.
.
.
.
Hari ini menjadi salah satu hari paling menegangkan sekaligus bersejarah bagi Julie.
Sudah sejak pagi ia merasa gelisah, pasal nya saat Rehan mengantar nya ke Kantor, kekasihnya itu mengatakan jika nanti malam mereka akan bertemu dengan orang tua dari Rehan, bahkan restoranpun sudah dipesan. Yang artinya, suka tidak suka, mau tidak mau, Julie haruslah pergi bersama dengan kekasihnya itu.
Bukan nya ia tidak percaya pada dirinya, atau merasa rendah diri. Hanya saja, selama dua puluh tiga tahun Ia hidup, Rehan adalah kekasih pertama nya, dan Julie belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, inilah yang pertama bagi Julie. Mungkin karna itulah ia berpikir secara berlebihan tentang pertemuan ini.
"Tenang lah Julie.. semua akan baik-baik saja. Mereka hanyalah orang tua. Sama seperti orang tua lainnya.." gumam Julie menyemangati diri sendiri.
'Julie,, tolong kirim kan file dokumen kerja sama yang di Jogja dan Bali, thanks.. ''
Pinta Anna pada nya. Mmebuat Julie harus mengesampingkan kegugupan dan kecemasannya agar dapat melanjutkan pekerjaan nya.
Entah kenapa hari ini begitu cepat berlalu, baru saja rasanya Julie duduk di kursi kerja nya, namun sekarang sudah tiba waktunya untuk mengakhiri pekerjaan.
Lagi-lagi membuat Julie menghela nafas.
Setelah merapikan semua pekerjaan dan juga meja kerja nya, Julie pun segera turun ke Loby. Hari ini ia sengaja tidak ingin di jemput oleh Rehan, ia ingin mereka sama-sama memiliki waktu untuk bersiap, dan Julie sudah meminta agar Rehan cukup menjemputnya untuk pertemuan makan saja.
Ting..
Sesaat sebelum pintu tertutup, Aldi yang melihat Julie dari kejauhan, segera menghampiri gadis itu dengan cepat. Julie seperti seorang yang sedang kerasukan hantu diam. Gadis itu bahkan sejak tadi hanya berwajah datar. Melihat pintunya tak menutup, Julie pun mendongakan kepalanya..
''Selamat Sore Pak.." Sapa Julie yang baru menyadari kehadiran Aldi.
''Tidak usah formal begitu, lagi pula jam kerja sudah berakhir..' Balas Aldi, tanpa melirik.
''Apa raut diwajahmu itu masih memikirkan tentang hal yang sama dengan yang sebelumnya...?'' Tanya Aldi sambil menatap penuh selidik pada Julie.
Mendengar pertanyaan Aldi, Julie hanya merapatkan mulut nya sambil menganggukan kepala.
''Kalau kau ragu, apa kau ingin kabur bersama ku..?' Ajak Aldi. Membuat Julie memelototkan matanya, seakan mencari kebenaran dari ucapan Aldi barusan.
'Sungguh. Aku Serius. Dengan senang hati aku akan menculik mu jika kau memang ragu. Tapi kau juga harus mempersiapkan diri, jika besok Rehan akan datang dengan wajah seperti seorang predator kelaparan yang kehilangan mangsa. Dan kau tau,mungkin saja besok aku akan masuk koran sebagai tersangka hilang nya dirimu malam ini. Apa itu tidak masalah?" gurau Aldi, mencairkan ketegangan.
__ADS_1
"Ha-ha-ha....
"Apa kah separah itu....?" Tanya Julie, sambil menahan tawanya.
'Kalau itu Rehan, tentu saja..!" jawab Aldi yakin. Ia sangat mengenal mantan sahabatnya itu.
"Kamu ada-ada saja Al. Tapi kau benar di bagian -predator kehilangan mangsa-Aku rasa Rehan akan benar-benar terlihat sangat mengerikan jika aku melarikan diri." ucap Julie sambil membayangkan wajah Rehan yang langsung membuat Julie bergidik,ngeri.
'Kalau begitu lakukan saja. Orang tua Rehan adalah orang-orang yang baik, dan mereka akan menyambutmu dengan baik juga. Jangan cemas secara berlebihan." nasihat Aldi.
''Begitukah...?"
"Hmm. Aku berani jamin."
"Sekali lagi, Terima kasih AL. Semoga saja semua seperti yang kau katakan." harap Julie.
''Kalau begitu, segeralah pulang dan persiapkan dirimu. Jangan takut pada apapun."
Setelah berpisah di lobi, Keduanya pun pergi dengan mobil masing-masing.
Tiga puluh menit kemudian Julie sudah sampai di Apartemen nya.
Ia segera membersihkan diri dan bersiap-siap untuk bertemu orang tua Rehan.
Tepat setelah Julie selesai memasang pakaiannya, bell nya sudah berbunyi.
"Pacar, masuk dulu ya! sebentar lagi aku akan selesai." Ucapnya sambil memasang sepasang anting berbentuk hati.
"Yang, tunggu deh!" Rehan menahan tangan Julie agar tetap berdiri di tempatnya.
"Kenapa Rey....?" Tanya Julie keheranan. Spontan ia pun berbalik dan memutar dirinya ke kanan dan ke kiri.
"Apa ada yang salah dengan penampilan ku...? hem..?''
"Yang, ini kamu...?" tanya Rehan yang dibuat takjub dengan kecantikan kekasihnya itu.
"bukan. pembantu nya saya pak..." Ucap Julie ketus.
"Yang serius deh, kamu cantik banget." puji Rehan.
"Seriusan, ternyata Anji gak bo'ong..-
"Bentar.. Anji siapa Rey...,?
__ADS_1
'Ahh.. anak tetangga...
"Lah trus...??
''pake di potong sih,, lupa deh...''
"Apaan sih Pacar.. Gak Jelas! Ucap Julie sambil membalik kan badan.
"Tunggu Yang!" Rehan meraih tangan Julie kembali.
"Anji bener waktu bilang, kalau-Bidadari tak bersayap-'itu beneran Ada. Aku udah buktiin sendiri." Rehan tersenyum lembut.
"Maksudnya, kamu ketemu bidadari...?" tanya Julie, yang langsung mendapatkan anggukan dari Rehan.
"Kok gak ngajak-ngajak sih Pacar..?"
Ngek! wkwkkwkw.
"Becanda Pacar!" Ya udah, aku ambil tas bentar Ya?"
Julie meninggalkan Rehan yang masih terpesona pada nya.
sesaat kemudian, Julie sudah siap 100%.
"Yuk pacar!" ajaknya percaya diri.
"Yes My Angel.."
Meskipun Julie sangat gugup untuk bertemu orang tua Rehan, namun ia berusaha bersikap senatural mungkin.
Sekarang atau pun nanti semua ini pasti akan ia lewati juga, jadi suka atau pun tidak ia berharap pengalaman pertama nya ini tidak akan memberinya kenangan yang buruk.
30 menit kemudian, mobil Rehan sudah terparkir rapi di depan Restoran.
Setelah turun dari mobil, Julie dengan mantap menggandeng tangan laki-laki yang saat ini sudah membuatnya jatuh hati.
"Semangatlah Julie.. kau pasti bisa!"
.
.
.
__ADS_1
.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