
🌹🌹HAPPY READING 🌹🌹
.
.
.
.
Julie dan Zen baru saja kembali ke kantor. Julie merasa lega saat tau bahwa Zen bukan lah anak Rehan, setidaknya Rehan tidak termasuk laki-laki yang menelantarkan anak kandung nya sendiri.
Meskipun Julie merasa miris atas benang merah yang pernah terjalin di antara masalalu Rehan, Aldi dan juga Sarah namun itu bukan hak nya untuk menghamiki masalalu mereka, yang Julie tau hanyalah ia harus tetap memberi dukungan pada Aldi dan juga Rehan saat ini.
Walau bagaimanapun Sarah pernah menjdi seseorang yang begitu mereka cintai, terlebih lagi kenyataan bahwa Sarah adalah ibu dari Zen, bocah kecil yang sangat membutuhkan perhatian dan juga kasih sayang saat ini.
,-Julie, kalian sudah kembali..?" Anna yang ingin pergi ke Lobi berpapasan dengan Julie dan juga Zen yang akan memasuki Lift.
,-Ia Ann, kami baru saja kembali. Terima kasih sudah menghendel semua pekerjaan ku". Julie benar-benar beryukur memiliki patner kerja seperti Anna.
,-Tidak masalah.." Anna tersenyum ramah pada kedua nya. "Naiklah, pak bos juga baru saja kembali..!" Anna menginformasikan pada Julie.
,-Baiklah aku akan naik..!
Julie dan Zen masuk ke dalam lift meninggalkan Anna yang masih berada di Lobi.
Tok..tok..
,-Al,, kami kembali.." Julie membawa Zen masuk ke dalam ruangan Aldi. Terlihat wajah Aldi yang begitu muram. Raut wajah nya tidak terbaca, namun yang jelas wajah datar Aldi mengartikan satu hal, yaitu dia mengetahui tentang Sarah yang sebenarnya.
,-Al, aku akan menidurkan Zen di dalam ruangan nya.."- Julie langsung menggendong tubuh kecil Zen dan membawanya ke dalam ruangan yang sudah Aldi siapkan khusus bagi anak itu.
,-Mollie... Apa mommy Sarah sudah pergi jauh.?? uncle bilang Zen tidak bisa bertemu mommy Sarah lagi.." Zen yang masih berada dalam gendongan Julie mengalungkan kedua tangan mungil nya pada leher gadis itu.
,-Iya sayang,.. mommy Sarah sudah bersama dengan tuhan di atas sana, tapi mommy Sarah akan selalu sayang sama Zen dan juga menjaga Zen dari sana.." Julie berucap sambil kembali meneteskan air matanya. Hati nya terasa pilu saat menenangkan anak kecil itu.
,-Apa Zen boleh terus bersama Mollie,, Zen hanya ingin bersama Molie..!!"
,-Boleh sayang,, Mollie akan sangat senang kalau Zen ingin terus bersama Mollie. Asalkan Didiie mengijinkan nya.."
Julie masih menggendong Zen sambil mengusap lembut kepala Zen,, dan setelah beberapa manit berlalu Zen pun tertidur dalam pelukan Julie.
Dengan perlahan Julie membaringkan tubuh Zen kemudian menyelimutinya, setelah nya Julie keluar dari sana untuk bicara dengan Aldi.
__ADS_1
,-Al..??" Julie melihat Aldi yang berdiri menghadap keluar Jendela ruangan nya.
,-Ingin pergi ke Rooftop..??" pikir Julie mungkin saja Aldi akan merasa nyaman jika bicara disana.
Aldi terlihat melonggarkan dasinya, tanpa menjawab pertanyaan Julie ia berjalan mendahului gadis itu, dan Julie menyusul setelahnya.
Setelah Sampai di Rooftop Aldi langsung mengambil tempat duduk di bawah salah satu tenda yang terpasang disana.
,-Al,...Aku turut berduka untuk.." Julie ragu melanjutkan ucapan nya saat Aldi menatapnya dengan raut wajah terluka.
,-Al,, kamu dan Zen pasti bisa melalui semua ini..."
Setelah Julie menyelesaikan ucapan nya, Aldi berdiri dan langsung memeluk Julie.
,-Sebentar saja Julie,, sebentar saja.." ucap nya lemah.
Julie membiarkan Aldi memeluknya. Ia tau Aldi pasti sedang terpukul saat mengetahui kebenaran nya tadi.
