
🌹🌹HAPPY READING🌹🌹
.
.
.
.
"Mollie..,! Molie... !
Seorang Remaja setengah berlari menuruni tangga sambil membawa buku-buku di tangannya.
"Ya sayang... mollie disini!'' Julie tengah menyiapkan sarapan di meja makan.
"Kakak kenapa sih Mom.., dikit-dikit cariin mommy terus.. huh. Kakak kan sudah besar." seorang gadis cilik menyuarakan protes nya.
"Hey.. jangan membicarakan aku ya..!!" Zen mengacak rambut Zoya.
"Mommy.. lihat kakak!! Kak Zen merusak rambut ku!. Zoya meringis mengadu pada Julie.
Julie hanya tersenyum melihat tingkah kedua anak nya. Beginilah tingkat keakuran Zen dan Zoya. Setiap hari ada-ada saja yang mereka ributkan. Julie kadang hanya bisa menggelengkan kepala.
"Sudah-sudah, ayo sarapan dulu. Nanti kalian terlambat.!"
"Siap Mollie.."
"Yes Momm.."
Saat ini Zen sudah berusia 14 tahun, dan sekarang ia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian kelulusan untuk memasuki jenjang pendidikan senior high school.
Putra Sulung Julie 'Zen, tumbuh menjadi pria muda yang rupawan. Selain otak nya yang Genius, Zen juga merupakan sosok pria muda yang mudah bergaul dan ramah pada siapa saja. Meskipun tetap,, Zen memiliki sebagian sikap Rehan yang Dingin. Tapi begitulah anak laki-laki, siapa lagi yang akan di contoh kalau bukan Dady nya.
Sosok pria di keluarga ini memang dapat membuat kaum hawa bertekuk lutut memuja.
Sementara Zoya. Gadis kecil yang saat ini sudah berusia 7 tahun itu, telah memasuki Junior School di sekolah swasta bertaraf internasional tempat yang sama dengan Zen menuntut ilmu.
Gadis kecil Julie dan Rehan berbanding terbalik dengan Zen.
Sejak kecil Zoya sudah mewarisi sikap keras kepala Dady nya. Terkadang gadis kecil itu juga terlalu angkuh untuk ukuran gadis kecil seusia nya. Meskipun begitu, Zoya adalah gadis yang perasa. Ia adalah gadis kecil yang mudah untuk di sukai, oleh siapa saja. Catat. Siapa saja!''
Entahlah.. Zoya terlalu banyak mewarisi Gen Sang Dady.
Dan apa yang di warisi nya dari Mommy..?
Yups..
Kecantikan, serta kepiawaian nya dalam bermusik.
Di usia nya yang ke 4 tahun, Zoya sudah mahir memainkan Biola, dan sekarang Di saat usia 7 tahun, Zoya sudah mahir memainkan sekurang nya 5 alat musik, di antaranya Piano dan Gitar.
Dan Lengkap lah sudah. Dirumah Keluarga Rehan dan Julie, Zen dan Zoya selalu saja tidak mau kalah dalam hal-hal tertentu.
Meskipun sebenar nya Zen lah yang ujung-unjung nya selalu mengalah pada Zoya.
Zen terlalu menyayangi adik kecil nya itu.
"Mommy.. hari ini Zoya ingin pergi ke toko musik. Zoya mau beli Biola seperti yang di mainkan mr.Paul.." pinta Zoya.
Mr.Paul adalah guru musik di sekolah Zoya.
"Bukan kah minggu lalu kamu sudah membeli yang baru Sweety..?"
"No mommy..! Zoya ingin Biola yang sama seperti milik mr.Paul." Rengek nya lagi.
__ADS_1
"Bicaralah dengan Dady mu sayang.."
"Tapi mommy akan bilang ke Dady juga kan..?"
"Ya.. kita lihat saja nanti, apakah Dady mu akan setuju."
Julie hanya bisa menarik nafas jika sudah berhadapan dengan Zoya.
Ia tidak ingin terlalu memanjakan gadis kecil nya itu, tapi mau bagaimana lagi. Rehan terlalu mencintai malaikat kecil nya.
Seandai nya Zoya meminta bintang sekalipun, Julie yakin suaminya itu pasti akan pergi dengan pakaian luar angkasa dan menaiki pesawat luar angkasa hanya untuk memetik bintang bagi gadis kecilnya itu.
Zen hanya tersenyum melihat Zoya yang saat ini tengah memakan sarapan nya sambil memikirkan sesuatu dengan wajah berbinar. Mungkin saja memikirkan Biola baru nya.
"Cepat habiskan sarapan kalian. Mommy akan memanggil Dady." perintah Julie pada kedua anak nya.
____________________
"Boo.. apa kau masih lama..? anak-anak mu sudah memulai sarapan mereka.." Julie bicara setengah berteriak memasuki kamar mereka.
Sementara Rehan berbaring di atas ranjang, masih dengan pakaian tidur nya.
"Sayang...!
"Hey.. Boo.." Julie memeriksa suhu tubuh suami nya yang terasa lebih panas.
Apa Rehan sedang sakit..?
"Sayang.. Hey.. apa kau baik-baik saja..??" Julie menepuk pelan pipi Rehan.
Rehan menggeliat sambil mengerjapkan mata nya.
"Hem. Istriku yang cantik..
Kenapa sayang..??" Rehan balik bertanya pada Julie.
"Aku baik-baik saja sayang. Tapi memang sedikit lelah." Jawab nya sambil kembali menutup mata.
"Ya sudah, kamu istirahat dulu. Aku mau lihat anak-anak."
Setelah kembali menyelimuti tubuh Rehan, Julie kembali turun ke lantai dasar rumah nya.
Zen dan Zoya sudah siap dengan tas mereka masing-masing.
"Seperti nya hari ini kalian akan di antar pak supir dulu ya sayang. Dady sedang demam." Jelas Julie pada kedua anak nya.
"Apa Dady sangat sakit momm..??" tanya Zoya dengan raut wajah sedih.
"Dady akan baik-baik saja setelah minum obat sayang, sekarang pergilah. Jika tidak, kalian akan terlambat..!"
Setelah mendapatkan ciuman sayang dari Mommy nya, Zen dan Zoya pun berpamitan untuk pergi ke sekolah.
"Bye Mom.."
"Bye Mollie.."
Julie hanya melambai pada kedua anaknya.
-Tuhan jaga mereka untuk ku-.
__________________________________
"Kak Zen.. apa saat ini kakak sudah punya pacar..?" tanya Zoya sambil melihat wajah kakak nya yang tengah asyik membaca buku yang ada di tangan nya.
"Apa yang kau pikirkan..??
__ADS_1
Otak kecil mu itu sebaiknya kamu gunakan untuk belajar." jawab Zen tanpa mengalihkan pandangan nya.
"Aku hanya menanyakan untuk Senior ku saja!. Senior di kelas musik bilang dia menyukai kakak. Huh. Aku heran apa yang membuat mereka menyukai kakak!. Ucap Zoya tak habis pikir.
Para gadis remaja di sekolah nya sering menjumpai Zoya hanya untuk menanyakan hal-hal tentang kakak nya, Zen.
Diantaranya; Apa yang Kak Zen sukai, apa makanan kesukaan nya, bagaimana sifat nya, apa hobby kakak nya...?? Waahh.. semua pertanyaan itu membuat Zoya selalu memutar otak dan bersikap lebih dewasa di bandingkan usia nya.
Semua ini karna gadis-gadis yang mengejar kakak disekolah. Menyebalkan!!
"Karna aku tampan dan Genius." Jawab Zen percaya diri.
"Astaga.. benar kah..?? kakak ku ini tampan..??" Zoya menggoda kaka nya yang saat ini masih asyik dengan buku nya.
"Diamlah Zoya, aku sedang belajar!"
Huh.
"Belajar ya belajar saja.. gak usah marah-marah!"
Lupakan percakapan yang tidak sesuai dengan umur diatas.
______________________________
Julie membawakan sarapan dan juga obat-obatan untuk Rehan. Saat ini suami nya itu sedang sakit.
Setelah meletakan nampan di atas nakas, Julie kembali memeriksa suhu badan Rehan.
"Sayang..
Heii.. Boo.. bangun dulu sayang. Sarapan dan minum obat mu."
Julie membangunkan suami nya. Namun Rehan hanya melenguh dan membalikan badan kearah berlawanan.
Dengan sedikit usaha, akhirnya Julie dapat membangun kan Rehan
"Boo,, aku buatkan bubur. Sarapan dulu, setelah itu minum obat mu." perintah Julie pada suaminya.
Rehan menyandarkan diri setengah duduk di kepala ranjang.
Badan nya memang terasa berat, dan juga kepala nya sedikit pusing. Mungkin saja ia terlalu lelah bekerja, karna akhir-akhir ini Rehan selalu lembur di kantor untuk menyelesaikan projek baru.
"Suapi aku Moo.." pinta Rehan pada Istri nya.
Julie langsung mengambil bubur dan meniup nya sebelum di suapkan pada Rehan.
"Aku mencintaimu sayang.." ucap Rehan.
"Aku lebih mencintaimu Boo! Sekarang makan. Buka mulut mu.. Aaa...
Rehan menghabiskan bubur nya. Setelah itu minum obat dan kembali tidur, dengan Julie di samping nya sambil memijat pelan Kepala Rehan.
"Cepat sembuh sayang, putri mu sudah memiliki keinginan yang harus segera kamu kabulkan..!" kata Julie setengah berbisik.
Rehan hanya tersenyum mendengar hal itu.
Malaikat kecilnya memang memiliki segudang permintaan.
.
.
.
.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
LIKE AND COMENT.. 😉🖤