,-Bodoh nya aku Julie.. bodohnya aku...!! Bagaimana bisa aku percaya pada ucapan Sarah begitu saja, padahal aku begitu mencintainya saat itu..,'
Flash Back On..
,-Nak Aldi, maafkan om yang selama ini merahasiakan nya dari mu.' Semua ini adalah permintaan Sarah., om tidak berdaya untuk menolak permintaan putri semata wayang om.." Mahendra berucap Lirih mengingat tentang Sarah.
,-Sarah mengatakan jika dia tidak ingin membuat kalian terbebani jika kalian tau tentang kondisinya yang sebenarnya.
,-Hari disaat Sarah masuk ke RS, om terpaksa melakukan sandiwara agar nak Rehan percaya jika Sarah sudah keguguran, dan membuat nak Rehan memutuskan hubungan dengan Sarah,, dan ternyata berhasil.
,-Tapi om tidak tau jika ternyata anak yang Sarah kandung bukanlah anak Rehan melainkan anak mu nak Aldi.
,-Setelahnya barulah Sarah mengatakan semuanya pada om, dan dia sangat-sangat menyesal harus melukai kalian berdua seperti itu, Tapi dia tidak punya pilihan lain, Om tau putri om memang egois jika itu menyangkut hatinya.
Aldi hanya terdiam mendengarkan cerita pak Mahendra, ia tidak tau harus merespon cerita tersebut seperti apa..
,-Nak Aldi,, om harap kalian mau memaafkan Sarah putri om.."
Setelah mengetahui dirinya memiliki kanker hati stadium tiga, Sarah juga baru mengetahui jika dirinya sedang mengandung,, oleh sebab itulah Sarah membuat keputusan itu.." Mahendra turut menyesal atas apa yang sudah terjadi selama ini.
,-Tapi bagaimana bisa..??
,-Om tau nak Aldi..' pastilah kamu berpikir bagaimana bisa Zen adalah putra mu sedangkan saat itu Sarah sedang berpacaran dengan nak Rehan.."
,-Awalnya om juga meragukan hal itu, tapi Sarah mengatakan jika janin yang ia kandung adalah anak mu, oleh sebab itulah ia ingin nak Rehan membenci dirinya,,dan karna Sarah juga tidak ingin membebani nak Aldi ia menyembunyikan semua nya dari kalian dan diam-diam melahirkan Zen seorang diri di luar negeri sambil melakukan pengobatan terhadap penyakitnya.
__ADS_1
,-Namun ternyata takdir berkata lain,, satu hari setelah melahirkan Zen Sarah menghembuskan nafas terakhirnya,, dan Saat itu Zen tepat berada di sisinya..."
Mahendra menitihkan air mata saat menceritakan tentang Sarah pada Aldi.
Sementara Aldi merasa terpukul dan menyesal karna tidak berada di sisi Sarah saat sedang mengandung Zen anak mereka dan juga Saat Sarah harus melawan penyakitnya secara bersamaan.
Aldi merasa benar-benar telah menjadi seorang bajingan bagi Sarah.
Bagaimana bisa hanya karna ucapan Sarah dan juga ego nya, ia meninggalkan Sarah begitu saja saat wanita itu meminta nya untuk pergi.
Flash Back Off..
,-Aku benar-benar bodoh Julie,, aku kira saat itu Sarah bersama dengan Rehan, oleh sebab itulah aku pergi ke Singapore dan tidak pernah mencari tahu lagi tentang Sarah dan Rehan.
Aku kira mereka hidup bahagia bersama, aku kira....."...
,-Sudahlah Al,, itu bukan salah mu.. ini semuanya hanyalah permainan takdir.." Julie menepuk punggung Aldi perlahan.
,-Aku tau semua ini terlalu tiba-tiba untuk mu,, tapi yang perlu kamu pikirkan saat ini adalah Zen.., dia membutuhkan dirimu Al,, dia butuh sosok Didiie nya..!!
,-Kamu boleh bersedih.. tapi jangan sampai membuat Zen juga bersedih.. ia masih terlalu kecil untuk di asingkan, ia masih sangat membutuhkan perhatian mu..!!"
Aldi menegak kan kepala nya setelah Julie bicara pada nya.
Julie benar,, prioritas nya saat ini adalah Zen..
Ia harus menjaga buah cinta nya dan juga Sarah, Zen adalah satu-satunya bagian dari diri Sarah yang masih tersisa.."
.
.
.
.
Bersambung..
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Happy weekend,, Like and Coment Ya..
Jangan lupa dukungan nya melalui Vote.. ❤️
__ADS_1